Jalankan People Management Berbalut Budaya Digital

Siapa yang tak kenal nama FIFGROUP? Perusahaan ini memang telah kondang di kalangan masyarakat sebagai perusahaan pembiayaan terkemuka, khususnya untuk membantu pembiayaan dalam pembelian sepeda motor merek Honda.

Namun sesungguhnya, portofolio perusahaan yang berdiri sejak 1989 ini bukan hanya dalam hal pembiayaan sepeda motor (yang ditangani melalui FIFASTRA), tapi juga untuk pembiayaan aneka kebutuhan lainnya. Ada DANASTRA yang menyediakan pembiayaan untuk mengembangkan bisnis dan modal kerja serta pembiayaan multiguna.

Lalu, ada SPEKTRA, yang menyediakan pembiayaan multiguna buat mereka yang ingin membeli produk elektronik, perabotan rumah tangga, furnitur, gadget, dan sebagainya. Ada pula AMITRA yang membantu pembiayaan perjalanan religi, seperti haji dan umroh. Plus layanan pembiayaan terdigitalisasi, yakni maucash, FIFADA, dan AstraPay.

Meskipun merupakan pemain terkemuka di sektor pembiayaan, bukan berarti tak ada tantangan dan kendala yang dihadapi FIFGROUP. Menurut Arlien Virginia Jonathan, Division Head of Human Capital FIFGROUP, era digital yang bergerak cepat membuat pihaknya berusaha memahami permasalahan dan menyiapkan strategi bisnis yang tepat. Begitu juga dari sisi SDM. Dari total karyawan FIFGROUP yang sekitar 15.900 orang pada 2020, mayoritas atau tepatnya sebanyak 90,2% merupakan Gen Y (76%) dan Gen Z (14,2%).

Pandemi Covid-19 juga memberikan dampak nyata pada industri pembiayaan nasional. Tak terkecuali bagi FIFGROUP, yang diakui Arlien juga mengalami penurunan bisnis di tahun 2020.

Kabar baiknya, FIFGROUP tetap mampu membuktikan diri sebagai pemain yang lebih baik dibandingkan para kompetitor di industrinya. FIFGROUP mencatat kenaikan kontribusi profitnya terhadap industrinya, dari 15% menjadi 22%.

Tentu, tim FIFGROUP tak tinggal diam menghadapi situasi yang berubah cepat, terutama akibat perkembangan teknologi digital dan pandemi Covid-19. Dalam presentasi di hadapan Dewan Juri HR Excellence Award, tim FIFGROUP membawakan tema “Reinventing Organization Agility to Embrace Digital Culture”.

Menurut Arlien, dalam praktik people management di masa perubahan cepat ini, FIFGROUP mengusung tiga grand strategy, yaitu Organizational Readiness, People Readiness, dan System Readiness.

Pada strategi Organizational Readiness, FIFGROUP mendigitalisasi strategi dan melakukan cascading komunikasi di antara para pemimpinnya. Dengan memaksimalkan platform digitalnya, perusahaan ini memastikan terjadi proses penyampaian ke bawah (cascading) strategi dan implementasi proyek agar ter-deliver dengan baik.

Manajemen perusahaan ini juga menekankan kembali peran dan tanggung jawab para pemimpin (leader). “Kami memberikan pembekalan kepada setiap leader di kantor pusat dan kantor cabang atas perannya sebagai agent of change dan human capital leader,” kata Arlien. Di samping itu, untuk menciptakan organisasi yang tangkas dan adaptif, FIFGROUP menggunakan strategi business process reengineering (BPR) sebagai dasar untuk pengembangan proses organisasi.

Pada strategi People Readiness, menurut Dhian Nurvita Halim, Head of Culture, Learning & People Development, prinsip yang dipegang adalah organisasi yang kuat akan memberikan hasil bisnis yang terbaik. “Untuk mencapai hal tersebut, kami harus memastikan proses people management dijalankan dengan baik,” ujar Dhian. FIFGROUP menggunakan digitalisasi proses manajemen rekrutmen sebagai katalis agar proses rekrutmennya lebih lincah dan fleksibel.

Pertama, dalam hal talent acquisition. Dhian menjelaskan, merekrut talenta terbaik dalam situasi pandemi saat ini sangatlah sulit. “Oleh karena itu, kami melakukan beberapa inovasi strategis,” katanya. Di antaranya, dalam hal employer branding, FIFGROUP memperbarui Employer Value Proposition-nya dengan mengedepankan tema “Grow with US” dan “Youth Innovation”.

Lalu, menyadari pentingnya media sosial saat ini, FIFGROUP memaksimalkan pemanfaatannya sebagai alat rekrutmen. “Kami berhasil memperoleh peningkatan follower Facebook, Instagram, dan LinkedIn,” ujarnya. Untuk proses seleksi, FIFGROUP juga berupaya efisien dengan memanfaatkan teknologi digital, yakni dengan menjalankan psikotes berbasis komputer dan wawancara secara online.

Kedua, dalam hal pengembangan (reskilling dan upskilling) karyawan. FIFGROUP menjalankan program pengembangan yang cukup komprehensif untuk memaksimalkan potensi karyawan. Tahapnya dimulai dari memetakan struktur pekerjaan berdasarkan peta kompetensi, lalu merancang alat penilaian dan program pengembangan, dilanjutkan dengan membuat mekanisme agar karyawan dapat menilai diri sendiri dan mengumpulkan umpan balik dari atasan mengenai kompetensi mereka dan area pengembangan yang dibutuhkan.

Untuk pengembangan karyawan yang berbasis pelatihan (training-based), FIFGROUP memiliki program FIFGROUP Development Journey. Pada dasarnya, program ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu pre-development program, development program, dan post-development program.

Untuk pengembangan karyawan yang bersifat non-training based, FIFGROUP mengembangkan platform digital yang unik. Di antaranya, ada Mobic, singkatan dari Monthly Business Clinic, media bulanan bagi karyawan untuk berbagi isu yang sedang tren.

Ada pula platform Ask The Expert; melalui platform ini, karyawan bisa bertanya langsung kepada manajemen terkait masalah teknis ataupun alur kerja tertentu. Tak kalah pentingnya, juga ada Project Assignment, yang akan melatih kemampuan karyawan dalam melaksanakan proyek nyata, plus aktivitas coaching and mentoring.

Pada strategi System Readiness, FIFGROUP tampaknya berupaya memastikan seluruh karyawan memiliki digital experience yang baik. “Kami berusaha memfasilitasi agar karyawan dapat memenuhi kebutuhan secara cepat dan mudah,” ujar Lona Raditya, Head of Recruitment, Talent, and Career Management FIFGROUP.

Untuk itu, perusahaan ini membentuk Human Capital Digital Ecosystem. Sistem ini dikembangkan untuk memenuhi semua kebutuhan karyawan, mulai dari rekrutmen, reward, learning & development, career management, hingga dukungan operasional secara online dan terintegrasi. Salah satu platform penting sebagai bagian dari digital ekosistem tersebut adalah FEMA, singkatan dari FIFGROUP Employee Mobile Application.  Platform ini merupakan one stop application yang membantu karyawan merasakan digital experience.

Untuk memfasilitasi komunikasi dua arah antara karyawan dan organisasi human capital, FIFGROUP juga membuat platform Halo HC; melalu platform ini, karyawan bisa berkonsultasi dengan praktisi HC perusahaan. Tidak hanya itu, pertanyaan terkait Covid-19 juga difasilitasi melalui FIFGROUP Care Center.

Menurut Lona, seluruh rangkaian aktivitas berbasis digital tersebut dapat terlaksana dengan baik karena sistemnya sudah terintegrasi. “Melalui digital ecosystem tersebut, kami ingin memberikan layanan terbaik bagi karyawan secara efektif dan efisien,” katanya.

Pada ajang HR Excellence Award 2021, FIFGROUP yang mengikuti penilaian pada dua kategori (segmen), yakni Learning & Development dan HR Digitization, memperoleh hasil memuaskan. Pada kedua kategori/segmen tersebut, rating yang diraih FIFGROUP adalah AA (Very Good).

Secara nyata, kematangan FIFGROUP dalam hal people management dan merangkul budaya digital juga terlihat dari hasil yang dicapai. Di antaranya, dalam hal pengembangan kompetensi karyawan.

Seperti diungkap Dhian, rasio leaders from within FIFGROUP mencapai angka 96,82%. “Artinya, dengan pengembangan yang kami berikan kepada karyawan, saat ini kami bisa memastikan bahwa kompetensi dan kapasitas karyawan bisa meningkat dan mampu mengisi jabatan karier di jenjang yang lebih tinggi,” katanya.§

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)