Memanfaatkan Integrasi Ekonomi ASEAN untuk Mengoptimalkan Rantai Persediaan

Accenture-2Kawasan ASEAN mengalami pertumbuhan pesat dengan proyeksi menjadi ekonomi keenam terbesar pada 2020 dengan GDP senilai USD 3,1 triliun. Kehadiran ASEAN Economic Community (AEC) menuntut perusahaan untuk mencapai regionalisasi operasional serta mengoptimalkan rantai persediaan yang menyeluruh.

Sebagai formalisasi dari aspirasi kawasan untuk memperkuat keterkaitan pasar dan menurunkan hambatan-hambatan perdagangan, AEC diharapkan menjadi basis pertumbuhan di bawah empat pilar kunci: Landasan Pasar dan Produksi Tunggal, Kawasan Ekonomi yang Kompetitif, Pertumbuhan Ekonomi yang Merata dan Integrasi Terhadap Ekonomi Global.

Keberhasilan peningkatan perdagangan yang mapan di dalam atau di luar ASEAN tergantung pada kemajuan kapabilitas dan pelaksanaan rantai persediaan yang efisien. Visi untuk memiliki landasan pasar dan produksi tunggal hanya bisa tercapai dengan penurunan tarif, peningkatan standardisasi regulasi dan prosedur dalam hal tata laksana rules of origin (ROO) dan koordinasi percepatan proses bea cukai.

Berdasarkan studi “The Future-Ready Organization: Building on ASEAN’s Economic Integration to Optimise Supply Chains”, Accenture telah mengidentifikasi beberapa cara organisasi-organisasi dapat melindungi diri saat ini dan mendatang dalam mengelola rantai persediaan.

Untuk mengetahui kesempatan apa saja yang muncul di ASEAN, para pelaku bisnis harus melakukan asesmen terhadap strategi sourcing mereka dengan mendiagnosa supplier yang digunakan saat ini. Diperlukan investasi yang lebih besar dalam memahami konsep penurunan tarif untuk mengidentifikasi harga kompetitif, serta menganalisa skenario biaya untuk mengoptimalkan biaya dasar dan menekan modal.

Melakukan review terhadap pengembangan produk dan strategi manufaktur merupakan tindakan tepat. Harmonisasi produk, konsolidasi kapasitas manufaktur dan melihat kembali standar kualitas regional akan membantu memperbaiki skala ekonomi. Dengan adanya manufaktur se-ASEAN dan penurunan SKU (stock keeping unit), para manufaktur akan mendapat kesempatan untuk menurunkan biaya per unit serta meningkatkan jangkauan ke konsumen.

Sudah waktunya para pebisnis melihat ke arah organisasi rantai persediaan yang tersentralisasi melayani kawasan ASEAN daripada sekadar melayani pasar lokal. Berbagi kapabilitas dan sumber daya dalam penggunaan “control tower” akan memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan kerangka regional terintegrasi yang mendukung pengambilan keputusan dan menyempurnakan kinerja rantai persediaan di kawasan ASEAN, dan pada saat yang sama meningkatkan kebutuhan talenta dan kekosongan sumber daya.

Manfaat yang diperoleh termasuk analitik tersentralisasi, visibilitas “real-time”, perbaikan jadwal eksekusi proses, rantai persediaan terintegrasi, perangkat yang mendukung kolaborasi, dan yang tak kalah penting meningkatkan agilitas dalam mengalokasi profitabilitas di pasar yang selalu berubah.

Terakhir, perusahaan sebaiknya berinvestasi dalam memperoleh visibilitas digital untuk mengukur permintaan secara tepat. Analisis pola-pola geo-spasial dan kanal-kanal khusus memungkinkan untuk melakukan forecast yang lebih presisi sehingga dapat menyusun jadwal pembelian, produksi dan distribusi dengan lebih baik.

Memasukkan analitik dalam operasional perusahaan akan meningkatkan gambaran yang lebih baik terkait permintaan pelanggan dan tren yang terjadi, terutama pada konsumen yang melek teknologi seperti di Indonesia. Menghargai platform digital untuk promosi produk dan membina hubungan dengan pelanggan juga merupakan cara yang efektif dan efisien dalam mengukur serta melakukan penyesuaian kebutuhan konsumen.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)