PangananDotCom Kiat Buwas Pangkas Praktik Mafia Pangan

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) membangun PangananDotCom. Dengan membuka akses langsung ke konsumen, masyarakat akan terlayani dengan lebih baik dan mendapatkan harga lebih rendah. “Sekaligus mafia pangan tak akan dapat berperan,” kata Buwas.

Budi Waseso, Direktur Utama Perum BULOG

Bulog rupanya tak pernah lelah berinovasi meluncur­kan berbagai produk baru. Di bawah kepemimpinan Budi Waseso sebagai Direktur Utama, setelah memerkenalkan aneka beras siap masak dan beras fortifikasi, pada akhir November lalu Bulog meluncurkan PangananDotCom. Inilah toko daring yang menjual berbagai bahan kebutuhan pokok bermutu tinggi, mulai dari beras hingga minyak goreng, gula, tepung, susu, makanan instan, dan bahan olahannya. Seluruhnya ada 181 jenis barang, termasuk di antaranya 96 jenis beras dari berbagai daerah berkualitas pre­mium dan sedang. Ada pula beras khusus, seperti beras merah, beras hitam, beras lokal daerah, beras organik, dan beras fortifikasi, yakni beras yang diimbuhkan vitamin.

“Beras fortifikasi ini untuk menunjang program peningkatan gizi masyarakat dan mencegah stunting,” klaim Buwas, sapaan akrab Budi Waseso. Seluruh beras ini merupakan produk dalam negeri. “Dengan cara ini kami harapkan dapat mengangkat derajat petani. Beras ini kami kemas rapi kemudian dijual dengan harga bersaing,” papar jenderal mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini.

Untuk mewujudkan supermal pangan daring yang terbesar di Indonesia ini, Bulog menggandeng PT Istoreisend Elogistic Indo­nesia, PT Shopee Internasional Indonesia, dan PT JNE Indonesia. Sebelumnya, sejak 17 Agustus 2019, platform ini dirintis lewat e-dagang Shopee. Berkolaborasi dengan se­jumlah pihak, Buwas yakin dapat membangun sinergi positif. Menurutnya dengan kolaborasi dan memanfaatkan teknologi ini dapat men­ciptakan iklim baru yang mendukung inovasi, pertumbuhan, dan memperoleh nilai tambah. “Lewat sinergi ini kita dapat mewujudkan program Presiden, yaitu ketahanan pangan bersama,” katanya. “Diharapkan bahan pokok bisa satu harga,” lanjutnya.

Kompleks gudang PangananDotCom pertama terletak di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Gudang distribusi ini mampu menyimpan hingga 3.500 ton beras. Berikutnya, pada triwulan pertama 2020, gudang distri­busi selanjutnya menyusul dibuka di enam provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

“Dengan adanya supermal pangan ini, masyarakat lebih mendapatkan beras dan bahan pokok bermutu tinggi lainnya dengan harga lebih bersaing,” ujar Buwas. Di era in­dustry 4.0 ini Buwas menganggap penerapan teknologi tinggi merupakan keniscayaan, kare­na bukan sekadar mampu melayani seluruh wilayah dan lapisan masyarakat, juga dapat menekan biaya. Pasalnya, dengan memesan langsung ke PangananDotCom secara daring, dapat memangkas jalur distribusi yang berarti menekan biaya sehingga harganya menjadi lebih kompetitif.

Cikal bakal supermal pangan ini sebenarnya sudah dirintis Bulog bersama toko daring Shopee sejak 17 Agustus 2019. Sambutan masyarakat yang cukup antusias membuat Bulog terpacu mengembangkannya lebih luas. “Dengan adanya PangananDotCom ini masyarakat mendapatkan bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari berkualitas tinggi dengan mudah dengan biaya pengiriman yang rendah,” ujar Rudy Tanoesoedibjo, Direktur Utama PT Istoreisend Elogistic Indonesia.

Bagi Buwas, adanya supermal pangan ini menjadi salah satu solusi memberantas mafia beras dan bahan pangan yang selama ini menguasai distribusi sembako. Kondisi geografis Indonesia dengan 17 ribu lebih pu­lau membuat waktu pengiriman lama, variasi kurang lengkap, dan biaya distribusi menjadi tinggi. “Melalui platform ini dan bekerja sama dengan mitra yang tepat, biaya tinggi dan mafia pangan itu kita pangkas,” tutur Buwas.

Bulog juga menggandeng Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memanfaatkan platform PangananDotCom untuk mendistribusikan beras kepada penerima manfaat. Menurut Buwas, Satgas Mafia Pangan dan Kepoli­sian telah membuktikan 30% beras hilang karena ulah mafia pangan selama penyaluran. “Januari hingga Maret 2020 kerja sama mulai dilakukan di Jabodetabek, April hingga No­vember 2020 di Pulau Jawa, dan Desember 2020 dan seterusnya di seluruh Indonesia,” papar Buwas.

Sambutan masyarakat terhadap ke­beradaan supermal pangan ini lumayan ba­gus. Menurut Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog, Imam Subowo, jumlah pengunjung pada lapak PangananDotCom terus meningkat setiap bulannya. “Pada awal soft launching per hari ada 100 pengunjung, dan ketika peluncuran resminya meningkat menjadi 500 pengunjung per hari,” ungkapnya. Saat ini pengunjungnya rata-rata mencapai 750 orang sehari.

Menurut Rudy, saat ini jumlah pengunjung e-dagang sekitar 12-14 juta, sehingga ia mem­prediksi jumlah pengunjung supermal pangan ini masih akan bertambah pesat. Apalagi, seiring peresmian peluncuran PanganDotCom ini, Bulog juga meneken kerja sama dengan sejumlah BUMN, di antaranya Bank BRI dan Bank BNI. BRI memesan Paket Natura untuk karyawan BRI di seluruh Indonesia, sementara BNI bekerja sama dalam pengadaan komo­ditas untuk program Healthy Lifestyle for Hi-Movers, yaitu penyediaan paket pangan untuk 25.010 pegawai BNI di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Jabodetabek program ini telah berjalan sejak Oktober 2019 lalu.§

Author : Teguh Poeradisastra, Arie Liliyah, & Sri Niken Handayani

Riset : Hendi Pradika

Tags:
Bulok

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)