PJB Connect, Menjawab Tantangan Dunia Kelistrikan

Surabaya, 23 Oktober 2017, Direktur Bisnis Regional Sulawesi PT PLN (Persero) Syamsul Huda membuka Pameran dan seminar tehnologi pembangkitan (PJB Connect) 2017. Event tahunan ini berlangsung selama dua hari dan menampilkan 84 booth pameran dari perusahaan O&M, IPP, EPC, renewable energi, fire technology, digital dan disruptive technology. Sebanyak 54 sesi seminar dengan bahasan isu-isu terbaru di bidang teknologi kelistrikan, EBT dan disruptive technology digelar selama pameran.

PJB Conference & Exhibition of Technology (PJB Connect) merupakan salah satu upaya PT PJB untuk mendukung PLN dalam menghadapi tantangan bisnis ketenagalistrikan yang makin kompleks. Dunia bisnis, termasuk ketenagalistrikan mengalami perubahan yang cepat, penuh ketidakpastian disertai perkembangan teknologi baru yang mengancam eksistensi teknologi eksisting (disruptive technology). Kondisi ini menjadi latar belakang pengambilan tema Double Capacity Thru Disruptive Business dalam PJB Connect 2017. Double Capacity merupakan istilah yang digelorakan PT PJB sejak akhir 2016 terkait target peningkatan kapasitas pembangkit dan bisnis lain menjadi dua kali lipat pada tahun 2021.

“Saat ini PJB memasuki fase perkembangan yang luar biasa, dimana kapasitas pembangkit yang dimiliki PJB akan meningkat menjadi dua kali lipat. Lebih dari 20 tahun kapasitas PJB relatif tetap dan lima tahun ke depan kita targetkan naik dua kalinya. Begitu juga dengan pengelolaan pembangkit yang dikelola PJB, dari 14.000 MW per hari ini akan menjadi 28.000 MW di lima tahun yang akan datang. Melalui integrasi recources PJB Grup dan dukungan PT PLN (Persero) serta para partner, kami optimis target Double Capacity dapat terwujud dan Insya Allah PJB akan menjadi perusahaan IPP yang terbesar di Indonesia,” kata Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara.

Ajang PJB Connect yang juga merupakan rangkaian acara dalam HUT PJB ke 22 ini, mempertemukan pelaku bisnis di bidang pembangkitan dari dalam dan luar negeri. Mereka akan berinteraksi dalam pameran, seminar dan sharing knowledge teknologi pembangkitan. Kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan solusi bagi permasalahan yang ada di sektor ketenagalistrikan, khususnya bidang pembangkitan untuk kemajuan sektor ketenagalistrikan di Indonesia.

Pada pembukaan PJB Connect dilakukan penyerahan hak cipta IZAT dan OMAMO oleh Nurbaya, SH, Msi Kasubdit Sertifikasi Kementerian Hukum & HAM RI. IZAT dan OMAMO merupakan dua aplikasi berbasis android hasil karya inovasi karyawan PT PJB Unit Pembangkitan Gresik. Aplikasi yang sudah diterapkan pada unit pembangkitan di lingkungan PJB ini, terbukti mempermudah pemantauan pelaksanaan K3 dan pelaksanaan pemeliharaan equipment pembangkit.

Pada event ini juga diserahkan International Certificate dari PEARSON UK kepada PJB Academy sebagai pengakuan bahwa perangkat pembelajaran di PJB Academy (system, software, brainware, hardware) telah setara dengan standard kelas dunia dan pembelajaran best practice. Kualitas proses pembelajaran PJB Academy dinilai memenuhi standard PEARSON UK yang meliputi tiga aspek utama, yaitu : Managing the organisation, Managing Learning, dan Managing Assessment. Pembelajaran tersebut meliputi pembelajaran kepemimpinan, pembelajaran profesional dan sertifikasi (Operation & Maintenance, Manajemen Aset Pembangkitan dan Bisnis Pembangkitan Terintegrasi), dan pembelajaran corporate strategic.

Pada hari yang sama selepas pembukaan pameran, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT PJB, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan Pemerintah Kota Surabaya terkait pengembangan energi baru terbarukan (EBT) serta energi ramah lingkungan di Kota Surabaya. MoU ditandatangani oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara, dan Rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana. M.Sc. Es., Ph.d. Para pihak bersepakat mensinergikan potensi akademik, bisnis dan pemerintah dalam pengembangan pembangkit EBT skala kecil, menengah maupun besar, serta pengembangan mobil listrik. Mou ini sejalan dengan tekad PJB untuk menjadi yang terdepan dalam pemanfatan EBT dan juga sesuai dengan visi Pemerintah Kota Surabaya untuk menjadi kota berwawasan lingkungan.

Beberapa produk kelistrikan ditampilkan dalam pameran kali ini. Diantaranya mobil listrik karya ITS dan Stasiun Pengisian Listrik Umum yang tengah dikembangkan oleh PLN. Selain itu juga ditampilkan produk-produk baru berbasis elektical yang bermanfaatkan untuk masyarakat seperti oven listrik dan kompor induksi yang biaya operasionalnya lebih murah dibanding kompor gas. (*)

 

Seperti kita ketahui, Disruptive technology merupakan inovasi teknologi, produk atau jasa yang membuat teknologi atau produk dominan yang sudah ada menjadi terganggu / terancam eksistensinya. Disruptive technology biasanya sederhana, tidak mahal dan sangat mudah dalam penggunaan. Secara garis besar ada dua jenis disruptive technology. Pertama penemuan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Sedangkan yang kedua adalah disruptive technology yang mengisi kekosongan karena tidak terakomodasi oleh teknologi yang sudah ada.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)