Oxygen Jagoan Koneksi Internet Broadband yang Tumbuh Cepat karena Word of Mouth

Di bisnis penyediaan koneksi internet, nama Oxygen memang belum sepopuler pemain-pemain lama yang lebih dulu menggarap pasar internet broadband di Indonesia. Maklum, merek Oxygen.id memang baru diluncurkan PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) pada 2015.

Namun, melihat perkembangannya, acungan jempol layak dialamatkan ke perusahaan yang sudah membangun koneksi internet ke sekitar 200 ribu homepass ini. Diam-diam, Oxygen sudah memiliki 3.000-an pelanggan korporat. Pelanggan ritelnya bahkan sudah lebih dari 70 ribu.

Mauldi Wirastomo, GM Produk & Solusi (Oxygen.id) PT Moratelindo

“Selama ini kami memang tidak banyak melakukan publikasi. Kami berkembang baik dari word of mouth,” kata Mauldi Wirastomo, GM Produk & Solusi (Oxygen.id) PT Moratelindo. Satu hal yang disyukuri manajemen Moratelindo, Oxygen bisa tumbuh baik seiring dengan meningkatnya kebutuhkan masyarakat akan akses internet. Mauldi memberi contoh, dari April 2020 hingga kini, pertumbuhan Oxygen di segmen ritel sangat pesat, mencapai 150%.

Pesatnya pertumbuhan Oxygen tentu tak lepas dari solusi dan layanan yang diberikan kepada pelanggan. Dalam hal ini, Oxygen bukan hanya menyediakan layanan koneksi internet (ISP) tetapi juga IPTV dengan lebih dari 60 kanal televisi, sehingga pelanggan bisa memilih berbagai jenis paket produk yang disediakan. Ada paket Stream untuk pelanggan yang hanya butuh koneksi internet, juga ada paket Zoom, Power, dan Sporty bagi pelanggan yang ingin berlangganan berbagai konten televisi. Untuk paket Zoom 25, misalnya, pelanggan mendapatkan paket internet dengan kuota unlimited, Wi-Fi Modem, bisa menonton 61 kanal TV, bisa diakses empat gadget, gratis instalasi, dan biaya bulanan hanya Rp 324.000.

Salah satu keunggulan jaringan Oxygen.id yaitu menggunakan jaringan serat optik mumpuni yang disebut Gigabit Passive Optical Network (GPON). “Ini teknologi optic fiber untuk mendistribusikan data secara cepat ke banyak tempat dengan cara yang lebih efisien namun dengan kecepatan yang tinggi, bisa mencapai 1 GB per detik,” Mauldi menjelaskan. Yang pasti, dengan GPON, bisa menghasilkan kecepatan koneksi maksimal tetapi dengan harga yang bisa lebih rendah. Menariknya, Moratelindo merupakan perusahaan swasta pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi GPON.

Perbedaan Oxygen dibandingkan provider lain, di antaranya, Moratelindo telah membangun jaringan serat optik sendiri sampai ke jangkauan internasional, termasuk sudah membangun kabel laut sampai Singapura dan langsung terhubung ke internet global. Sebab itu, Moratelindo bisa mengoperasikannya dan mengatur sendiri level kualitas internasional yang dibangun. Bandwidth-nya pun tersedia dari hulu ke hilir, sangat besar, dengan akses yang cepat dan stabil.

Oxygen mulai masuk ke pasar korporat tahun 2016 dan setahun kemudian (2017) mulai menggarap segmen ritel juga. Pelanggan korporatnya antara lain kalangan perusahaan perminyakan, hotel, gedung, dan lembaga pemerintah.

Layanan ritelnya saat ini sudah menjangkau Jabodetabek, Medan, Bali, Pangkal Pinang, dan Pontianak. Sementara untuk perkantoran sudah hampir di semua kota di Indonesia. Untuk pelanggan rumah (ritel) ditawarkan empat paket layanan, yaitu Stream, Zoom, Power, dan Sporty. Harganya mulai dari Rp 290 ribu untuk internet saja. Sejauh ini kontribusi terbesar bisnis Oxygen masih dari segmen pelanggan korporat.

Untuk memasarkan layanannya, manajemen Oxygen bukan tipe yang suka instan. Dari awal perusahaan ini sengaja tak mau agresif dan ingin mendapatkan kematangan di pasar terlebih dulu. “Kami sambil belajar untuk memperbaiki jika ada kekurangan dari sisi pelayanan. Di sisi lain, kami juga terus melakukan pembangunan untuk menambah jumlah kapasitas kami,” kata Mauldi.

Dari sisi promosi, pihaknya mengandalkan word of mouth dari pelanggan yang loyal. “Adanya internet dan media sosial ini sangat memudahkan produk kami terdistribusi sendiri dengan baik,” ungkapnya. Oxygen juga memberikan layanan pascajual untuk merespons pelanggan.

Ke depan, Oxygen terus akan mengejar pertumbuhan dengan meluncurkan berbagai produk baru. Untuk pelanggan rumah, dari sisi konten akan ditambah layanan video on demand, juga akan diluncurkan paket pendidikan bernama Kelas Pintar. “Kami juga memiliki layanan untuk memasang telepon di rumah maupun kantor. Yang juga akan muncul di 2021, smart home IOT, seperti layanan CCTV dan lampu,” Mauldi menjelaskan.

Yang pasti, pihaknya bisa bernapas lega karena di awal 2021 Oxygen diprediksi hanya mampu menambah 1.000-2.000-an pelanggan per bulan tetapi sekarang sudah tambah 4.000-an pelanggan. Pihaknya menargetkan, pada 2021 minimal bisa menambah 5.000 pelanggan ritel baru per bulan serta mampu membangun 300 ribu homepass ke 21 kota di Indonesia. (*)

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)