Esa Unggul Wujudkan Generasi Digitalpreneur di Indonesia

Semakin berkembangnya otomatisasi dan digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan membuat masyarakat beralih menggunakan berbagai aplikasi digital yang dapat memudahkan dan efisien. Sebut saja aplikasi transportasi yang mengatasi masalah kemacetan, aplikasi perbankan yang memberikan solusi keuangan hingga aplikasi kesehatan yang memecahkan solusi keterjangkauan akses kesehatan.

Menjawab tantangan tersebut, universitas esa unggul sebagai institusi pendidikan tinggi yang menjalankan tri dharma universitas menginginkan para alumninya untuk memanfaatkan digitalisasi sebagai sebuah peluang untuk memberikan solusi terhadap berbagai masalah yang saat ini dihadapi oleh Indonesia.

Dr.ir. Arief Kusuma Among Praja, M.B.A Rektor Universitas Esa Unggul

Dr.ir. Arief Kusuma Among Praja, M.B.A Rektor Universitas Esa Unggul menerangkan digitalisasi merupakan transformasi teknologi yang tidak bisa dihindarkan dan ditolak. Menolak melakukan digitalisasi sama saja menahan air di sungai yang tidak dapat terbendung. Untuk itu, penting sekali institusi pendidikan yakni Universitas untuk membuat terobosan dan berbenah diri menyongsong era digital.

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh Universitas yakni membekali para alumni dan mahasiswa dengan konsep digitalpreneur. Arief menerangkan di Esa Unggul, konsep digitalprenuer telah lama dikembangkan, yakni melalui pelatihan-pelatihan serta berbagai workshop yang digelar oleh kampus berkerjasama dengan instansi swasta skala nasional maupun internasional.

Yang paling anyar ialah pelatihan digitalpreneur oleh dua perusahaan besar di bidang digital seperti Nurbaya Institut dan Google. Pelatihan yang digelar oleh dua lembaga ini menyasar kepada para mahasiswa dan alumni. Pelatihan ini melatih peserta lebih memahami tentang dunia digital mulai dari marketing, branding hingga masalah teknis lainya seperti SEO hingga membuat aplikasi.

“Nantinya kami akan mempersiapkan kelas digitalpreneur untuk dosen Esa Unggul yang akan mendapatkan sertifikat pelatihan Sementara itu bagi mahasiswa Esa Unggul akan dibekali modul pembelajaran dan modul pendampingan kelas aplikasi untuk 300 mahasiswa Esa Unggul khusus jurusan IT serta disediakan workshop tentang Digitalpreneur untuk ribuan mahasiswa fakultas lainnya ," terangnya.

Selain itu di Esa Unggul sendiri terdapat Lembaga Kewirausahaan inkubator bisnis yang dapat melatih mahasiswa di dunia usaha dan Industri, termasuk menjadi Digitalpreneur. Salah satunya Program inkubator Bisnis yaitu Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT) yang memungkinkan mahasiswa mengalamai proses membangun sebuah bisnis mulai dari proposal hingga eksekusi membangun jaringan bisnis. "Di Esa Unggul ini Mahasiswa diberikan kompetensi dalam mengelola bisnis, kemampuan mengelola Keuangan dan SDM lalu membuka akses untuk sumber pendanaan usaha dan pembinaan paska inkubator," ujar Arief.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)