Cara Kara Menjaga Kemurnian Santan

Sambu Group adalah kelompok usaha spesialis kelapa yang memproduksi produk turunan kelapa seperti santan (coconut milk), santan bubuk (coconut milk powder), air kelapa kemasan, minyak kelapa (VCO), minyak goreng kelapa dan nata de coco. Berdiri pada tahun 1967 di Kuala Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Sambu Group bisa disebut produsen santan paling berpengalaman.

Martin Jimi, Direktur PT Kara Santan Pertama

KARA Santan yang mulai diproduksi Sambu Group tahun 1988 telah menjadi kebanggaan Indonesia sebagai pelopor santan kemasan aseptik di dunia. Hingga sekarang, keunggulan tersebut terus dipertahankan, terutama dengan menjaga kemurnian santan. Pasalnya, menjaga kemurnian santan adalah vital agar dapat tetap dipercaya konsumen.

Seperti diketahui, sejak berdiri, Sambu Group konsisten mempertahankan spesialisasinya: bisnis kelapa. Semua turunan kelapa diproduksinya dan hampir semua bagian kelapa bisa dijadikan produk.

“Jadi, kami akan berupaya dan berinovasi mengolah dan memproduksi berbagai macam produk turunan kelapa,” kata Martin Jimi, Direktur PT Kara Santan Pertama. “Dari arang hingga buah kelapa yang diolah menjadi santan dan minyak kelapa, semua kami kerjakan,” lanjutnya.

Menurut Martin, Indonesia termasuk negara dengan konsumsi santan tertinggi di dunia. Selain itu, negeri ini juga memiliki warisan kuliner Nusantara atau kultur makanan yang sebagian besar berbasis santan. Dengan demikian, KARA Santan tidak khawatir kekurangan pembeli. “Dan, memproduksi santan dalam kemasan merupakan langkah yang tepat bagi pendiri perusahaan kami,” ujarnya meyakini.

Martin menjelaskan, proses pembuatan santan yang dilakukan Sambu Group hampir sama dengan proses alami yang biasa kita lihat, yaitu dimulai dari pemilihan kelapa. Pemilihan kelapa sangat menentukan sehingga perusahaan ini memilih kelapa grade A dengan kandungan high fat content yang mencukupi untuk membuat santan.

Setelah dipilih, kelapa tersebut dikupas secara manual dan dibersihkan. Kemudian, diseleksi berdasarkan ukuran. Selanjutnya, dilakukan proses ekstraksi dan pemerasan dengan mesin yang sudah terintegrasi dengan pengemasannya.

Berbeda dengan proses pembuatan santan di rumah, proses ekstraksi dari daging kelapa dilakukan melalui teknologi yang menjaga kemurnian santan hingga perasan santan yang didapatkan merupakan perasan dengan kualitas terbaik. Santan yang diproduksi adalah murni yang keluar dari buah kelapa tersebut. Proses berikutnya adalah sterilisasi dan langsung pengemasan.

Pada saat proses sterilisasi dan pengemasan, produk juga tidak mendapatkan sentuhan tangan sama sekali, sehingga higienis, bebas kuman, dan tahan lama. Proses ekstraksi, pemerasan, sterilisasi, dan pengemasan dilakukan secara terintegrasi di sebuah ruangan khusus, sehingga produk tidak terkontaminasi dengan lingkungan sekitar. Itulah yang membuat produk KARA Santan tahan lama meskipun tanpa bahan kimia dan bahan pengawet.

“Proses tersebut yang membuat produk kami murni santan. Apalagi, produk diekstraksi menggunakan teknologi yang menjaga kemurnian santan sehingga benar-benar santan murni yang diperoleh. Proses itu juga yang membuat KARA Santan tahan lama tanpa mengurangi citarasa santan itu sendiri,” ungkap Martin.

Selain memiliki sertifikat halal dan ijin edar BPOM, Sambu Group sebagai industri kelapa terpadu juga memiliki sertifikat FSSC 22000. Food Safety System Certification (FSSC) adalah sertifikasi keamanan sistem pangan dalam mengidentifikasi dan menganalisis risiko pangan. Juga, Non GMO, yaitu label pada produk yang disetujui di bawah proyek Non GMO, bahwa produk telah terverifikasi tidak dimodifikasi secara genetik. “Sertifikat tersebut merupakan jaminan bahwa kami menjaga kualitas produk secara stabil dan konsisten,” ujar Martin tandas.

Proses pembuatan santan yang dilakukan perusahaan ini juga sudah mendapatkan sertifikasi ISO 14001. Ini menjadi komitmen untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan, turut mengutamakan pengelolaan lingkungan sekitar lewat ISO 14001 yang menjadi standar internasional perusahaan dalam mengelola lingkungan sekitarnya menuju eko-efisiensi.

Produksi KARA Santan melalui proses ultra high temperature (UHT) dan kemasannya aseptik, sehingga kualitas dan rasa santan kelapa pun tetap terjaga. Pada prinsipnya, kemasan tersebut melindungi produk dari penetrasi kuman dan suhu yang potensial mengganggu stabilitas kualitasnya.

Keunggulan KARA Santan dibandingkan santan lainnya adalah dari sisi kenyamanan dalam penggunaannya. Konsumen tidak perlu repot dalam menggunakannya. Higienitas KARA Santan juga terjaga karena melalui proses produksi yang higienis dan benar. Keunggulan lainnya, food safety, sebab produksi KARA Santan menggunakan standar tertentu dan telah disertifikasi.

Keunggulan selanjutnya, untuk para chef. Misalnya saat mereka membuat soto Betawi dengan menggunakan santan biasa, rasa yang dihasilkan sering berbeda-beda atau tidak konsisten. Hal tersebut karena fat content yang terkandung di dalam santan berbeda-beda. Nah, ketika mereka menggunakan KARA Santan, karena konsistensi fat content dan juga kekentalannya terjamin maka dengan jumlah takaran yang sama, akan selalu memberikan cita rasa masakan yang sama. Maka dipastikan makanan seperti contohnya adalah memasak soto Betawi, rasanya akan selalu sama jika menggunakan KARA Santan.

Singkat kata, keunggulan KARA Santan yaitu kenyamanan dalam penggunaannya, higienis dan bebas bakteri, serta adanya jaminan keamanan pangan (food safety) dengan menerapkan proses pembuatan yang telah terstandardisasi. Juga, bebas dari kontaminasi benda asing, ukuran yang lebih fleksibel, serta dosis fat content yang terdapat di dalam produk sudah terstandardisasi sehingga rasa makanan yang dihasilkan oleh chef profesional bisa konsisten.

Santan dalam kemasan produksi Sambu Group ini juga merupakan inovasi yang luar biasa. Waktu itu belum ada satu pun yang melihat. Bahkan, Sambu Group mengalami banyak tantangan dalam melakukan penjualannya pada awalnya. “Memproduksi santan dalam kemasan adalah inovasi yang luar biasa, sehingga konsumen bisa dengan mudah dalam memilih santan sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Martin.

Ia menjelaskan, pihaknya tidak melakukan inovasi dari segi rasa, karena produknya harus santan murni langsung dari buah kelapa. Itu yang membuat KARA Santan berbeda dengan produk lain. Produk ini tanpa campuran perasa, pewarna, dan pengawet sehingga terjamin kemurniannya.

Inovasi yang dilakukan perusahaan ini adalah dari sisi pengenalan makanan yang bisa dimasak menggunakan santan kepada masyarakat. Untuk itu, pihaknya membuat program kompetisi Cook from Home sejak tahun lalu. Sampai saat ini, ada lebih dari 20 ribu resep yang telah dikumpulkannya.

Selain melakukan aktivasi merek, KARA Santan juga aktif menggarap digital marketing. KARA Santan pun telah memiliki seluruh platform media sosial, mulai dari Twitter, Facebook, Instagram, hingga TikTok. “Kami ingin mulai mendidik generasi muda untuk memasak menggunakan santan, sehingga ketika sudah menjadi ibu dan memasak untuk anaknya, mereka tidak kaget lagi untuk memasak dengan santan,” kata Martin.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)