Industry X.0 – Perkembangan Eksponensial Industri Masa Depan

Saat ini kita hidup di era dengan tingkat konektivitas yang sangat cepat dan kecerdasan mesin yang berkembang pesat, sebuah era yang sangat memungkinkan untuk eksploitasi kemampuan digital ke semua aspek dalam sebuah proses value chain. Survey kami beberapa waktu lalu menunjukan salah satu elemen penting di era ini adalah kemampuan melakukan transformasi digital, baik ke dalam bisnis inti maupun upaya untuk menumbuhkan suatu inovasi baru.

Dari survei tersebut menunjukan sebagian besar klien kami masih fokus untuk memanfaatkan teknologi digital hanya untuk mencapai efisiensi di internal proses bisnis mereka. Namun untuk ke depannya, dengan kemungkinan seluruh sektor industri akan ditata ulang kembali, perusahaan sebaiknya tidak perlu menunggu lagi untuk melakukan digital transformasi yang lebih dari sekedar peningkatan efisiensi kerja. Suatu perusahaan sebaiknya menjadi disrupter, bukan menjadi yang ter-disrupted. Dengan demikian, suatu perusahaan harus melakukan transformasi digital ke dalam core business mereka, dan di saat yang bersamaan harus berupaya untuk menemukan model bisnis yang baru. Hanya dengan melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan, investasi transformasi digital yang mereka lakukan memiliki peluang untuk mendapatkan return yang cepat. Hal inilah yang mendasari Accenture untuk menggagas sebuah revolusi industri yang baru yaitu Industri X.0.

INDUSTRI X.0 adalah sebuah pembaruan industri dengan menggunakan teknologi digital yang memungkinkan upaya bisnis untuk melakukan transformasi kepada core operation, pengalaman pekerja dan pelanggan mereka, dan pada akhirnya juga mengarah pada pembaruan model bisnis mereka. Dengan demikian, sebuah perusahaan dapat meningkatkan efisiensi baru di berbagai aspek, mulai dari riset & pengembangan, engineering, proses produksi, manufaktur, dan juga fungsi support, dimana semuanya itu akan didukung oleh sebuah sistem, proses, sensor dan tingkat intelejensi baru secara terintegrasi. Pengalaman pekerja dan konsumen ditata dan dikembangkan ulang secara lebih personalize dan advance seperti misalnya immersive, augmented dan virtual reality. Hal menarik lainnya adalah dengan adanya ekosistem yang lebih baik, yang memungkinkan produk, servis dan mesin-mesin industri menjadi lebih terkoneksi satu sama lain, akan memungkinkan untuk memperoleh adanya bisnis model baru dan revenue stream baru.

Sebagai penggerak dari digitalisasi value chain yang menyeluruh, Industri X.0 dapat berpesan besar untuk mengoptimalkan peluang untuk memimpin di era ini. Namun, bagi banyak perusahaan, tantangan terbesar adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari nilai-nilai lama yang sudah tertanam di dalam bisnis inti mereka, dan secara bersamaan menghadirkan inovasi dan potensi pertumbuhan dari model bisnis digital yang baru.

Dari 1,000 perusahaan yang telah mengikuti market research Accenture, 99% dari mereka menunjukkan ambisi yang tinggi akan datangnya Industri X.0. 64% setuju bahwa kegagalan memanfaatkan komponen digital akan menyebabkan mereka untuk susah bertahan. 92% ingin memberikan pengalaman baru melalui produk yang canggih dan saling berhubung.

Namun ironisnya, hanya 44% yang mampu untuk mendorong dan membuat perkembangan baru dalam perusahaannya, dan 34% yang mampu untuk melakukan transformasi dari inti bisnis perusahaan mereka. Dan pada akhirnya, hanya 13% yang sukses melakukan keduanya. Perusahaan tersebut mampu untuk mendorong efisiensi produksi dari inti bisnis dan membuat perkembangan baru melalui lini bisnis baru.

Agar supaya perusahaan dapat sukses dalam menerapkan transformasi digital, terdapat enam kapabilitas yang dibutuhkan perusahaan:

1. Transform the core, yaitu proses digitalisasi dan integrasi semua proses yang ada, meliputi engineering, produksi, dan fungsi support lainnya untuk mencapai hasil yang lebih efisien.

2. Fokus kepada hasil akhir yang ingin dicapai, dengan cara berorientasi kepada nilai sehingga bisa mendapatkan diferensiasi yang akhirnya membuat perusahaan bisa memimpin dalam persaingan.

3. Merekayasa ulang sebuah ekosistem yang baru, termasuk juga di dalamnya untuk mengembangkan mitra bisnis yang baru yang dapat membantu dalam menyokong inovasi dan kapabilitas baru.

4. Upaya inovasi untuk model bisnis baru, yaitu meciptakan revenue stream yang baru.

5. Membangun, meningkatkan dan memperbarui tenaga kerja yang baru yang lebih kompeten dan adaptable.

6. Manage the wise pivot, proses manajemen yang berkesinambungan untuk menyelaraskan investasi antara bisnis inti yang saat ini sedang dilakukan dan bisnis baru yang sedang dikembangkan.

Dengan mempertimbangkan keenam kapabilitas dalam proses bisnis, maka diharapkan terjadi transformasi yang selaras dengan kebutuhan industri ke depan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)