Menciptakan Wirausahawan Sosial

Tekad dan semangat mengembangkan usaha perlu dibarengi kepedulian terhadap lingkungan sosial. Kepedulian ini perluditumbuhkan pada generasi muda sehingga nantinya dapat menggarap berbagai potensi bisnis Tanah Air, sekaligus ikut memberikan kontribusi untuk mengatasi berbagai masalah sosial yang ada.

Warga desa Nglanggeran sedang membuat penganan dodol untuk dijadikan oleh-oleh yang akan dijual di Nglanggeran Mart kepada pengunjung kawasan ekowisata Gunung Api Purba Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul. Nglanggeran Mart kawasan ekowisata Gunung Purba dikembangkan Sentra Pemuda Taruna Purba Mandiri yang menjadi salah satu pemenang wirausaha sosial pada program MBM Challenge. Warga desa Nglanggeran sedang membuat penganan dodol untuk dijadikan oleh-oleh yang akan dijual di Nglanggeran Mart kepada pengunjung kawasan ekowisata Gunung Api Purba Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul. Nglanggeran Mart kawasan ekowisata Gunung Purba dikembangkan Sentra Pemuda Taruna Purba Mandiri yang menjadi salah satu pemenang wirausaha sosial pada program MBM Challenge.

Berangkat dari hal itu, Bank Mandiri kemudian memandang perlu mengembangkan konsep kewirausahaan sosial. Sebab, hal ini selaras dengan kultur masyarakat Indonesia serta diharapkan dapat memacu pertumbuhan dan kemajuan ekonomi bangsa.

Caranya, Bank Mandiri menggagas sebuah inovasi berupa Wirausaha Sosial Mandiri. Program yang dirintis sejak 2012 ini bertujuan untuk membantu mendorong percepatan pembangunan berbasis komunitas.

Melalui gagasan ini, Bank Mandiri ingin mendorong munculnya  socioentrepreneurship di Indonesia. Program ini juga bermaksud untuk memberikan penghargaan kepada individu maupun komunitas yang telah berjasa mengembangkan kewirausahaan sosial, sekaligus membantu merealisasikan ide kewirausahaan sosial di kalangan anak muda untuk melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar atau membantu mempercepat proses kemandirian sosial.

Mandiri berkeyakinan bahwa kewirausahaan sosial dapat menjadi sarana efektif untuk mengakselerasi kesejahteraan masyarakat. Contoh aktivitasnya sederhana, seperti mengubah limbah ikan yang selama ini tidak terpakai dan mencemari lingkungan, ternyata bisa dijadikan pakan ternak dan bernilai bisnis.

Wirausaha Sosial Mandiri ini bukan sekedar ajang kompetisi biasa. Program ini menggabungkan kompetisi dengan kegiatan pelatihan di bidang  kewirausahaan sosial. Pelatihan tersebut meliputi inovasi kewirausahaan sosial, manajemen SDM, pengembangan bisnis model, manajemen finansial, kepemimpinan dan komunikasi yang efektif.

Di Argorejo, Bank Mandiri memberdayakan masyarakat desa untuk mengoptimalkan potensi wilayah, termasuk memanfaatkan pupuk organik untuk digunakan pada areal sawah sehingga produksi padi dapat lebih baik dan sehat. Di Argorejo, Bank Mandiri memberdayakan masyarakat desa untuk mengoptimalkan potensi wilayah, termasuk memanfaatkan pupuk organik untuk digunakan pada areal sawah sehingga produksi padi dapat lebih baik dan sehat.

 

Kontribusi Positif Untuk Negeri

Keseriusan Bank Mandiri menggarap wirausaha sosial bukan isapan jempol. Beberapa alumni kompetisi ini terus berkontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya. Di Kawasan Gunung Api Purba misalnya. Wahana ekowisata di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta ini memiliki potensi wisata yang unik,  antara lain Embung Kebun Buah Nglanggeran, Sumber Mata Air Comberane dan beberapa peninggalan benda purbakala.

Saat ini, kawasan ekowisata Gunung Api Purba Desa Nglanggeran dikelola oleh Sentra Pemuda Taruna Purba Mandiri, yang menjadi salah satu pemenang program Wirausaha Sosial Mandiri yang dikenal dengan ‘Mandiri Bersama  Mandiri Challenge’ pada 2012 lalu.

Sebagai pemenang pertama kategori Semi Established Sektor Pariwisata, Sentra Pemuda Taruna Purba Mandiri berhak atas project capital senilai Rp 300 juta. Adapun dana project capital tersebut saat ini digunakan sebagian besar untuk pembangunan Nglanggeran Mart sebagai pusat souvenir, pembelian bahan baku dan pelatihan pertanian organik bagi masyarakat di kawasan ekowisata Gunung Api Purba.

Contoh lainnya di Argorejo, Bank Mandiri juga mendirikan laboratorium mini pertanian di lahan seluas 500 meter persegi. Di dalam laboratorium dengan konsep integrated farming ini terdapat aneka tanaman, baik yang ditanam langsung di tanah maupun melalui media polibag; kandang sapi lengkap dengan instalasi pengolahan kotoran sapi menjadi bio gas; rumah produksi jamur tiram berkapasitas 2.000 baglog dan kolam ikan lele.

Tidak hanya melibatkan para petani dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di kawasan Argorejo, Bank Mandiri dan UGM juga melibatkan para istri petani. Mereka diberikan pendampingan untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal agar dapat menghasilkan bahan pangan. Dengan memanfaatkan polibag, warga Dusun Polaman menanam cabai, sawi, tomat, terong, kacang panjang dan jahe di halaman rumah masing-masing.

Program tersebut merupakan wujud kontribusi nyata Bank Mandiri kepada lingkungan dalam bentuk pengembangan masyarakat dengan tujuan  meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut seiring dengan pertumbuhan bisnis Bank Mandiri, khususnya bisnis mikro yang merupakan segmen pembiayaan kepada pengusaha kecil, yang saat ini berkembang semakin pesat.

Terlepas dari berbagai cerita keberhasilan tersebut, satu hal yang perlu  dipahami bersama adalah pengembangan wirausaha sosial sangat baik untuk menciptakan nilai dan membawa perubahan bagi sekitar. Tidak sekedar manfaat finansial, tetapi bergerak untuk bisa maju bersama.

 


 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)