Jejak Langkah Panasonic Gobel Jelajahi Industri Elektronik di Tanah Air

Gobel dan Matsushita bertemu dengan visi yang sama: membangun industri dan menebar manfaat kepada masyarakat, serta memperkokoh relasi Indonesia-Jepang. Panasonic GOBEL, yang beroperasi di Indonesia sejak 60 tahun lalu, menyodorkan beragam produk inovatif. Salah satu kunci suksesnya: meningkatkan kualitas SDM.

Berkibar 60 tahun di Indonesia, Panasonic senantiasa menyodorkan beragam produk inovatif

PT Panasonic Gobel Indonesia menyuarakan nada optimistis tatkala perekonomian melambat lantaran terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Daya beli konsumen berpotensi menurun, dan mereka cenderung selektif membeli produk, misalnya alat elektronik yang dilengkapi fitur inovatif dan teknologi termutakhir untuk meningkatkan kualitas hidup serta membantu aktivitasnya, seperti bekerja dari rumah (work from home).

Penjualan Panasonic GOBEL pun masih tumbuh walau di masa-masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran corona. Merujuk data Panasonic GOBEL, penjualan produk pendingin udara (air conditioner/AC) Panasonic pada Januari-Maret 2020 mencapai pertumbuhan 200% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penjualan produk pembersih udara (air purifier) Panasonic  periode Januari – Maret 2020 naik 2 (dua) kali lipat dibandingkan tahun lalu, yaitu menjadi senilai Rp 12 miliar. “Adanya Covid-19 memunculkan kebutuhan mas­yarakat untuk mengubah kebiasaan hidup menjadi lebih bersih dan sehat,” ungkap Head of Corporate Communication Department PT. Panasonic Gobel Indonesia , Viya Arsawireja.

Panasonic GOBEL, yang beroperasi di Indonesia sejak 60 tahun lalu, menyodorkan beragam produk inovatif. Tidaklah mengherankan, konsumen kian kesengsem membeli produk elektronik Panasonic di toko dalam jaringan/daring (online store) ataupun toko konvensional. Berbicara inovasi, Viya menjelaskan, Panasonic  di Indonesia  dan Panasonic di seluruh dunia menghasilkan produk inovatif yang diselaraskan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Viya Arsawireja, Head of Corporate Communication Department PT Panasonic Gobel Indonesia.

Contoh inovasi terbaru, Panasonic pada 23 April lalu meluncurkan produk baru, yakni Water Dispenser Series (NY-WDB83MK dan NY-WDB83MW). Produk ini dibekali fitur utama Ozone-Cleaning Technology, yaitu teknologi yang dapat menekan pertumbuhan bakteri, menghilangkan rasa tidak enak, dan mempertahankan derajat keasaman (PH/power of hydrogen) air.

Seigo Saifu, President Director PT  Panasonic Gobel Indonesia, menyatakan, inovasi terbaru di Water Dispenser Series ini menunjukkan komitmen Panasonic untuk terus berupaya menghadirkan inovasi melalui produknya demi kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik. “Water dispenser yang diproduksi oleh PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) ini menambah lini produk Panasonic yang inovatif dan berteknologi termutakhir untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” tuturnya.

Inovasi di produk lainnya, yakni AC Panasonic yang ramah lingkungan berbasis refrigerant R32 dan dilengkapi teknologi nanoe™  yang sangat baik untuk kesehatan. Teknologi nanoe™  ini merupakan bagian dari konsep Quality Air for Life (QAFL) yang dikembangkan Panasonic sejak 2019 dan telah disempurnakan. Teknologi yang disematkan di AC atau air purifier itu mampu mengurangi bau tidak sedap serta menghambat penyebaran bakteri, virus, jamur, alergen, debu, dan zat berbahaya lain. Viya mengungkapkan, teknologi pemurnian udara nanoe™  itu relevan dengan kondisi saat ini sebagai salah satu solusi pencegahan penyebaran virus corona. Teknologi nanoe™ merupakan satu dari tiga elemen kunci yang dapat mening­katkan kualitas udara, selain penyejuk udara dan ventilasi. nanoe™ merupakan  partikel air elektrostatis berukuran nanoe™ yang teratomisasi. Teknologi yang telah dipatenkan Panasonic ini membuat molekul air di udara menghasilkan ion-ion yang terbungkus dalam air dan bekerja untuk menghambat zat-zat berbahaya. Panasonic merupakan pionir yang merancang teknologi nanoe™ untuk membersihkan udara yang membantu konsumen mendapatkan udara bersih dan kehidupan yang lebih baik.

Hal yang seperti itu terpresentasikan di seluruh produk Panasonic sehingga konsumen mengenalnya sebagai merek alat-alat elektronik berkualitas premium yang inovatif. Citra merek seperti demikian tetap melekat di benak masyarakat hingga detik ini. Pendek cerita, Panasonic selalu berupaya menghadirkan teknologi canggih dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ini sesuai dengan slogan citra Panasonic: “A Better Life, A Better World”.

Seigo Saifu, President Director PT  Panasonic Gobel Indonesia: Komitmen Panasonic untuk terus menghadirkan inovasi melalui berbagai produk Panasonic yang inovatif dan berteknologi termutakhir untuk memenuhi kebutuhan kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik (Foto: NNA.JP).

Slogan citra Panasonic tersebut, menurut Viya, merupakan bauran filosofi pendiri Panasonic GOBEL, Thayeb Mohamad Gobel (1930-1984), dan pendiri Matsushita Electric Industrial Co. Ltd., Konosuke Matsushita (1894-1989).

Filosofi Tebar Manfaat

Kerjasama antara GOBEL dan Matsushita terjalin tatkala GOBEL memperoleh beasiswa Colombo Plan untuk mempelajari plastic di Jepang di tahun 1960. “Pada saat di Jepang itulah, ayah saya bertemu Konosuke Matsushita, yang ternyata memberikan kesan mendalam bagi kedua belah pihak,” kata Rachmat Gobel, putra Gobel (almarhum) sekaligus Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia,  seperti tertulis dalam buku Matsushita Konosuke (1894-1989): Hidup dan Warisannya, Kumpulan Esai untuk Menghormati Seabad Kelahirannya (2010). Sepuluh tahun kemudian, kedua perusahaan tersebut sepakat meningkatkan kerjasama dengan membentuk perusahaan patungan (joint venture) di tahun 1970, PT National Gobel, produsen peralatan elek­tronik rumah tangga.

Kemitraan GOBEL-Panasonic dibangun atas kesamaan filosofi kedua founder perusahaan tersebut, GOBEL dan Matsushita. GOBEL menggagas filosofi pohon pisang. Ia mengajarkan agar karyawan dan pimpinan perusahaan terus berjuang dan pantang menyerah, seperti pohon pisang yang tak mau mati sebelum berbuah serta selalu ingin menebar manfaat.

“Pohon pisang juga hidup berkelompok, tidak menyendiri. Ini mencerminkan kebersamaan. Tidak berhenti sampai di situ saja. Pohon pisang adalah tanaman yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan,” kata Gobel dalam buku Gobel: Pelopor Industri Elektronika Indonesia dengan Falsafah Usaha Pohon Pisang (1994). 

Adapun filosofi air mengalir dari keran diajarkan oleh Matsushita. Gagasannya, perusahaan selalu memberikan manfaat kepada masyarakat. Filosofi kedua founder ini bertemu dengan visi yang sama. Meski berbeda, filosofi keduanya tetap berkaitan untuk membangun industri, menebar manfaat kepada masyarakat, serta memperkokoh relasi bilateral Indonesia-Jepang. Kedua filosofi kemudian dikemas dengan slogan citra “A Better Life, A Better World” yang dijadikan landasan Panasonic dalam berbisnis hingga saat ini.

Rachmat Gobel mengemukakan, ayahnya, sang pendiri perusahaan, sejak awal berkomitmen ingin membangun industri sebagai jalan untuk berbakti memajukan Indonesia. ”Demi mewujudkan cita-cita tersebut, Pak Gobel kemudian memilih melakukan kerjasama joint venture dengan Matsushita (Jepang), karena sama-sama memiliki visi membangun industri dan melakukan investasi jangka panjang di Indonesia,” katanya.

Rachmat Gobel, putra almarhum Gobel (sang pendiri perusahaan), Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia: Ayah, sang pendiri perusahaan, sejak awal berkomitmen ingin membangun industri sebagai jalan untuk berbakti memajukan Indonesia. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Pak Gobel kemudian memilih melakukan kerjasama joint venture dengan Matsushita (Jepang), karena sama-sama memiliki visi membangun industri dan melakukan investasi jangka panjang di Indonesia. (Foto: Coconuts.co)

Sejak 1960 itu, perusahaan-perusahaan di bawah naungan Panasonic GOBEL terus berkembang, melalui berbagai pasang surut. Bendera perusahaan juga berganti, dari PT National Gobel menjadi PT Panasonic Gobel Indonesia pada tahun 2004. Namun, ada satu hal yang tidak pernah berubah, yakni tekad membangun industri dan nilai tambah untuk perekonomian Indonesia. Karena itu, Panasonic GOBEL tidak hanya membangun pabrik, tetapi juga membangun manusia Indonesia yang unggul agar bisa melakukan alih teknologi, serta yang tidak kalah penting: tetap menjaga hubungan baik dengan semua pemangku kepentingan.  Sebagai salah satu langkah nyata, perusahaan mendirikan Yayasan Matsushita Gobel di tahun 1979 yang memiliki visi menciptakan masyarakat Indonesia yang cerah dan sejahtera. Membangun dunia usaha dan industri, menurut Gobel, adalah membangun manusia, bukan pabrik dan mesin-mesinnya.

Gobel memang bercita-cita meningkatkan SDM berkualitas, tanpa bermaksud mengenyampingkan peran mesin dan pabrik. “Tapi, meningkatkan kualitas SDM juga kunci sukses membangun merek produk,” kata Gobel dalam buku Gobel, Budaya dan Ekonomi: Tentang Wirausaha, Manajemen, dan Visi Industri Thayeb Mohammad Gobel (1998). Kegiatan Yayasan Matsushita Gobel dimulai dengan mendirikan pendidikan nonformal. Hingga kini, puluhan ribu peserta telah dilatih dan disertifikasi.

Komitmen yang dipegang Matsushita dan GOBEL dalam membangun industri untuk memajukan Indonesia tidak hanya terbatas pada produk elektronik. Panasonic GOBEL mewariskan prinsip pembangunan manusia yang berlandaskan asas people before product. Prinsip ini dikenal dengan konsep monozukuri dan hitozukuri yang tidak dapat dipisahkan. Monozukuri adalah proses dalam menciptakan sesuatu atau barang yang bermakna agar tercipta sesuatu yang benar-benar berkualitas. Sementara hitozukuri adalah proses mengembangkan manusia dalam peningkatan kualitas keterampilannya.

Hal menarik lainnya, Panasonic GOBEL di Indonesia bisa dibilang istimewa diban­dingkan dengan keberadaan Panasonic di negara lain seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Perusahaan joint venture tersebut menarik karena hanya di Indonesia pengusaha lokal masih memegang saham 40%, sedangkan di negara  lain prosentase joint venture tidak sebesar di Indonesia. Di usianya ke-60 tahun, Panasonic GOBEL telah mengembangkan banyak produk elektronik di Tanah Air: AC, pompa air, mesin cuci, kulkas, TV, audio, kipas angin, dan berbagai produk solusi yang diperuntukkan bagi segmen business to business (B2B) dan business to government (B2G) Panasonic di Indonesia.

“Dengan fondasi yang sudah kuat, strategi mempertahankan nilai brand Panasonic adalah selalu deliver kualitas, terus berinovasi menghadirkan produk yang ramah lingkungan dan berkualitas agar dapat tetap bertahan di industri ini,” tutur Viya. Tak ayal, strategi ini memperkokoh merek yang diganjar berbagai penghargaan, antara lain, Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2019 di kategori AC, Recognition of Outstanding Achievement in Building the Top Brand Award di kategori Air Purifer, Marketeers Omni Brand of The Year 2019 untuk kategori kamera Lumix dan beberapa penghargaan lainnya.

Kontribusi Panasonic GOBEL pun diapresiasi. Perusahaan ini tercatat sebagai pionir industri elektronik Indonesia yang berkesinambungan dalam penambahan produk-produk inovatif terbaru serta peningkat­an kapasitas produksi melalui kegiatan investasi, ekspor, alih teknologi, serta pembangunan SDM yang kompeten dan berdaya saing global. Tak hanya itu, Panasonic GOBEL juga mengapresiasi karya masyarakat, khususnya insan di industri pertelevisian dan industri kreatif, dengan menggelar Panasonic Gobel Award, yang tahun lalu memasuki tahun ke-22.§

Author : Jeihan Kahfi Barlian & Vicky Rachman

swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)