DANA Indonesia Gesit Implementasikan Transformasi Budaya Kerja

Dinamika bisnis di masa pandemi ini disikapi PT Espay Debit Koe Indonesia (DANA Indonesia) untuk memperkuat kompetensi SDM, memitigasi risiko, dan menyempurnakan sistem teknologi. Perusahaan teknologi finansial (tekfin) sebagai pengelola dompet digital DANA ini mengimplementasikan serangkaian program transformasi budaya kerja dan inovasi agar karyawan mudah beradaptasi merespons perubahan perilaku konsumen dan ketidakpastian iklim bisnis. Karyawan berpartisipasi aktif untuk mencapai target maksimal.

Divisi People DANA

Agustina Samara, Chief People and Corporate Strategy Officer DANA Indonesia, menjelaskan, pihaknya mengkreasikan ekosistem kolaborasi lintas unit kerja untuk menciptakan inovasi dan budaya kerja produktif. “Mencermati perubahan dan ketidakpastian iklim bisnis, strategi yang dilakukan adalah tidak ada pemutusah hubungan kerja dan menciptakan Dana Army agar karyawan gencar memasarkan dan mempromosikan dompet digital kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melakukan program Navigating Risk & Privacy untuk meningkatkan sistem perlindungan agar pengguna nyaman, dan mengelola talent,” tutur Agustina.

Setahap demi setahap, DANA Indonesia menggelar program transformasi dan pengembangan SDM yang dibarengi pengembangan bisnis. Agustina menjabarkan, perubahan pola kerja dari kantor menjadi bekerja dari rumah (work from home) direspons manajemen untuk menciptakan program Dana Leaders Mentor dan menciptakan budaya mentoring, membuat Dana Hackathon sebagai program inkubator ide bisnis yang digagas karyawan, dan menerapkan Culture Reinforcement sebagai program yang menjadi fondasi untuk menopang nilai-nilai perusahaan.

Pemimpin unit kerja hingga eksekutif didorong menciptakan budaya saling belajar dan berbagi pengetahuan. Untuk itu, menurutnya, DANA Indonesia menyusun empat pilar kerangka kerja manajemen pengetahuan (knowledge management framework). Kerangka kerja ini mencakup manajemen pengetahuan untuk SDM, proses bisnis, teknologi, dan konten.

Agustina Samara, Chief People and Corporate Strategy Officer DANA Indonesia

Sebagai perusahaan rintisan (startup) tekfin, Agustina bersama timnya merancang fondasi untuk menumbuhkan kesadaran budaya kerja tersebut yang dilanjutkan memenetrasikan budaya ini kepada karyawan. ”Kami melakukan kampanye untuk karyawan agar bisa mendengarkan arahan langsung dari manajemen dan CEO. Selain itu, kami juga fokus pada identifikasi potensi talent,” katanya.

Pertemuan dengan karyawan rutin dilaksanakan setiap pekan untuk mengelaborasi perkembangan teknologi dan produk termutakhir untuk diimplementasikan selama sepekan mendatang. Evaluasi serta identifikasi masalah dan keberhasilan didiskusikan antar-unit kerja. “Sehingga, kegembiraannya tidak hanya di tim teknologi, tetapi juga setiap karyawan DANA Indonesia,” ujarnya.

Aneka ragam program SDM ―misalnya Bicara Dana, Dana Hackathon, serta Dana Nulis― kian memompa motivasi karyawan untuk saling berbagi ide bisnis dan gagasan lainnya. “Imbasnya, 76% dari peserta Dana Leaders tercatat sebagai mentor,” kata Agustina.

Ia menambahkan, keberhasilan program pengembangan SDM dan transformasi DANA Indonesia juga terlihat dari Dana Excitement Index atau Satisfaction Score untuk Learning and Development yang di tahun 2020 mencapai skor 4,1 dari 5. Yang menarik, katanya, jam pembelajaran (learning) yang diikuti karyawan semakin meningkat walau situasinya masih pandemi. Rata-rata jam pembelajaran yang diikuti karyawan pada 2020 naik menjadi 43,86 jam per karyawan dari sebelumnya 34,84 jam di 2019.

Sebelum pandemi, kata Agustina, perusahaannya melakukan transformasi digital sejak 2018 dengan mengakuisisi Ice House, perusahaan peranti lunak. Akuisisi ini sekaligus mengakuisi 134 teknisi Ice House yang diadopsi sebagai karyawan DANA Indonesia untuk mengembangkan skala teknologi.

DANA Indonesia, yang beroperasi sejak tahun 2017, melanjutkan transformasi seiring dengan pengembangan aplikasi DANA, menjalin kemitraan dengan para mitra bisnis dan menyediakan aneka ragam fitur yang menarik minat pengguna untuk mengunduh aplikasi DANA.

Contoh kemitraan DANA: bekerjasama dengan Bukalapak di 2018. Pada 2019 hingga tahun lalu, mitra bisnis DANA semakin bertambah sehingga jumlah penggunanya kian tumbuh, dan omzetnya semakin merekah.

“Dalam tiga tahun ini, pertumbuhan bisnis kami naik empat kali lipat dan jumlah pengguna DANA pada pertengahan semester 2021 mencapai 70 juta dengan frekuensi transaksi sebanyak 4,8 juta kali per hari,” ungkap Agustina. Jumlah pengguna DANA di periode itu melampaui capaian sepanjang tahun lalu yang tercatat sebanyak 50 juta. Pencapaian bisnis ini merupakan salah satu hasil dari pelatihan berkala sehingga mereka mudah beradaptasi dan bertansformasi menghadapi tantangan bisnis.

Manajemen pun memberikan apresiasi kepada karyawan yang berprestasi. ”Kami memiliki filosofi, we pay for performance,” Agustina menegaskan. Sistem penilaian kinerja dirancang transparan dan adil untuk menghargai karyawan yang kinerjanya kinclong, dan memanjakan karyawan yang teruji memberikan dampak positif terhadap bisnis. Misalnya, mengkaji ulang gaji setiap enam bulan sekali, memberikan bonus tahunan, remunerasi, pinjaman lunak karyawan, uang duka cita, uang persalinan, uang pernikahan, dan subsidi pengadaan gawai.

Kini jumlah total karyawan DANA Indonesia sebanyak lebih dari 718 orang, 60%-nya teknisi. Jumlah karyawan di tahun 2020 itu naik 118% dibandingkan tahun 2019.§

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)