Bolde Ajak Mitra Bisnis Untung Bersama

Wijaya Candera, CEO dan Co-founder Bolde Indonesia

Setelah sukses dikembangkan sendiri selama hampir satu dekade, Bolde Indonesia perusahaan yang fokus di industri home appliences, pada tahun ini mulai mengembangkan usaha dengan sistem partnership. Memilih mengembangkan dengan sistem ini, pemilik usaha ingin para mitra usaha (partner)meraih untung bersama.

Bolde Indonesia didirikan oleh Wijaya Candera bersama kakaknya. Terinspirasi setelah melihat pameran produk inovatif di Tiongkok pada 2010. “Kami melihat banyak produk inovatif, bermanfaat untuk pekerjaan rumah tangga di Indonesia, tapi belum masuk ke Indonesia. Salah satunya alat pel yang inovatif, meringankan pekerjaan membersihkan lantai,” ujar Wijaya mengenang alasan pendirian Bolde.

Pada 2011, ia bersama kakaknya kemudian mendirikan perusahaan yang fokusnya menyediakan berbagai produk inovatif khususnya peralatan rumah tangga. “Alat pel inovatif menjadi produk pertama kami dan sukses diterima pasar, hingga produk yang mulanya diimpor dari Tiongkok, akhirnya pada 2018 kami produksi sendiri,” kata CEO dan Co-founder Bolde. Produk laris itu adalah Bolde Super Mop dan Bolde Spray Mop.

Kini Bolde menawarkan 105 jenis produk, yang dijual baik secaraonline atau daring maupunmelalui berbagai toko tradisional dan modern. Selain itu juga berbagai produk Bolde dijual online serta di berbagai ecommerce papan atas seperti Shopee, Blibli, Bukalapak, Lazada dan Tokopedia. Ada berbagai produk peralatan rumah tangga dari kategori household electronic, household non electronic, consumer goods, dan beauty electronic.

Untuk penjualan offline-nya, berbagai produk Bolde ditemui antara lain di Aeon, Carrefour, TransMart, Yogja Mart, Ada Swalayan Semarang, Chandra Supermarket Lampung. “Ada ratusan kerja sama kami dengan ritel. Tersebar di Sabang dan Merauke, dijual juga di berbagai toko elektronik dan rumah tangga tradisional,” imbuhnya saat ditemui di JCC Senayan saat acara Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) (14/09/2019).

Mengusung tagline Innovating the Life, Bolde terus memproduksi produk peralatan rumah tangga yang inovatif dan berkualitas lainnya , agar pekerjaan rumah tangga menjadi lebih ringan dan efisien. “Bolde menggunakan inovasi teknologi terkini dalam menghasilkan produk-produk terbaru,” tutur lulusan Universitas Pelita Harapan Jakarta ini.

Saat ini, produk Bolde terdiri dari empat kategori yaitu Household Electronic, Household non Electronic, Consumer Goods, dan Beauty Electronic. Bolde fokus menjadi solusi praktis untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat modern, yang memiliki gaya hidup cerdas yang menuntut efisiensi, dan efektifitas yang tinggi.

Wijaya melihat permintaan produk-produk Bolde makin tinggi, terutama dengan ditawarkannya produk-produk Bolde melalui online. Hanya saja, konsumen menghadapi kondisi tingginya ongkos kirim.

Maka itulah pada tahun 2019 ini,  Bolde membuka partnership dengan misi: Grow Together With Bolde. Kerja sama ini membuka kesempatan dan mengajak para Partner untuk tumbuh bersama-sama, di industri peralatan rumah tangga di Indonesia.

“Bolde Store merupakan program kerja sama bagi partner untuk meraih kesuksesan, dengan menghadirkan berbagai produk baru yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan perkembangan zaman,” ungkap Wijaya. Peluang bisnis partnership Bolde ini ditawarkan mengambil momen besar di FLEI 2019 yang diselenggarakan pada 13-15 September 2019 di JCC Senayan Jakarta.

Ini merupakan program partnership offline online pertama di Indonesia. Wijaya mencontohkan jika ada konsumen dari Palembang membeli produk Bolde baik itu melalui berbagai e-commerce  atau melalui toko online resmi Bolde, pengiriman akan dilakukan oleh partner di Palembang. “Dengan begitu ongkos kirim yang dikeluarkan oleh customer akan lebih murah. Keuntungan diraih partner kami di sana,” ujarnya. Pihaknya menginginkan akan dapat maju bersama dengan partnernya.

“Kami ingin bersama para partner untung bersama. Maka itu pengembangan gerai kami tidak dengan sistem waralaba. Partner hanya dikenakan biaya partnership di awal kerja sama saja, tidak ada annual fee,” tandasnya. Ada beberapa skema partnership yang ditawarkan mulai dari Rp 350 juta hingga Rp 1,5 miliar. Angka tersebut sudah termasuk barang-barang yang dijual di toko, pengurusan ijin usaha, alat penunjang penjualan (komputer) dan desain ulang toko.

Bolde Store didesain dengan nyaman dan modern, untuk menciptakan pengalaman belanja yang menyenangkan bagi konsumen. Juga, didukung tenaga andal dan dibekali dengan pengetahuan lengkap tentang produk, serta layanan. Sehingga mampu menjadi sumber informasi yang kredibel untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Menurutnya, dengan partnership program Bolde partner akan secara otomatis mendapat lisensi resmi untuk membuka online store, sehingga dapat meningkatkan penjualan di Bolde Store milik partner.

“Selain offline store, partnership program akan membawa partner untuk hadir di online store e-commerce di Indonesia, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, yang terbukti sangat efektif meningkatkan penjualan,” imbuhnya.

Sarjana Teknologi Informasi ini meyakini bisnis di industri peralatan rumah tangga sangat prospektif. Meski berada di niche market, lanjut Wijaya, produk peralatan rumah tangga masih bisa digarap lebih luas pasarnya.

“Penjualan Bolde saja setiap tahun 60-100% pertumbuhannya, dengan omset ratusan miliar per tahun. Kami menargetkan omset mencapai Rp 1 triliun pada 2021,” tandasnya. Kekuatan Bolde sebagai merek yang selalu menyediakan produk peralatan rumah tangga yang inovatif dan bernilai tambah tinggi menjadi kunci keyakinannya.

Ia mencontohkan salah satunya, produk rice cooker terbaru yaitu Bolde 3D Rice Cooker walau nasi 24 jam di dalamnya tidak akan kering. Ia menjamin, rice cooker dengan kualitas ini tidak ada di poduk sejenis mana pun. “Bukan saja mengikuti tren, tapi Bolde menciptakan tren,” tegasnya.

“Dengan kekuatan produk-produk yang inovatif ini, saya berani menjanjikan  partner  bisa meraih keuntungan 20% tiap tahun. Saya ingin partner untung, karena partner sudah berinvestasi di toko ini. Dan kami selalu menerapkan strategi yang relevan dengan perkembangan jaman, salah satunya pada awal tahun depan kami akan meluncurkan Bolde Apps,” tandas Wijaya.

Awal tahun ini Bolde Store pertama sudah dibuka di Palembang, tepatnya di OPI Mall. Untuk tahun ini ia membatasi  hanya 100 partnership disetujui dari pengajuan yang masuk. Tujuannya  agar dia bisa mengelola para partner bisa meraih untung maksimal.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)