Onda Aktif di Media Sosial, Branding Kian Maksimal

Akun Instagram @onda.indonesia per 9 November 2019 diikuti 4.018 follower. Beragam konten kreatif diunggah di akun ini, misalnya komik strip mengenai keunggulan keran Onda seri V 6888 CA. Konten yang diunggah pada 23 Oktober 2019 ini mendapat 723 like. Konten lainnya di Facebook, Onda menawarkan sayembara berhadiah voucer senilai Rp 500 ribu. Begitulah strategi PT Onda Mega Industri (OMI) mempromosikan produk sanitasi, plumbing, dan aksesorinya di media sosial.

( kanan ) Hansel Setiabudi Manager Public. Relation Debbie Boedijono Martleting Manager . Arie Maulana parwira Atmadja Direktur ONDA

Perlahan-lahan, OMI pada 2016 mengawali aktivitas pemasaran digital berbagai produk Onda di medsos. “Fase awal Onda memasuki era digital itu sekitar tahun 2016. Kami memiliki grup Facebook untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat digital. Sekarang Instagram sudah ngetren, sehingga kami mulai meningkatkan engagement di Instagram,” kata Arie Maulana Prawira Atmadja, Direktur Utama OMI.

Arie mengapresiasi tim pemasaran digital perusahaan ini lantaran jumlah follower akun @onda.indonesia meningkat dalam setahun terakhir. “Followers akun Instagram kami naik, dari awalnya 1.000 follower, sekarang naik 300% menjadi hampir 4 ribu followers,” ungkapnya.

Arie Maulana parwira Atmadja Direktur ONDA

Menurut Arie, pemasaran Onda di platform digital merupakan respons perusahaan untuk mengikuti perkembangan zaman. Sebelumnya, komunikasi konsumen dengan Onda lebih sering di ranah konvensional. Untuk itu, manajemen merekrut pegawai yang piawai menangani pemasaran digital untuk merancang cetak biru strategi pemasaran digital.

“Kami belajar dari nol untuk mengomunikasikan produk Onda. Pola komunikasinya dilakukan setiap hari di medsos. Saat ini, komunikasi di Instagram itu polanya a daily basis, pelanggan bisa in touch dengan kami,” Arie menjelaskan. “Jadi, publik bisa menangkap brand awareness produk Onda lebih cepat dibandingkan dahulu kala ketika pelanggan mungkin hanya bertemu kami sebulan sekali,” tambahnya.

Konten dan gaya komunikasi Onda disesuaikan dengan pengguna medsos yang umumnya dari kalangan muda. Pemasaran di medsos ini melengkapi kanal yang sebelumnya sudah tersedia di website onda.id yang berfungsi sebagai etalase produknya.

Langkah selanjutnya, manajemen melakukan rebranding, yang megubah font logo Onda menjadi lebih minimalis dan mudah terbaca dari sebelumnya yang tampak kaku dan old style; membuat maskot Onda; merancang gaya komunikasi yang santai dan bersahabat tatkala berinteraksi dengan konsumen; serta mengombinasikan dan mengintegrasikan pemasaran di kanal digital dengan konvesional, seperti membuat sayembara di medsos yang terkoneksi dengan toko-toko bangunan.

Arie Maulana parwira Atmadja Direktur ONDA

OMI juga mengadakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan customer engagement, serta merekrut tenaga profesional di bidang hubungan masyarakat untuk mengomunikasikan produk Onda di ruang publik. “Sehingga, market di kanal digital dan tradisional pun terkoneksi. Inilah tanda-tanda yang menunjukkan kami konsisten berinovasi dan senantiasa berupaya relevan dengan keinginan customer,” Arie menegaskan.

Berbagai strategi itu merupakan upaya manajemen untuk merangkul konsumen potensial di segmen pasar menengah-atas dan konsumen berumur 35-55 tahun. “Saat ini, dilihat dari positioning pasar, kami berada di pangsa pasar menengah. Customer engagement kami naik 8-10% dan brand awareness tumbuh 8%. Yang pasti, pasar sedang berkembang,” kata Arie.

Pihaknya tidak hanya mengincar toko-toko bangunan tradisional, tetapi juga masuk ke proyek dan pasar modern. Menurut Arie, kapasitas produksi meningkat karena aspek tersebut kian meningkat. Rencananya, manajemen akan membuka toko online di marketplace sebagai etalase dan untuk meningkatkan citra merek (branding awareness), serta memodifikasi pengemasan produk. (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)