The Utilization of Data in Workforce Analytics (Bahasa)

English | Bahasa

Dengan bantuan data yang baik, analitik tenaga kerja dapat mengungkap insight untuk menentukan siapa orang terbaik untuk sebuah pekerjaan, investasi apa yang akan diterapkan pada individu tersebut, kemampuan yang harus dikembangkan, dan di bagian mana mereka ditempatkan atau dipromosikan.

Satya Radjasa, Principal, Country Business Leader Talent Consulting at Mercer - Paul Surprenant, President Director of Mercer Satya Radjasa, Principal, Country Business Leader Talent Consulting at Mercer - Paul Surprenant, President Director of Mercer

Apakah yang dimaksud dengan big data? Bagaimana data tersebut berbeda dengan data lainnya? Sesungguhnya, selama ini data selalu tersedia dalam jumlah besar. Peralatan yang tersedia untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menganalisanya juga selalu ada. Tetapi belum lama ini, jumlah data telah melampaui kemampuan peralatan kita untuk mengelolanya secara efektif. Muncullah gagasan big data, yang mengacu pada tantangan bahwa peralatan yang ada waktu itu tidak mampu mengelola jumlah data yang terus bertambah secara eksponensial, yang tersusun dari data terstruktur dan tidak terstruktur. Dengan kata lain, ‘terlalu banyak, terlalu cepat’.

Beruntung, peralatan telah menjadi semakin canggih. Kemampuannya dalam menangani
3V (volume, velocity, variety) dari big data telah jauh lebih baik. Untuk para pemimpin yang mencari penggunaan data yang lebih baik dalam pengambilan keputusan dan
operasi mereka, kita telah tiba pada sebuah ‘titik penentu’. “Data, baik ‘besar’ maupun
‘kecil’, perlu dikelola secara efektif jika kita hendak mengambil nilai darinya,” kata Paul Surprenant, President Director of Mercer.

Tidak ada satu formula yang tepat bagi organisasi untuk dapat menggunakan data dengan lebih efektif, namun terdapat beberapa aturan yang penting.

- Ketahui apa yang benar-benar penting: Para pemimpin selalu menggunakan informasi dalam pengambilan keputusan mereka. Tantangannya sebelum ini adalah keterbatasan informasi, tapi kini tersedia hampir terlalu banyak. Untuk menyikapinya, prioritaskan di mana Anda memerlukan keunggulan data. Mengidentifikasi di mana informasi yang baik adalah penting dalam keputusan dan
operasi Anda. Pertimbangkan ini dalam seluruh organisasi Anda. Untuk setiap fungsi, identifikasi keputusan dan proses yang benar-benar penting.

- Memahami apa yang Anda miliki: Identifikasi data apa yang telah tersedia bagi Anda. Kata kuncinya adalah ‘tersedia’. Jadilah ekspansif. Hal ini lebih dari sekadar penggunaan internal Anda. Pikirkan SEMUA poin di mana Anda mengumpulkan data, dari front hingga back-end, dan bagaimana Anda mengumpulkannya. Lihatlah yang eksternal juga. Perusahaan memiliki database internal yang kaya, namun data eksternal memberikan konteks.

- Berpikir ke depan: Visualisasikan bagaimana Anda ingin melihat informasi Anda dan jangan pernah berhenti memperbaiki gambaran tersebut. Pikirkan informasi yang akan Anda butuhkan dalam 3 - 5 tahun. Tantang diri Anda, akankah data ini benar-benar membedakan perusahaan Anda dari pesaing, atau akankah Anda semua menggunakan informasi yang sama ketika membuat jenis keputusan yang sama.

Big data menawarkan kesempatan yang menakjubkan. “Saya banyak membaca tentang bagaimana perusahaan menggunakan big data untuk memperbaiki produk mereka serta memasarkan dan menjualnya dengan lebih efektif. Tapi ini lebih dari sekadar itu. Big data sedang diterapkan dalam berbagai cara dan itu membawa dampak besar dalam hal kesehatan, perencanaan tenaga kerja, layanan pemerintah, manajemen risiko dan analisis aktuaria, pemodelan iklim, penelitian, bahkan manajemen lalu lintas!” tutur Paul.

Satya Radjasa, Country Business Leader at Mercer menambahkan bahwa big data juga dapat digunakan oleh Pemerintah untuk meningkatkan layanan publik. “Sangat bisa. Pemerintah kita dapat memanfaatkan big data untuk mengungkap insight tentang layanan publik mana yang sudah baik dan mana yang tidak tepat. Hampir setiap fungsi organisasi dapat memetik manfaat dari penggunaan big data. Waktu yang tepat bagi sebuah  organisasi untuk mulai menggunakan big data mereka adalah saat ini juga,” ujarnya.

Satya juga membahas pentingnya big data dalam analitik tenaga kerja. Memiliki data yang memadai tentang karyawan akan berguna untuk menentukan hal yang membantu mereka melaksanakan tanggung jawabnya, mengembangkan karir, dan berhasil sebagai individu dalam organisasi. Selain mempertahankan bakat terbaik, big data juga berguna dalam praktik rekrutmen. Sekolah mana yang menghasilkan lulusan yang umumnya mendapat penilaian kinerja lebih tinggi saat mereka memulai di organisasi itu? Apa ada korelasi antara siswa yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler dan kinerjanya yang baik di tempat kerja? Memiliki data untuk menjawab pertanyaan itu akan berguna dalam keputusan rekrutmen dan promosi.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Mercer adalah penyedia data tenaga kerja terbesar di Indonesia. Mercer bekerja dengan perusahaan-perusahaan untuk mendongkrak data lokal dan global, memadukannya untuk melakukan benchmark analysis mengenai performa organisasi tersebut terhadap pesaingnya. “Kami awali dari strategi bisnis, kemudian dari situ kami membantu setiap organisasi untuk memahami dan membangun tenaga kerja dan talentanya untuk masa yang akan datang,” kata Paul..

Marsh & McLennan Companies
Sentra Senayan II Lt. 15 Jl. Asia Afrika No.8
Jakarta 10270, Indonesia
Telp +62 21 57905566 - Fax +62 21 57905577
www.mercer.co.id
Contact email: satya.radjasa@mercer.com
paul.surprenant@mercer.com

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)