Drive your performance by using Big Data (Bahasa)

Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk mengubah organisasinya menjadi lebih efektif dan efisien, analisa mendalam terhadap Big Data harus menjadi langkah pertama dari perjalanan transformasi tersebut.

Satya Radjasa, Country Business Leaderat Mercer Satya Radjasa, Country Business Leaderat Mercer

Banyak perusahaan di pasar yang sedang tumbuh seperti Indonesia berjuang untuk mempertahankan terbaiknya, mereka seringkali harus menghadapi tingkat employee turnover yang tinggi dan terkadang juga penurunan kinerja akibat dari keluarnya talent terbaiknya tersebut.

Meskipun prospek bisnis di Indonesia masih terbilang menguntungkan di tahun-tahun mendatang, namun organisasi perlu mengantisipasi kondisi masa depan dan secara proaktif melakukan pengukuran untuk membuat diri mereka menjadi kompetitif atau bahkan lebih baik dari pesaing mereka. Tekanan biaya, rencana pertumbuhan, turnover karyawan, dan ukuran yang tepat akan terus menjadi agenda utama pemimpin sekarang dan terlebih di masa depan seiring dengan semakin ketatnya kompetisi. Untuk mengatasi tantangan ini, divisi Sumber Daya Manusia (SDM) harus membuat organisasinya dapat beradaptasi dan menganalisa data perusahaan yang komprehensif atau yang biasa disebut Big Data, seperti data gaji dalam beberapa tahun, kinerja keuangan, omzet, data organisasi & bisnis, dan pengembangan sumber daya manusia.

Pertama, divisi SDM perlu menentukan metriks pengukuran yang tepat untuk mengukur isu tenaga kerja yang ada saat ini dan di masa depan, termasuk tren dan kebutuhannya (keuangan, struktur tenaga kerja & biaya outsourcing fungsional, rentang kendali di perusahaan, dan program retensi karyawan). Kemudian, langkah kedua dari analisa tersebut adalah data yang dimiliki perusahaan dengan pasar. “Namun perbandingan ini harus dilakukan dengan hati-hati karena tidak semua perusahaan sama dalam hal strategi, budaya, sejarah, maupun individunya", Eric Deltour, Head of Transformation & Organization Performance MERCER mengungkapkan.

Mercer Analytics™ framework to measure efficiency & effectiveness of an organization Mercer Analytics™ framework to measure efficiency & effectiveness of an organization

Melalui intervensi berdasarkan fakta tersebut, divisi SDM dapat menentukan tingkat produktivitas yang harus dimiliki karyawan mereka, menantang dilakukannya efisiensi dan efektivitas di seluruh perusahaan, dan mengidentifikasi perbaikan untuk Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia mereka, yang terdiri dari manajemen kinerja, struktur penghargaan, pelatihan dan pengembangan, serta jenjang karir dan talent management.

Eric, Head of Transformation & Organization Performance at Mercer Eric, Head of Transformation & Organization Performance at Mercer

Satya Radjasa, Country Business Leader MERCER menyebutkan, banyak perusahaan multinasional yang sudah menerapkan pendekatan ini sebagai titik awal transformasi mereka. Misalnya, Unilever yang sebelum tahun 2005 banyak mengalami silo dalam operasional perusahaannya, yang berarti tidak ada keselarasan di antara unit bisnis yang berbeda-beda. Karena itu, Unilever memulai proses transformasi menjadi One Unilever dengan fokus pertama pada divisi SDM. "Setelah menganalisa Big Data, manajemen puncak mereka memutuskan untuk melakukan rencana transformasi global dalam rangka meningkatkan proses bisnis dan birokrasi di perusahaan yang sebelumnya tidak efisien," kata Satya.

Dengan demikian, pendekatan Big Data ini membantu perusahaan untuk menentukan roadmap transformasi mereka sebagai rencana perbaikan kinerja yang berkelanjutan. Selanjutnya, bagian yang paling menantang pada proses tersebut adalah pelaksanaannya. Meskipun perubahan dalam setiap organisasi tidak dapat dihindari, namun berubah itu selalu tidak mudah dan menerapkan roadmap transformasi itu selalu menantang. Memang, divisi SDM harus mendefinisikan pendekatan manajemen perubahan untuk membuat orang bergerak dari kondisi organisasi saat ini menuju kondisi yang ditargetkan, serta memastikan hasil yang berkelanjutan.

Eric mengungkapkan, pendekatan manajemen perubahan yang lengkap harus mencakup komunikasi, pelatihan, dan mobilisasi seluruh pemangku kepentingan. Mendefinisikan pendekatan yang paling tepat adalah faktor kunci dari keberhasilan sebuah transformasi. Jadi, pendekatan holistik ini akan memungkinkan pemantauan yang ketat terhadap hasil dari implementasi roadmap transformasi tersebut secara kuantitatif, dan akan membantu manajemen puncak untuk menyelaraskan organisasi dengan strategi mereka.

Eric Deltour, Head of Transformation & Organization Performance at Mercer
(eric.deltour@mercer.com)

Satya Radjasa, Country Business Leader at Mercer
(satya.radjasa@mercer.com)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)