Ida Zuraida, M.M. - Berkompetisi Dengan Diri Sendiri

Dalam konteks transformasi strategis, modal manusia yang berkualitas dapat menjadi motor inovasi berkelanjutan sekaligus agen perubahan menuju sasaran transformasi.

Berikanlah yang terbaik dimanapun Anda berada, begitulah moto Ida Zuraida – HR Organization Development Manager PT. Prodia Widyahusada. Moto tersebut pula yang mengantarkannya menjadi Jawara Future HR Leader tahun 2009 dari
Majalah SWA, serta bersama timnya membawa Prodia, Laboratorium Klinik terbesar di Indonesia menjadi salah satu
penerima HR Excellence Award kategori People Development awal tahun ini.

Ida Zuraida – HR Organization Development Manager PT. Prodia Widyahusada Ida Zuraida – HR Organization Development Manager PT. Prodia Widyahusada

Menyandang gelar sarjana, Ida merasa pola pikir strategic, managerial skill dan kepemimpinannya masih perlu diasah. Ia menganggap kompetensi tersebut penting untuk kiprahnya di bidang HR yang menjadi pilihan karirnya. Untuk
mengasah kesemuanya itu, masuklah Ida ke PPM School of Management (PPM SoM) melalui pintu Program Wijawiyata Manajemen (WM), dan pada 2004 berhak menyandang gelar Magister Manajemen yang lulus dengan predikat cum laude.

Keinginannya untuk terus mengasah diri membawanya masuk ke beberapa perusahaan besar. Tidak sulit baginya
untuk memasuki dunia kerja selepas lulus dari PPM SoM, mengingat jaringan alumni yang menyebar di berbagai
perusahan seringkali membantu penempatan karir bagi lulusan baru.

Saat ini Ida menggawangi HR di Prodia, dengan jumlah karyawan hampir 5000 orang. “HR is your blood, bilang teman-
teman pada saya” ujar Ida saat ditanya passion-nya. Profesi HR seperti peran ibu dan guru, “keduanya tanpa kenal lelah
memberi yang terbaik untuk anak-anaknya, sungguh profesi mulia” lanjut Ibu dari Qianna Kallista (2th) ini. PPM
SoM sendiri pun membekali Ida keilmuan bidang HR dimana mata kuliah competency-based human resource
management & system thinking menjadi favoritnya kala itu.

Ida menuturkan, abad 21 semakin membuka mata tentang transformasi, baik di level perusahaan sampai ke level
negara. Di Perusahaan, faktor pemicu transformasi dapat bersifat internal seperti, kinerja perusahaan yang mandeg atau menurun, adanya pergantian pimpinan atau kepemilikan, perubahan visi misi, dan lain sebagainya. Sementara faktor eksternal misalnya perubahan peta kompetisi bisnis di pasaran.

Sejatinya transformasi tidak diarahkan untuk mengejar ketertinggalan dari kompetitor, namun demi continuous improvement. Ini jauh lebih sulit, yakni berkompetisi dengan diri sendiri. “Hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini” terang Ida. Sehingga Ia memandang transformasi tidak hanya untuk survival strategy, namun lebih jauh untuk peningkatan quality of life.

Baginya, transformasi strategis akan berhasil jika ada inovasi berkelanjutan, baik inovasi dalam arti pembaharuan maupun penemuan yang sama sekali baru. Dalam dunia medis misalnya, tren pengobatan masa depan mengarah pada suatu konsep yang disebut personalized medicine, dimana pengobatan mengarah pada jenis dan dosis individu yang unik dilihat dari susunan gen-nya, tidak lagi diberikan untuk semua individu. Hal ini karena perkembangan bioteknologi yang begitu pesat.

Long life learning harus menjadi budaya agar inovasi berkelanjutan dapat terwujud melalui modal manusia yang berkualitas. Disinilah letak peran strategis Divisi HR bersama dengan pimpinan perusahaan. Ia menuturkan, dari pengalamannya bekerja di berbagai perusahaan, peran para pemimpin yang harmonis menjadi sangat penting dalam menentukan arah dan menggerakkan transformasi sekaligus berperan dalam menumbuh-suburkan inovasi.

Pemimpin adalah penentu arah transformasi, dan utamanya di Indonesia, mampu berperan sebagai role model. Demi visinya ia rela 'turun gunung' mengecek dan mengevaluasi keadaan lapangan untuk memastikan sesuai transformasi yang diinginkan.

Namun, pemimpin bukanlah superman yang mampu melakukan segalanya sendirian. Menurut Ida, pemimpin harus mamp u men cetak d an memilih superman lain sebagai change agent. Bersama dengan sang pemimpin (yang juga change agent), para change agent mempengaruhi stakeholder bertransformasi bersama menuju sasarannya, mampu meramu segala resources yang ada menjadi kekuatan perubahan serta berperan sebagai penghubung dengan sumber-sumber yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Ida mengakui, selama belajar di PPM SoM ia dididik untuk mempunyai achievement orientation tinggi namun tetap humble dalam berhubungan antar sesama, tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai goal, namun tetap bekerja atas dasar tim dan penuh integritas. Aspek managerial seperti membuat perencanaan, pelaksanaan sampai melakukan evaluasi menjadi bagian penting pembelajaran di PPM SoM. Ditambah dengan bekal untuk membuat kebijakan fungsional yang tetap mengutamakan harmonisasi seluruh sistem dan prinsip kepemimpinan yang kuat untuk mewujudkannya. Filosofi dasar untuk menjadi change agent yang ia rasakan betul manfaatnya di dunia profesional yang Ia tekuni pun didapat dari PPM SoM.

 


PPM School of Management
Inspiring Transformation
Jl. Menteng Raya No. 9-19, Jakarta 10340
Telp. 021 2300313 ext. 1104, 1950 - 1954
Direct 021 2302025
mm-ppm@stm.ppm-manajemen.ac.id
pascasarjana@ppm-school.ac.id

 


 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)