Melaju Kencang Sambut Momentum Bisnis 2022

PT Kereta Api Logistik, yang dikenal dengan sebutan KAI Logistik (Kalog), adalah anak perusahaan yang dibentuk oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang melayani distribusi logistik berbasis kereta api dengan kemasan bisnis door-to-door service.

Fokus dan penguatan peran penting Kalog diwujudkan pada tahap Pre-Service dan Post Service dari layanan oleh KAI serta layanan terpadu (integrated-service) berbasis teknologi informasi sepanjang rantai jasa layanan distribusi logistik. Dibentuk pada 8 September 2009, Kalog mengembangkan sejumlah layanan, di antaranya angkut­an multikomoditas, terminal logistik, kurir dan logistik, serta penanganan batu bara.

Di samping empat layanan bisnis utama tersebut, perusahaan ini juga melayani proyek logistik, yaitu kegiatan logistik khusus barang-barang sarana dan prasarana.

“Saat ini, kami menyasar seluruh lini, mulai dari individu, business owner skala kecil hingga skala besar serta pelaku usaha, dan perusahaan, baik swasta maupun milik negara di berbagai sektor komoditas,” kata TLN. Ahmad Malik Syah, Direktur Utama PT Kereta Api Logistik.

Ahmad Malik Syah, Direktur Utama PT Kereta Api Logistik.

Diferensiasi dan keunggulan layanan Kalog dibandingkan kompetitor yaitu adanya dukungan layanan berbasis kereta api. Keunggulan yang ditawarkan Kalog di antaranya kecepatan waktu pengiriman, perjalanan terjadwal, kapasitas ang­kut yang maksimal, keamanan dan keselamatan barang kiriman, bebas dari pungutan liar, hingga bebas isu lingkungan karena angkutan kereta api merupakan moda yang ramah lingkungan.

Dengan demikian, tidak hanya mengurangi emisi gas buang dari truk. Dengan pengalihan moda darat ke kereta api, juga mengurangi kepadatan jalan raya sehingga membantu menjaga pemeliharaan infrastruktur pemerintah dengan memastikan lifetime infrastruktur jalan yang lebih lama.

Selain keunggulan secara umum, Kalog juga memiliki sejumlah keunggulan yang lebih spesifik. Antara lain, memiliki izin dan sertifikasi untuk angkutan limbah B3 berbasis kereta api, menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, serta dukungan inovasi dan modernisasi infrastruktur, khususnya pada layanan penanganan batu bara.

Disampaikan TLN. Ahmad Malik Syah, selama pandemi, Kalog telah melakukan beberapa langkah strategis. Di antaranya, peluncuran layanan Kalog+, layanan kurir yang ditujukan bagi segmen pengiriman kurir untuk berat 10 kg ke bawah. Kalog+ juga menjadi line premium untuk memfasilitasi kebutuh­an pengiriman barang dengan berat minimum sehingga pelanggan tidak perlu mengambil paket di stasiun, karena paket akan diantarkan hingga ke alamat tujuan.

Selain itu, selama pandemi, Kalog juga memberikan kontribusi dalam program sosial, seperti pengiriman gratis untuk angkutan oksigen dalam kemasan Iso Tank serta pengiriman gratis tabung oksigen kosong. Terkait hal ini, diberikan diskon pengiriman alat-alat kesehatan, obat-obatan, dan alat pelindung diri (APD) dalam rangka penanggulangan Covid-19.

Untuk memperluas pasar, Kalog juga bekerjasama dengan berbagai asosiasi serta penetrasi ke sektor UMKM, hingga semangat sinergi di lingkungan BUMN. Lebih lanjut, Kalog pun menjalankan produk less container load (LCL) yang dikolaborasikan dengan bisnis yang ada saat ini: full container load (FCL) ataupun bisnis ritel/kurir, serta mengembangkan layanan baru berupa depo kontainer untuk reefer container.

Untuk menunjang keberhasilan langkah dan terobosan, Kalog meningkatkan produktivitas sarana dan prasarana atau melakukan rekayasa operasional agar lebih efektif dan efisien. Layanan Kalog tersedia di sepanjang Pulau Jawa dan Sumatera, serta telah tersedia 150 titik layanan kurir, termasuk Bali.

“Gambaran keberhasilan terobos­an tersebut adalah tetap tumbuh dan berkembangnya bisnis Kalog di tengah kondisi ekonomi yang sulit pada masa pandemi,” ungkap Malik. Pertumbuh­an bisnisnya pada periode 2020-2021 adalah dari sisi volume keseluruhan layanan, pertumbuhannya sekitar 27%. Adapun untuk proyeksi pertumbuhan bisnis perusahaan pada periode 2021-2022 adalah sekitar 16%.

Menurutnya, kondisi bisnis logistik tidak bisa lepas dari kondisi di 2021. Pada 2021 masih banyak pembatasan sehubungan dengan pandemi seperti PSBB, PPKM, dan penyekatan area, baik lingkup regional, nasional, maupun internasional. Mulai 2022 nampak tren positif dan membaik dari sisi arus logistik regional, nasional, maupun international. “Arus orang dan barang pada 2022 semakin lancar yang menunjukkan iklim bisnis logistik semakin bergairah,” ujarnya.

Peluang bisnis logistik di 2022 dan selanjutnya adalah semakin berkembangnya bisnis e-commerce/digitalisasi. Pertumbuhan pada lini bisnis ritel/kurir pun akan semakin berkembang secara luar biasa dan menciptakan peluang pada bisnis first-middle-last mile serta pergudangan. Perusahaan ini pun sudah mulai bersiap mengambil peluang tersebut dengan mengolaborasikan semua lini bisnis yang ada serta digitalisasinya.

Begitu pula dengan rencana pene­rapan pembatasan over dimention over loading (ODOL) pada 2023, yang akan menjadi peluang besar bagi moda kereta api untuk semakin bersaing dengan moda angkutan lainnya. “Adapun tantangan yang harus dihadapi Kalog adalah persiapan sarana dan prasarana, pengembangan IT dan SDM agar tidak terlambat menyambut momentum di atas,” ucapnya.

Menurut TLN. Ahmad Malik Syah, ada tiga faktor pendorong pertumbuhan bisnis logistik pada 2022. Pertama, kondisi pandemi yang mulai membaik dan terkendali. Kedua, ekonomi yang mulai bergairah; otomatis arus orang dan barang akan kembali meningkat karena permintaan dan konsumsi semakin membaik. Produk Domestik Bruto (PDB) 2021 pun meningkat 3,69% dan Bank Indonesia memproyeksikan pada 2022 akan tumbuh 4,7%-5,5%. Ketiga, harga batu bara yang terus naik sejak 2021 dan tetap solid di 2022, sehingga permintaan angkutan batu bara via kereta api juga meningkat.

Untuk menangkap berbagai peluang tersebut, Kalog memetakan beberapa langkah strategis. Pertama, menambah space yang tersedia se­perti meningkatkan perjalanan kereta api existing, menambah relasi baru, ataupun menambah stamformasi/rangkaian gerbong pada kereta api existing. Kedua, pada semester II tahun ini, akan meluncurkan platform digital untuk kurir dan menambah agen secara masif dan jangkauan area yang semakin luas.

Ketiga, meningkatkan layanan first dan last mile di bisnis LCL maupun ritel/kurir. Dan keempat, meningkatkan dan menambah kapasitas container/cement/coal yard (CY) serta warehousing dan distribution centre (DC).

Untuk memperkuat pemodalan, per­usahaan ini pun berencana menjadi perusahaan terbuka. “IPO sudah menjadi rencana jangka panjang per­usahaan,” ungkap Malik. Berbagai strategi yang dilakukan itu sebagai bentuk kesiapan menyambut momentum emas 2022 yang lebih bergairah dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun 2021, bisnis logistik menjadi andalan KAI sebagai induk per­usahaan Kalog. Tahun lalu, perseroan mencatatkan kenaikan volume angkut­an barang sebesar 12,7% dengan meng­angkut 50,9 juta ton barang, naik dari tahun sebelumnya yang sebanyak 45,1 juta ton barang.§

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)