Bagaimana Melindungi Data dari Bencana

Akhir-akhir ini Indonesia mengalami beberapa bencana alam, mulai dari Palu, Lampung hingga Banten.Bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba, tidak dapat dihindari oleh sebuah perusahaan, yang berdampak pada proses kerja dan proses bisnis. Di lain sisi, sebagai IT professional dituntut untuk dapat menjaga data dan informasi yang merupakan asset perusahaan, sehingga proses kerja dan proses bisnis tetap dapat berjalan dengan lancar. Untuk mengantisipasi terjadinya kehilangan data akibat bencana tersebut, maka diperlukan sistem Disaster Recovery.

Disaster Recovery merupakan merupakan solusi yang terdiri dari perangkat IT, sistem aplikasi, dan data cadangan untuk persiapan menghadapi bencana. Disaster recovery merupakan solusi penting yang harus dimiliki perusahaan. “Jika solusi ini tidak tersedia, maka bisnis otomatis akan mati akibat ketiadaan data bisnis. Saya pikir ini merupakan solusi penting dan harus dimiliki oleh para pebisnis,” ujar Theo Halsey, Head Presales Duta Pratama Tekologi. Penerapan Disaster Recovery pada perusahaan tentunya akan dapat mencegah kerugian finansial, meningkatkan layanan dan keamanan pelanggan, dan mengurangi kerugian perusahaan yang berpengaruh pada likuiditas dan reputasi perusahaan di pasar.

Sistem Disaster Recovery didukung oleh teknologi virtualisasi dan Hyperconverged Infrastructure. Dimana melalui teknologi ini, perusahaan dapat menekan pembiayaan dan lebih memaksimalkan sumber daya yang ada. Salah satu solusi Hyperconverged Infrastructure (HCI) yang saat ini banyak digunakan adalah HPE SimpliVity 380. HCI merupakan perangkat hardware siap pakai yang menggabungkan antara server, storage dalam satu kesatuan. Tidak hanya berupa perangkat hardware, perangkat ini juga dilengkapi sistem virtualisasi untuk mendukung kinerjanya, termasuk di dalamnya pengaplikasian Disaster Recovery secara virtual.

Hyperconverged Infrastructure dan virtualisasi dalam satu sistem merupakan solusi bagi perusahaan untuk penerapam sistem Disaster Recovery yang lebih hemat. Hal ini dikarenakan sistem virtualisasi pada lapisan hardware menghilangkan kebutuhan untuk konfigurasi hardware yang identik di lokasi produksi dan pemulihan. Selain itu, dengan adanya penggabungan beberapa aplikasi pada satu server fisik di pusat data recovery, maka akan mengurangi jumlah infrastruktur physical recovery yang dibutuhkan.

Proses kapsulasi mesin virtual ke dalam satu file juga akan mempercepat mobilitas dan memperbanyak salinan agar data mudah dipindahkan di dalam dan di antara site untuk ketahan bisnis dan bertujuan untuk pemulihan bencana. Dalam proses recovery juga, nantinya, perusahaan tidak perlu lagi untuk membuat ulang sistem operasi, mengatur ulang proses konfigurasi, dan memulihkan data, sehingga proses pemulihan akan jauh lebih cepat.

“Cara kerjanya, sistem ini akan melakukan replikasi atau mengkopi data ke lokasi remote. Kemudian setelah data direplikasi, maka data selanjutnya yang akan direplikasi adalah hanya data-data baru. Hal ini tentu akan menghemat kebutuhan bandwith,” kata Theo. Fitur Disaster Recovery yang telah tertanam di HPE SimpliVity 380 tentunya akan membantu perusahaan dalam efisiensi, yang meliputi efisiensi biaya, efisiensi proses kerja, efisiensi waktu dan juga efisiensi Sumber Daya Manusia (SDM) karena hanya menggunakan 1 orang untuk pengelolaanya. Hal ini juga membantu mengurangi human error dalam proses kerja.

Magic Quadrant Gartner selaku perusahaan riset teknologi informasi dan firma penasihat Amerika Serikat yang bermarkas di Stamford, Connecticut, Amerika Serikat. bahkan telah menjadikan HPE SimpliVity 380 sebagai solusi HCI yang menempati posisi pertama saat ini. Hal ini dikarenakan teknologi yang ditanam sangat cocok untuk berbagai use case seperti konsolidasi data center, disaster recovery, Virtual Desktop Infastructure (VDI), dan Remote and Branch Office (ROBO).

Susy Guo selaku Product Marketing Manager, Duta Pratama Teknologi (DPT) berkata: “Sebagai Gold Partner Hewlett Packard Enterprise (HPE), kami mendapatkan lisensi langsung untuk menjual dan melakukan layanan service HPE SimpliVity 380 di Indonesia. Tidak hanya itu, perusahaan yang telah didirikan pada tahun 2010 ini, juga memiliki teknisi yang memegang sertifikat kompetensi secara langsung dari HPE. Teknisi kami yang berpengalaman sudah mengetahui secara detail produk-produk HPE, khususnya HPE SimpliVity 380 sehingga dapat memberikan informasi secara akurat dan pelayanan terbaik.”

Duta Pratama Teknologi telah melayani 239 perusahaan dari berbagai industry, baik dalam sekala besar maupun kecil. Untuk informasi lebih lanjut kami memiliki layanan costumer center 7x24 jam; baik melalui e-mail, telepon atau website http://www.dp-teknologi-solution.com untuk melayani konsultansi dan kebutuhan konsumen.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)