F.M. Venusiana R. Srikandi Indonesia Merangkai Konektivitas Digital Dari Merauke Hingga Sabang

Tak banyak perempuan yang punya nyali memasuki dunia kerja telekomunikasi. Selain dibutuhkan kekuatan fisik karena lebih banyak berjibaku di lapangan, dunia telekomunikasi juga didominasi laki-laki. Namun, hal itu tidak menjadi masalah bagi Venusiana, perempuan aktif kelahiran Manokwari, 8 Juli 1966.

Sebagai lulusan Teknik Elek­tro Universitas Diponegoro (1992), ia sudah familier dike­lilingi mayoritas teman laki-laki. Sehingga, ketika memulai karier di Telkomsel tahun 1995 pun, Venusiana tak terlalu kaget menghadapi lingkungan pekerjaan yang cenderung keras dan menantang.

F.M. Venusiana (Direktur Consumer Service PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Ketika berada di lapangan dan memimpin proyek menan­tang, Venusiana yang sering disapa “Ka Ve” oleh kolega dan anak buahnya ini justru meng­aku mendapatkan pengalaman mengesankan, yaitu ketika sebelum masuk ke jajaran direksi sebagai Senior Vice President Producement Telkomsel tahun 2017, dia pernah ditugasi sebagai Manajer Engineering Sulawesi dan Papua Telkomsel (1999-2002) dan GM Regional Network Operation Sulawesi, Maluku, dan Papua, Telkomsel (2002-2004). Kala itu, Venusiana membawa misi untuk menjadikan seluruh kabupaten di wilayah timur Indonesia memiliki akses komunikasi yang terbuka. Karena kompetensinya di bidang telekomunikasi, ia pun bertekad ingin berkontribusi untuk tanah kelahirannya agar terjadi pemerataan pembangunan dalam rangka menjaga NKRI.

Meski amanah dan tanggung jawab tersebut terbilang tidak ringan, Venusiana tidak pernah merasa gentar. Padahal, untuk mendirikan satu base transceiver station (BTS) saja diperlukan upaya ekstra luar biasa, seperti mengangkut per­alatan dengan helikopter, membuka wilayah terpencil, bahkan terluar. “Selain itu, pada tahun yang sama juga, saya menjadi Team Leader Recovery jaringan seluler jalur barat Sumatera, sebagai upaya perbaikan akibat tsunami Aceh (Meulaboh-Tapaktuan-Simeuleu),” ungkapnya mengenang pengalaman 16 tahun lalu.

Bersama pengiat Seni Aceh, PM Toh

Bagi Venusiana yang merampungkan gelar Master of Mana­gement di Universitas Hasanuddin pada 2004 ini, pengalaman tersebut memiliki arti yang besar dan mendalam. Menurut perempuan yang merintis karier dari bawah ini, bekerja adalah menjalankan amanah. Apa pun pekerjaan yang diberikan merupakan bentuk amanah yang harus dituntaskan sebaik-baiknya tanpa syarat.

“Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, saya selalu berupaya untuk menanamkan positive mindset kepada diri sendiri maupun dengan tim,” demikian caranya agar dapat memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan. Pola pikir seperti itu, diakui Venusiana, meringankan beban pikirannya. Termasuk ketika ditunjuk menjadi Direktur Jaringan Telkomsel pada Januari 2020. Lima bulan berselang, tepatnya Juni 2020, ditunjuk menjadi Direktur Consumer Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. pun tidak membuatnya gamang.

Dia yakin, walaupun mendapat tanggung jawab besar, pasti dapat menyelesaikan bersama tim. “Toh, saya tidak segan untuk belajar dengan tim yang expert di bidang tertentu untuk menambah insight saya dalam proses pengambilan keputusan. Positive thinking,” ungkapnya terus terang.

Dalam pandangan Venusiana, yang membedakan antara kepemimpinan perempuan dan kepemimpinan laki-laki, pemimpin perempuan bisa lebih memahami betapa pentingnya keseimbangan dalam mengerjakan pekerjaan dan mengurusi kehidupan pribadi. Sebagai seorang ibu, dia bisa memahami bahwa setiap karyawan berhak mendapatkan istirahat yang cukup sehingga tercipta kehidupan yang sehat.

Selain itu, selayaknya perempuan umumnya lebih detail dalam setiap aktivitas dan memberikan pengawalan ketat pada penerapan setiap quick win, serta mengedepankan solusi kreatif dalam setiap program kerja. “Nah, semua itu saya lakukan agar setiap goals atau OKR (objective and key results) dapat tercapai, sehingga pelayanan prima dapat ter-deliver secara efektif,” ungkap Venusiana.

Memang, ketika seorang perempuan memilih untuk bekerja secara profesional, effort yang dibutuhkan pasti dua kali lipat dari kondisi normal karena harus fokus pada pekerjaan dan tetap harus menjalankan peran sebagai istri dan ibu di keluarga. Solusinya? “Saya melakukan manajemen rumah tangga secara end-to-end,” kata Venusiana ringan.

“Yang penting, harus ada kerjasama yang baik dengan keluarga dan asisten di rumah. Sehingga saat bekerja, ia pun dapat fokus mengerjakan sebaik mungkin yang menjadi tanggung jawabnya,” katanya melanjutkan.

Menurut Venusiana, prinsip kepemimpinan adalah kasih, adil, dan menghargai perbedaan. Kasih diwujudkan dengan selalu berusaha memperhatikan seluruh karyawan dan kolega, termasuk memberikan arahan serta masukan yang positif.

Bersama penari anak anak dari Papua dengan pakaian adat Sentani

Venusiana mengupayakan dirinya untuk adil dan tidak membeda-bedakan perlakuan kepada karyawan berdasarkan gender ataupun latar belakang masing-masing, termasuk tidak membedakan perlakuan terhadap senior ataupun milenial. Dan tak kalah penting, dia juga sangat menghargai pandangan setiap karyawan. Bahkan ia percaya, melalui pandangan yang beragam itulah akan mendapatkan banyak insight yang melatarbelakangi setiap pendapat karyawan, sehingga dia pun dapat memberikan respons dan arahan yang tepat kepada mereka.

Intinya, Venusiana menyimpulkan, compassionate leadership merupakan gaya kepemimpinan yang tepat dalam situasi sekarang. Mengapa? “Di era pandemi saat ini, yang terpenting adalah sisi humanis dari para stakeholders, baik itu internal maupun eksternal,” ujarnya menegaskan.

Dikatakannya, prioritas utama IndiHome - Telkom  sekarang ini adalah kesehatan dan ke­selamatan karyawan. Terutama di masa pandemi, protokol kesehatan menjadi hal yang paling utama diperhatikan. Demi mendapat jaminan kesehatan, seluruh  karyawan IndiHome, termasuk para teknisi yang menjadi salah satu garda terdepan, terus menjalankan protokol kesehatan dengan melakukan tes Covid-19 secara berkala dan menggunakan alat pelindung diri (APD) secara ketat. Lalu, apabila diharuskan untuk work from office, dipastikan secara terbatas, tidak diperkenankan komorbid, dan tidak mengumpulkan banyak orang. “Dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan tim IndiHome, diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia,” demikian harapannya.

Bagaimana  dengan program IndiHome untuk customer, komunitas, dan masyarakat? Saat ini IndiHome memperkenalkan 3C: Connectivity, Creativity, dan Charity. “Dari 3C ini, kami mendukung konektivitas yang merata dan efektif untuk mas­yarakat, mendukung kreativitas dan produktifitas masyarakat melalui beragam program yang memberikan edukasi digital, dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan serta kemakmuran melalui kegiatan sosial kepada komunitas yang membutuhkan,” paparnya. Dengan demikian, diharapkan akan mewujudkan masyarakat digital dan kreatif untuk menyongsong kedaulatan digital Indonesia.

 Dengan memahami perubahan signifikan pada perilaku pelanggan (customer behavior), khususnya selama masa pandemi yang membuat segala aktivitas dilakukan secara da­ring, Venusiana memastikan Telkom - IndiHome tetap menjaga  functional benefit  dan emotional benefit sehingga  stakeholders tetap bisa aktif dan produktif menjalankan kegiatan dari rumah.

Untuk memaksimalkan functional benefit tersebut, Telkom  - IndiHome membuat Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas menjaga end-to-end customer experience selama beraktivitas dari rumah. Selain itu, Telkom – IndiHome  juga memperbaiki product portfolio dan bekerjasama dengan berbagai komunitas untuk memberikan edukasi kepada customer tentang manfaat konektivitas dan digital.

Bersama Penari Aceh

Sedangkan untuk mening­katkan  emotional benefit, Telkom – IndiHome  melakukan ber­bagai program  creativity cha­rity. De­ngan aktifitas tersebut, positioning IndiHome sebagai Internetnya Indonesia semakin kuat. Bahwa dalam mewujudkan pemerataan akses internet di seluruh Indonesia, bukan hanya aspek bisnis yang difokuskan IndiHome, melainkan aspek pengembangan sosial juga diperhatikan agar membantu masyarakat.

Akhirnya, dengan dukungan resources dan tim yang solid, serta kegigihan sang Srikandi merangkai 3C (Connectivity, Creativity, dan Charity), di bawah kepemimpinannya, Telkom - IndiHome berhasil meraih berbagai penghargaan prestisius. Di antaranya, The Most Famous Fixed Broadband with The Widest Coverage and The Best Customer Service Indonesia Kategori ICT (2021) dari Warta Ekonomi, Gold Champion Kategori Pay TV - Indonesia WOW Brand (2020 dan 2021), Gold Champion Kategori Internet Service - Indonesia WOW Brand (2021), Gold Winner Category Marketing PR dari PR Indonesia (2021), One Stop Entertainment Media of The Year - Marketeers Editor’s Choice Awards (2020) dan TOP ISP & TOP Contact Center Solution – IT Works (2020).§

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)