Mubadala Petroleum Indonesia Implementasikan Platform Digital untuk Cetak Pemimpin Terbaik

Dalam urusan human capital, Mubadala Petroleum Indonesia memiliki visi besar yaitu menjadi the employer of choice pada tahun 2024. Untuk mencapainya, anak usaha Mubadala Investment Company milik Pemerintah Abu Dhabi, Uni Emirat Arab ini pun terus meningkatkan program yang berkaitan dengan learning and development setiap tahunnya. Khusus pada 2021-2022, fokus mereka adalah meningkatkan human capital digitalization.

Bambang Sudjatmiko, Human Capital Manager Mubadala Petroleum Indonesia, mengatakan bahwa perusahaannya menerapkan pendekatan modular dalam mengelola talenta dan menumbuhkan pemimpin, yang disebut Integrated & Systematic Development Action Plan. Di sini, Individual Development Program (IDP), Talent Review dan Other Requirements dikombinasikan dan dipantau dalam satu platform HR Information System melalui Oracle, sebuah sistem manajemen database relasional (RDBMS) berbasis SQL (Structure Query Language) yang membuat pengguna komputer dapat mengakses informasi dari dalam database komputer dengan mudah dan cepat..

Pengembangan karyawan tersebut dipantau melalui tiga pilar: Performance ManagementCompetency Management, dan Key Players Management. “Ketiganya juga dimonitor oleh pemerintah melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), dimana kami telah dianugerahi Career Development Management Award selama tiga tahun berturut-turut,” ungkap Bambang.

Bambang melanjutkan, dalam menggembleng SDM-nya, Mubadala Petroleum Indonesia mengembangkan tiga kurikulum business leadership yang telah berlaku dan dijalankan di seluruh level. Tiga kurikulum itu meliputi Lead Self (didesain untuk meningkatkan produktivitas karyawan); Lead Others (dirancang untuk meningkatkan manajer atau supervisor); dan Lead Business (dibuat untuk para eksekutif dan manajer senior atau manajer departemen).

“Semuanya saat ini sudah tersedia dalam modul online yang terintegrasi dengan platform Coursera sehingga karyawan bisa mengaksesnya di mana pun dan kapan pun,” katanya. Adapun bentuk pembelajarannya secara garis besar dilakukan dengan cara on the job experience (70%), coaching and feedback (20%), dan formal training (10%). 

Coursera sendiri adalah sebuah sistem pembelajaran melalui kelas daring berbasis di Amerika yang sejak 2012 telah bekerjasama dengan berbagai Universitas di dunia dalam memberikan kursus, sertifikasi dan diploma dalam berbagai bidang pelajaran yang dapat diakses oleh peserta dalam jumlah masal, hingga puluhan ribu peserta atau lebih. Pemerintah Abu Dhabi telah bekerja sama dengan Coursera sehingga semua perusahaan terafiliasi termasuk Mubadala Investment Company dan anak usahanya dapat menyediakan sistem ini bagi semua karyawannya untuk mengakses berbagai modul pembelajaran dan pelatihan yang terkait dengan peningkatan keterampilan dan kebutuhan sertifikasi pekerjaan.

Selanjutnya, dalam melakukan upskill dan reskill untuk future digital leaders, Mubadala Petroleum Indonesia memiliki beberapa strategi dan kreativitas. Antara lain, mengadakan Talent Mapping dan Identifying the Successor setiap tahun. Bambang menjelaskan, identifikasi suksesor dilaksanakan berdasarkan readiness level yang terdiri dari tiga aspek, yaitu ready next (1-4 tahun), high potential national, dan emergency stand in.

Semuanya didokumentasikan dan dipantau dalam succession handbook yang dipegang para manajer departemen. “Saat ini 37% karyawan kami telah dipetakan sebagai high performer dalam organisasi, dan 85% suksesor posisi kunci dan kritikal telah diidentifikasi,” katanya.

Strategi berikutnya adalah coaching/mentoring program journey. Pada strategi ini, jumlah pairings terus ditingkatkan. Bambang memaparkan, tahun 2018 dimulai dengan 10 pairings dan coaching/mentoring booklet. Tahun 2019 menjadi 25 pairings, lalu ada Coaching/Mentoring Agreement, Action Plan, Pre-defined, dan Goals Sheet.

Tahun 2020, walaupun ada pandemi, program tetap berjalan bahkan meningkat menjadi 38 pairings dan menjadi benchmark bagi unit bisnis Mubadala Petroleum di negara lain. Lalu, tahun 2021 menjadi 42 pairings, serta dilengkapi dengan skill untuk menjadi coach (mentor program).

Perusahaan pun memfasilitasi customized learning experience, baik yang bersifat eksternal maupun internal. Untuk eksternal, perusahaan rutin mendaftarkan karyawan mengikuti public training dan sertifikasi.

Dalam lima tahun terakhir, kata Bambang, pelatihan karyawan telah mencapai 4/382,69 man-days. Sementara untuk internal, karena sudah memanfaatkan digital, pembelajaran bisa bersifat self-paced learning melalui Coursera.

“Selama pandemi, kami tidak ingin berhenti menjalankan proses learning. Jadi, kami kolaborasi dengan Coursera for Business untuk self-paced online training yang mencakup ribuan topik pembelajaran. Hingga sekarang, perkiraan total jam belajar di Coursera telah mencapai 1.235 jam,” Bambang menjelaskan.

Terkait program pengembangan kepemimpinan, Mubadala Petroleum Indonesia memiliki leadership development program yang terbagi menjadi tiga. Pertama, In-House Leadership Program yang dilakukan dua kali setahun. Kedua, Leaders in Leading Business Program, berkolaborasi dengan Harvard Business School dan Oxford University. Lalu ketiga, Young Engineers Development Program untuk fresh entry level.

Selain itu, di tengah situasi pandemi ini, jajaran pimpinan perusahaan juga memberikan perhatian lebih kepada karyawan dalam hal konsultasi, motivasi, serta bentuk dukungan lainnya. “Hingga sekarang ada lebih dari 70 Call Reports from Leaders Generated. Ini membuktikan leaders kami menunjukkan extended support di tengah situasi pandemi ini,” ungkapnya.

Dengan langkah-langkah yang sistematis dan penuh komitmen ini, Mubadala Petroleum Indonesia tentunya berharap punya pijakan yang kuat untuk meraih visi besarnya: menjadi the employer of choice pada tahun 2024.

Arie Nauvel Iskandar, Manager of External Relations & Communications menambahkan, “Selain upaya mewujudkan salah satu nilai perusahaan yang kami yakini Integrity, untuk selalu berupaya melakukan upaya yang benar dan dengan cara yang benar, Penerapan digital platform di semua aspek pekerjaan sudah tentu menjadi keharusan bagi perusahaan, terlebih dengan datangnya pandemi COVID-19 turut mengakselerasi implementasi sehingga karyawan tetap mendapatkan pengembangan karir dan keterampilan walaupun sedang bekerja dari rumah (work from home). Mubadala Petroleum Indonesia telah memenuhi kebutuhan ini dengan mengadopsi berbagai sistem sebagaimana dijelaskan diatas bagi semua karyawan kami.” menutup wawancara ini.  (*)

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)