Haryanto Adikoesoemo, Jaga Kelangsungan Bisnis dan Maksimalkan Produktivitas

Di masa sulit seperti sekarang, penting bagi CEO menjaga kelangsungan bisnis sambil mengerahkan segala upaya untuk memaksimalkan produktivitas perusahaan. Hal itu disadari Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) 

Dikatakan Haryanto,  dunia akan berubah pascapandemi Covid-19. Maka, AKRA harus selangkah lebih maju daripada pemain lain. Pihaknya harus memanfaatkan sepenuhnya perubahan ini untuk mengarahkan perusahaan agar menjaga stabilitas sambil mencari area baru untuk pertumbuhan.

Haryanto Adikoesoemo Presdir PT AKR Corporindo Tbk.

Untuk itu, jajaran direksi dan komisaris AKRA telah berkoordinasi dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencari roadmap terbaik, membagikannya dengan manajemen untuk terus mengembangkan bisnis. “Seorang pemikir terkenal pernah berkata, kapan pun ada tantangan, ada juga kesempatan untuk menghadapinya untuk menunjukkan dan mengembangkan kemauan serta tekad kita,” kata Haryanto meyakini.

Karena itu, pihaknya pun fokus untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelum adanya pandemi Covid-19. Meskipun pandemi tiba-tiba mengubah cara menjalankan operasi sehari-hari, mulai dari masalah kesehatan dan tantangan ekonomi yang muncul, perusahaan tetap berpegang pada visi-misinya sambil membuat penyesuaian yang diperlukan di dalam prosesnya. “Kami meninjau sistem manajemen yang diterapkan dan melihat adanya area untuk perbaikan dengan mempertimbangkan skenario saat ini,” ungkap Haryanto.

Meskipun mengganggu banyak aktivitas ekonomi, pandemi ini telah menciptakan peluang untuk mempercepat rencana transformasi agar lebih selaras dengan tren di dunia. Pihaknya pun menyesuaikan diri dengan kebutuhan untuk beralih ke teleworking, terutama di antara staf penjualan, kantor, dan admin, sambil terus menjaga agar orang-orang operasional di lapangan tetap aman dan sehat.

Perusahaan yang didirikan di Surabaya oleh Soegiarto Adikoesoemo (ayah Haryanto) pada 1960 ini telah meninjau proses operasi perseroan, kemudian memperkuat otomatisasi informasi dengan mengadopsi platform dan teknologi baru. Untuk memberikan dukungan kepada komunitas dan rumah sakit di sekitar, AKRA berkontribusi pada penyediaan sumber daya, terutama yang berkaitan dengan peralatan kesehatan dan obat-obatan.

AKRA pun menyadari bahwa pandemi ini akan membawa masalah bagi pelanggan, sehingga pihaknya melindungi aliran kas perusahaan. Perusahaan memiliki kebijakan likuiditas yang ketat, untuk memastikan penagihan tepat waktu. Perusahaan juga memperkuat pemantauan dan pengumpulan piutang serta kontrol biaya, juga meninjau ulang pengeluaran pada skenario baru ini. “Kami telah memastikan bahwa pendanaan dan kekuatan neraca kami tetap terjaga dan sehat,” ungkap Haryanto yang menjadi Presdir AKRA sejak 1992.

Dari sisi operasional, pihaknya menyadari bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan aset berharga yang membuat perusahaan bekerja. Dengan demikian, kesehatan yang baik serta kondisi operasi yang aman di kantor ataupun di rumah adalah prioritas AKRA.

Hal penting lainnya di tengah kondisi sulit, seorang CEO harus membangun trust di kalangan karyawan. Menurut Haryanto, nilai trust ditanamkan dari values perusahaan, yaitu memiliki jiwa kewirausahaan, berkolaborasi, menghargai kinerja tinggi, tangkas, memberdayakan tim, dan tidak berkompromi.

Nilai-nilai tersebut diterapkan dari level atas ke bawah. Para manajer harus bisa mendorong tim di bawahnya untuk berani melakukan inovasi dan dapat bekerjasama dengan baiké

“Saya berusaha membangun trust dan keyakinan bahwa kami bersama dapat menjaga performa agar tetap tangguh dalam situasi seperti ini. Kami menggunakan media virtual meeting untuk bertukar pikiran dan bersama-sama mencari solusi dari masalah-masalah yang dihadapi,” Haryanto menjelaskan.

Beberapa tim manajemen juga rutin melaksanakan meeting koordinasi pada pagi dan sore hari untuk melaporkan progress suatu pekerjaan. Selain itu, pihaknya pun berkomunikasi dengan para pemegang saham dan investor tentang rencana strategi contingency dan rencana kesinambungan AKRA.

Menurut Haryanto, krisis ini akan lebih menekankan pada faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environment, social, governance (ESG), yaitu bagaimana membuat bisnis lebih bertanggung jawab dengan menerapkan praktik-praktik berkelanjutan dan go green untuk melindungi lingkungan dan memberikan nilai lebih bagi para pemangku kepentingan. “Kami sedang mengerjakan berbagai inisiatif dan merumuskan target di bidang ini,” ujarnya.

Lalu, apa terobosan yang dilakukannya untuk jangka pendek, menengah, dan panjang agar perusahaan ini selamat, baik untuk masa kini maupun ke depan? Melihat kondisi perekonomian saat ini, yang masih dibayangi pandemi, AKRA harus terus berinovasi untuk dapat menjaga keberlanjutan operasi bisnis dan menghasilkan pertumbuhan yang konsisten.

Faktor utama yang harus dijaga adalah kedisiplinan dalam pengelolaan risiko, baik itu dalam hal sumber daya modal maupun manusia. Saat ini, pihaknya mengerjakan inovasi baru dalam business model, cara kerja, dan penggunaan teknologi, serta bekerja dengan tim internal dan vendor untuk mengadopsi kondisi new normal. Di antaranya, menyosialisasi sistem teleworking pada proses penjualan. Sistem teknologi informasi ini juga akan membantu perencanaan distribusi produk agar lebih efisien dan efektif.

Dalam jangka menengah, dunia akan berubah pasca-Covid-19. Dengan cara kerja yang baru, pihaknya akan tetap menjaga stabilitas sambil terus mengembangkan bisnis inti dan bisnis-bisnis barunya. Untuk jangka panjang, kondisi saat ini akan membuat lingkungan bisnis semakin memperhatikan faktor ESG. Pihaknya semakin intensif membahas dan mengembangkan program-program ESG di perusahaan. Tepatnya, sedang mempersiapkan roadmap perseroan untuk 10 tahun mendatang.

Bagi Haryanto, di balik tantangan, ada kesempatan. Ia pun terus mendorong tim komersial untuk memperluas jangkauan dan diversifikasi pelanggan. Hasilnya, pada 2020 penjualan AKRA tumbuh seiring dengan penambahan pelanggan di sektor smelter, jasa bunker, perkebunan, dan pasar umum serta ritel. Ke depan, pihaknya melihat dukungan pemerintah terhadap sektor manufaktur dan hilirisasi pertambangan juga akan berkontribusi pada bisnis perdagangan dan distribusi AKRA.

Perusahaan juga terus mengembangkan bisnis baru di kawasan industri serta BBM ritel dan avtur bersama mitra. Perusahaan ini bermitra dengan pemain yang berpengalaman di bidangnya, seperti Pelindo sebagai pelaku bisnis pelabuhan dan BP sebagai pemain global di bidang energi.

Bersama Pelindo 3, AKRA mengembangkan kawasan industri dan pelabuhan terintegrasi yang dirancang untuk menghasilkan recurring income. Bisnis ini merupakan pengembangan dari kompetensi intinya dalam bidang logistik rantai pasok. “Selama 60 tahun melayani Indonesia, kami menyadari bahwa untuk menjalankan bisnis yang efisien, pelaku bisnis memerlukan utilitas dan pelabuhan yang mudah diakses,” Haryanto mengakui.

Ke depan, profil kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) akan semakin meningkat, dengan adanya dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri. JIIPE akan segera mengantongi status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk zona teknologi dan manufaktur.

Mengenai pencapaian kinerja bisnisnya tahun lalu,  “Meskipun pandemi Covid-19 ini menjadi isu global dan AKRA menggunakan cara kerja yang baru di 2020, kami berhasil mencapai kinerja perusahaan yang gemilang pada tahun tersebut,” kata Haryanto.

Secara keuangan, walaupun sales dan revenue terkena dampak turunnya harga komoditas, profitabilitas AKRA tetap tumbuh positif. Laba neto sebelum hak minoritas tumbuh 31%, mencapai Rp 685 miliar pada periode sembilan bulan di 2020. Ini didukung perluasan pangsa pasar pada bisnis inti dan peningkatan kontribusi bisnis-bisnis baru yang dikembangkan bersama partner. “Kemudian, AKRA berhasil mengelola beban operasional, modal kerja, dan struktur modal sehingga pada tahun lalu gearing kami tetap rendah di angka 25%,” ungkapnya.

Dari sisi operasional, tahun lalu AKRA berhasil memperoleh ISO 9000-2015 untuk pengelolaan bisnis BBM industri. Tahun ini, perusahaan terus mengembangkan portofolio bisnis, di antaranya membangun joint venture dengan Petronas. Kemudian, membuka tiga gerai ritel BP AKRA yang baru dan satu depo avtur di Cibubur, Jakarta Timur. AKRA juga resmi menyelesaikan ekspansi tangki penyimpanan 100.000 CBM di Jakarta Tank Terminal.

Selain itu, AKRA pun mengajukan status KEK untuk JIIPE pada 2020. Terkait hal itu, Haryanto mengatakan, pihaknya sedang menunggu keputusan Presiden. (*)

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)