Budaya Digital – Utamakan Sumber Daya Manusia

Dengan adanya inovasi dan disrupsi yang terus berlangsung dalam era digital ini, perusahaan yang menjunjung, menghargai, dan mendukung sumber daya manusianya, akan mencapai keberhasilan. Hal ini dikarenakan adanya kecenderungan bahwa perusahaan yang sudah memiliki dan menggunakan perangkat digital, merasa bahwa manusia dapat digantikan dengan sistem.  Padahal sebagai organisasi yang berbasis digital, seharusnya juga memiliki budaya digital.

Budaya digital merupakan sebuah upaya untuk memberikan prioritas pada elemen manusia.  Disaat robot-robot yang memiliki artificial intelligence mengerjakan tugas rutin mereka, manusia diarahkan untuk bekerja sebagai manusia.  Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap para Chief Executive Officer di dunia, kemampuan untuk mengubah budaya dan menggerakkan organisasi pada budaya digital dapat memberikan pengaruh yang cukup besar pada bisnis.

Namun, adopsi budaya digital masih mengalami empat tantangan utama sebagai berikut:

1. Kurangnya visi dan tidak mendapatkan sponsor/ dukungan yang tepat. Ternyata komitmen dari tingkat pimpinan (C-Level) tiga kali lebih besar bagi mereka yang memiliki kinerja tinggi dibandingkan dengan mereka yang berkinerja rendah (89% vs 37%)

2. Ketidakmampuan menggeser budaya. Ternyata 81% dari mereka yang memiliki kinerja tinggi mampu untuk menerapkan budaya yang bersedia bereksperimen, dibandingkan 25% dari mereka yang berkinerja rendah.

3. Politik di organisasi sehingga menghambat perubahan.  Lebih dari 50 persen organisasi berkinerja rendah merasakan bahwa politik di kantor merupakan tantangan utama dalam membuat upaya perubahan menjadi lebih sulit.

4. Stakeholders engagement kurang, sehingga tidak ada hubungan yang erat dengan karyawan. Tigaperempat (75%) dari organisasi yang berkinerja tinggi mampu untuk memberdayakan keputusan dari bawah, karena mampu merangkul dan memiliki program yang mendorong kebersamaan.

Pada prinsipnya, bila tantangan di atas sudah teratasi, maka akan lebih  mudah dalam memperoleh budaya baru, yaitu budaya digital yang berdampak pada kinerja. Modelnya sangat sederhana, yaitu sebagai berikut:

Untuk mencapai budaya digital yang inklusif, berikut adalah beberapa tips ringan untuk memanusiakan manusia:

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)