Muda dan Memiliki Aset yang Bertumbuh? Ini Caranya!

Generasi milenial, yaitu Anda yang lahir di tahun 80-an hingga 90-an, banyak dipandang sebagai generasi yang menyukai kehidupan yang bebas dan penuh kenyamanan. Bermotto YOLO, you only live once (hidup cuma sekali), kebanyakan milenial hidup untuk bersenang-senang menikmati hari ini tanpa terlalu pusing memikirkan masa depan.

Gaya hidup seperti ini membuat banyak milenial tak memiliki perencanaan finansial yang matang. Sesungguhnya, generasi milenial bukannya tak menyadari pentingnya uang. Riset menunjukkan bahwa milenial pun memiliki tabungan, namun tujuan mereka menyisihkan pendapatan dan menabung biasanya lebih banyak untuk keperluan yang sifatnya konsumtif seperti jalan-jalan atau membeli tiket konser musik.

Anda yang kini berusia 21-37 tahun dan termasuk dalam generasi milenial mungkin memiliki perilaku yang serupa. Padahal, usia muda adalah saat yang tepat untuk mulai memiliki aset investasi dan menumbuhkan uang untuk bekal masa depan. Kabar baiknya, era kemajuan teknologi menyediakan kemudahan bagi siapapun yang ingin berinvestasi dan mengubah gaya hidup konsumtif menjadi lebih produktif.

Instrumen yang cocok untuk milenial

Ada berbagai pilihan instrumen investasi yang bisa dipilih, mulai dari saham, reksadana, deposito, emas, hingga jenis instrumen yang terbilang baru dan mulai banyak digemari kaum milenial, yaitu peer to peer (P2P) lending. Jenis yang terakhir ini mampu menarik perhatian investor muda karena nilai imbal hasil yang ditawarkan bisa lebih tinggi dari deposito bank dengan risiko yang terukur. Selain itu, meski baru beberapa tahun belakangan tumbuh di Indonesia, industri P2P lending sudah diatur dalam peraturan khusus yang dikeluarkan oleh lembaga regulator, sehingga mereka yang memiliki kelas aset ini pun merasa cukup nyaman dan terlindungi.

Dalam investasi P2P lending, pemberi pinjaman atau sering juga disebut “lender” atau “funder” menginvestasikan uang mereka pada pinjaman yang diajukan oleh peminjam. Aset yang dimiliki oleh funder yaitu berupa portofolio pinjaman. Imbal hasil yang bisa didapatkan bervariasi di setiap platform P2P lending, namun sebagian besar menawarkan imbal hasil di atas 7% per tahun.

“Investasi P2P lending memang memiliki daya tarik tersendiri terutama bagi kalangan milenial yang ingin serba praktis dan menyukai instant gratification (kepuasan instan) karena instrumen ini mudah didapatkan dan mudah dikelola,” ujar Pandu Aditya Kristy, Chief Operating Officer di salah satu perusahaan P2P lending terkemuka, PT Mekar Investama Sampoerna atau yang lebih dikenal dengan sebutan MEKAR.

Kelas aset dengan risiko rendah

Lebih dari 70% funder di MEKAR berasal dari kalangan milenial. Ini karena alternatif investasi yang ditawarkan oleh platform P2P lending ini dinilai memiliki risiko yang lebih rendah dibanding kebanyakan instrumen investasi lainnya.

Mitigasi risiko memang menjadi salah satu prioritas utama bagi MEKAR demi melindungi investasi para funder. Perusahaan fintech yang mendapatkan status terdaftar di OJK pada bulan Maret tahun lalu ini menerapkan seleksi yang ketat baik terhadap peminjam maupun lembaga-lembaga keuangan yang menjadi mitra perusahaan dalam menyalurkan pinjaman ke peminjam yang kesemuanya adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hingga Desember 2018, platform yang baru-baru ini terpilih sebagai satu dari 10 platform pinjaman peer to peer teratas di Indonesia versi perusahaan konsultan global KPMG ini telah menyalurkan lebih dari Rp 107 miliar dalam bentuk pinjaman kepada hampir 50.000 pelaku UMKM di sekitar 70 kota di 10 provinsi di Indonesia.

“Peminjam kami adalah pelaku UMKM dan semua pinjaman merupakan pinjaman usaha produktif. Ini berarti peminjam kami memiliki peluang lebih besar untuk mengembalikan dana investasi para funder, karena pinjaman mereka digunakan untuk menghasilkan uang lagi. Ini juga salah satu bentuk mitigasi risiko di MEKAR,” tambah Pandu.

Untuk meningkatkan perlindungan dana investasi funder, MEKAR juga mensyaratkan lembaga-lembaga keuangan yang menjadi mitranya untuk memberikan jaminan proteksi 100% atas pokok pinjaman. Dengan begitu, meskipun seandainya terjadi kasus langka di mana peminjam mengalami kegagalan bayar, funder akan tetap mendapatkan kembali dana yang telah diinvestasikannya.

Profil risiko milenial

Semakin banyak investor milenial yang tertarik pada investasi P2P lending seperti yang ditawarkan oleh MEKAR karena dinilai sesuai dengan profil risiko mereka. Banyak ahli keuangan berpendapat bahwa sebagian besar milenial memilih menghindari risiko ketika berinvestasi karena mereka adalah investor pemula yang tidak ingin mengambil risiko besar dengan uang mereka. Karena itulah, proteksi atas pokok investasi menjadi seperti magnet yang tak bisa ditolak.

Sedangkan, sebagian milenial yang sudah lebih berpengalaman dalam berinvestasi, rasa aman yang ditawarkan membuat MEKAR jadi pilihan utama untuk mendiversifikasi portofolio mereka ke dalam kelas aset yang risikonya lebih rendah.

Pelajari tentang kelas aset untuk milenial ini di https://mekar.id.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)