Bukit Asam Konsisten Sajikan Laporan Keberlanjutan Berstandar GRI

Laporan keberlanjutan (sustainability report/SR) diterbitkan setahun sekali pada kurun waktu 1 Januari-31 Desember. Perusahaan menerbitkan SR yang menjabarkan kontribusinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). 

Literasi perusahaan untuk menyajikan SR kian meningkat lantaran diimplementasi­kan berkesinambungan dari tahun ke tahun. Sebut contoh, PT Bukit Asam  Tbk. yang pada 2007 menerbitkan SR untuk pertama kalinya. BUMN pertambangan ini telah menerbitkan SR edisi ketigabelas, seperti tersaji pada Laporan Keberlanjut­an Tahun Buku 2019 yang diberi tema “Mengukuhkan Nilai-Nilai Berkelanjutan”. Setiap tahun, SR Bukit Asam diberi tema yang bertautan dengan tema di SR periode sebelumnya.

Arviyan Arifin, Direktur Utama Bukit Asam

Konsistensi Bukit Asam menyuguhkan SR itu diapresiasi National Center for Sustainability Reporting (NCSR) yang pada ajang pemeringkatan laporan keberlanjutan tingkat Asia, Asia Sustainability Report Rating (ASRRAT) 2020, memberikan peringkat (rating) Gold kepada Bukit Asam. Penentuan peringkat ini didasarkan pada penilaian oleh tim penilai (assessor) yang beranggota­kan para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka berkompeten sebagai assessor lantaran merupakan Certified Sustainability Reporting Specialist, yang memiliki sertifikat spesialis laporan keberlanjutan yang dikeluarkan NCSR. 

Arviyan Arifin, Direktur Utama Bukit Asam, menjelaskan, perseroan ini menerbitkan SR sebagai bentuk nyata dari komitmen dan kepatuhan manajemen mengikuti peraturan, antara lain Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas, yang mewajibkan penyampaian laporan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan di laporan tahunan, serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. 

“Hal ini sebagai wujud komitmen sebagai perusahaan pertam­bangan yang peduli terhadap kinerja keberlanjutan. Kami meyakini kinerja keberlanjutan merupakan hal yang penting dalam rangka mendukung keberlanjutan usaha perusahaan,” tutur Arviyan.

Penyusunan SR Bukit Asam, seperti disampaikan Arviyan, merujuk pada Standar GRI yang dikeluarkan oleh Global Sustainability Standards Board, lembaga yang dibentuk oleh Global Reporting Initiative (GRI) untuk menangani pengembangan standar SR. Sesuai dengan pilihan yang disediakan dalam Standar GRI, yakni pilihan Inti dan Komprehensif, penyusunan SR Bukit Asam diselaraskan dengan Standar GRI, yang mencakup topik ekonomi, lingkungan, dan sosial, serta mengungkapkan data yang memenuhi standar dan syarat yang termaktub di POJK No. 51/POJK.03/2017. 

Bukit Asam selalu berupaya meningkatkan kualitas Laporan Keberlanjutan, untuk Tahun Buku 2020 Perseroan telah menunjuk pihak independen yang akan melakukan assurance terhadap laporan tersebut.

Bukit Asam, yang mengemban visi “Menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia yang Peduli Lingkungan”, mengedepankan prinsip berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk melestarikan lingkungan hidup. “Perusahaan meyakini bahwa kolaborasi tersebut akan memberikan andil besar dalam penyelamatan lingkungan, yang pada gilirannya bisa mengurangi potensi terjadinya bencana,” Arviyan menegaskan. 

Perusahaan yang sahamnya bersandi PTBA di Bursa Efek Indonesia ini melaksanakan kegiatan operasional penambangan yang berpedoman kaidah teknis yang baik atau good mining practice, yang dimulai pada tahap perencanaan yang menginternalisasi prasyarat keselamatan kerja dan pelestarian lingkungan. “Hal tersebut telah diatur dalam sistem manajemen yang terintegrasi dan telah disertifikasi oleh badan sertifikasi independen. Selain itu, komitmen perseroan terhadap lingkungan hidup dituangkan dalam kebijakan lingkungan terintegrasi dalam Kebijakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA),” kata Arviyan, eksekutif lulusan Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung.

Manajemen Bukit Asam bertekad untuk mencapai kinerja setinggi-tingginya dalam pengelolaan mutu, lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, laboratorium, keamanan pelabuhan (ISPS Code), pengamanan, serta keselamatan pertambangan, dan menjadikannya sebagai salah satu prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional penambangan. Arviyan menyebutkan, perusahaan menginisiasi program BASEE (Bukit Asam Environmental Excellence) yang merupakan upaya kinerja unggul pengelolaan lingkungan, yang meliputi sistem manajemen lingkungan yang terintegrasi dalam SMBA, good mining practice, Taman Hutan Raya Enim (Tahura Enim), dan pemberdayaan masyarakat.

Perihal implementasi 3P (people, planet & profit), Arviyan mengatakan, Bukit Asam menetapkan visi-misi serta nilai-nilai yang harus dipahami dan dijalankan oleh segenap jajaran manajemen, karyawan, dan mitra kerja dalam aktivitas setiap hari. 

“Komitmen tersebut terangkum dalam nilai Sadar Biaya dan Lingkungan yang terintegrasi dengan budaya kerja perseroan. Dari kesadaran yang terbangun, seluruh insan di perusahaan bahu-membahu untuk memaksimalkan potensi dalam pengelolaan lingkungan demi memberikan nilai tambah maksimal bagi stakeholders dan lingkungan hidup,” Arviyan menjelaskan. 

Penerapan praktik terbaik (best practices) Bukit Asam di berbagai aspek itu tak hanya diganjar penghargaan ASSRAT 2020. Komitmennya terhadap kepedulian lingkungan di laporan keberlanjutan juga mendapatkan penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Kategori Emas untuk Unit Pertambangan Tanjung Enim dan Unit Pelabuhan Tarahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Pencapaian tersebut mengukuhkan reputasinya sebagai perusahaan tambang batu bara yang berhasil meraih Proper Emas delapan kali berturut-turut sejak 2013. Ini menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap lingkungan, sekaligus menjadi pendorong untuk melakukan pemberdayaan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Operasional perusahaan yang selaras dengan prinsip program berkelanjutan itu, menurut Arviyan,  berdampak positif terhadap kinerja keuangan dan eksistensi perusahaan. “Kami meyakini, dengan menerapkan kinerja keberlanjutan, akan memberikan dampak positif terhadap kinerja bisnis dan keuangan Bukit Asam,” ujarnya. 

Arviyan menegaskan pihaknya berkomitmen untuk menerapkan ESG (environment, social, and governance) yang merupakan sistem manajemen terintegrasi, dengan meningkatkan program lingkungan hidup, sosial (CSR), dan good corporate governance sehingga dapat memberikan dampak yang baik terhadap keberlanjutan perusahaan. §

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)