PT Agro Boga Utama: Distribusi Rantai Dingin Strategi Jitu Menjawab Kebutuhan Konsumen Dan Ketahanan Pangan

Distribusi rantai dingin (cold chain distribution) adalah kegiatan logistik dari rantai pasok (supply chain) yang bertujuan untuk mempertahankan suhu dingin agar produk tetap terjaga kualitasnya selama proses pengumpulan, pengolahan, dan distribusi hingga ke tangan konsumen.

Direktur PT Agro Boga Utama - Achmad Fachmi

Dalam implementasi distribusi rantai dingin dilakukan dengan sistem tata kelola khusus yang disebut manajemen rantai dingin. Manajemen rantai dingin adalah seluruh aktivitas rantai dingin (cold chain) yang dianalisis, diukur, dikontrol, didokumentasikan serta divalidasi agar berjalan secara efektif dan efisien baik secara teknis dan ekonomis.

Rantai distribusi berpendingin mempunyai tujuan sebagai berikut :

  1. Menjaga akuntabilitas produk yang terkait dengan higienitas, tekstur, rasa, maupun traceability dan  kehalalan  sampai ke tangan konsumen.
  2. Menjadi cara pengawetan produk yang paling baik tanpa resiko penggunaan zat kimia atau sejenisnya.

  • Mempermudah proses penyimpanan dan pendistribusian untuk produk-produk yang membutuhkan rantai dingin.
  • Menjadi alat untuk pemerintah menjaga kestabilan harga pangan dan mewujudkan ketahanan

pangan nasional dengan menyerap hasil-hasil pertanian, peternakan dan perikanan untuk disimpan sebagai stok yang dapat digunakan untuk konsumsi masyarakat sepanjang tahun.

  • Memastikan harga jual produk pertanian, peternakan dan perikanan tetap terjaga. Hal ini dibutuhkan saat terjadi kelebihan pasok akibat masa tangkap, masa panen atau permintaan pasar sedang turun sehingga harga jual di tingkat petani, peternak dan nelayan terjaga.

Seluruh peran penting rantai distribusi dingin itulah yang melatari berdirinya PT Agro Boga Utama (ABU). Berdiri pada tahun 2007, ABU adalah perusahaan distribusi rantai berpendingin. Produk yang didistribusikan  ABU meliputi produk hewan dan tumbuhan yang dikemas dalam kondisi beku seperti daging sapi, daging kambing, daging kerbau, ayam, bebek, ikan, sayur, produk kentang, dan produk susu.

Pendiri ABU melihat potensi bisnis pada distribusi rantai dingin di Indonesia terus meningkat. Permintaan daging dan makanan beku terus mengalami peningkatan terutama dari segmen industri seperti pengolahan daging, hotel, restoran, catering, ritel modern maupun jaringan pasar tradisional. Grafik kebutuhannya terus naik dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat, maka tren konsumsi protein asal hewan juga meningkat.

“Bahkan saat ini kalangan pelaku industri memiliki kebutuhan yang spesifik terkait bahan baku seperti pabrik pengolahan daging yang memerlukan urat untuk bahan baku bakso uratnya  dan  hotel yang memerlukan buntut sapi untuk menu sop buntutnya. Mereka membutuhkan jaminan kontinuitas pasokan, kualitas, dan harga terjangkau, hal inilah yang menjadi keunggulan ABU sebagai perusahaan distribusi rantai dingin,” jelas Direktur PT Agro Boga Utama , Achmad Fachmi

Besarnya potensi pasar bisnis distribusi rantai berpendingin saat ini sudah mulai ramai diminati baik perusahaan domestik maupun investor dari luar. Meski demikian ABU tetap optimis akan terus berkembang dengan menjalankan beberapa strategi yang tepat dalam jangka waktu 10 tahun kedepan.

Menurut Fachmi, ketika perusahaannya mulai menunjukkan pertumbuhan yang baik di awal, langkah pertama yang dilakukan adalah membangun infrastruktur rantai dingin (cold chain) dan gudang berpendingin dengan teknologi terbaik.

ABU melakukan investasi yang berkelanjutan dalam membangun sarana dan prasarana rantai dingin seperti gudang berpendingin diseluruh wilayah Indonesia, kendaraan untuk logistik berpendingin, juga menyiapkan tenaga kerja terlatih baik pada bidang distribusi, sales maupun support department sehingga konsep SYSTEM, PROCESS, and PEOPLE yang ideal dapat dijalankan.

“Dengan memiliki gudang berpendingin yang berada di seluruh wilayah Indonesia, kami dapat menjamin kontinuitas produk yang kami suplai ke pelanggan dengan rantai distribusi yang lebih pendek, langsung kepada end user sehingga konsumen kami pun dapat menikmati harga beli yang lebih rendah,” ungkap Fachmi.

ABU memiliki gudang penyimpanan yang didukung teknologi terkini dengan kapasitas mencapai 6000 Ton dan mampu melayani kebutuhan pasarnya rata-rata 1000 Ton per minggu. Adapun produk yang dijual terdiri dari produk lokal seperti ayam, bebek dan ikan serta produk impor seperti daging sapi, daging kerbau, produk susu, dan produk kentang yang diimpor dari beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika, Norwegia, dan Belanda.

Dalam hal sumber daya manusia, ABU fokus mengembangkan tenaga yang ahli dalam hal distribusi rantai dingin, penguasaan spesifikasi produk, sehingga semakin terdepan dalam memenuhi kebutuhan konsumennya. Mengenal dengan baik spesifikasi daging yang dihasilkan dari hewan ternak dan mampu merekomendasikan dengan tepat sesuai kebutuhan konsumen adalah keunggulan sales ABU. Dengan demikian konsumen akan terjamin dari segi kualitas, kuantitas, dan kontinuitas bahan baku untuk bisnisnya baik itu pabrik pengolahan, jaringan resto, cafe maupun hotel.

Tak hanya itu, ABU juga menempatkan tenaga salesnya di 14 titik cabangnya yang tersebar dari Sumatera hingga ke Papua. “Sales kami secara pro aktif mendatangi klien dan calon klien untuk membantu mereka menemukan solusi bahan baku bagi bisnisnya, dengan bekal skill dan pengetahuan yang sudah kami bangun, mereka mampu memberikan rekomendasi dan solusi bagi kebutuhan klien,” jelas Fachmi.

Seiring dengan pertumbuhan bisnisnya, ABU kini juga mendorong makin besarnya suplai dari dalam negeri terutama daging ayam, bebek, dan fillet ikan. “Kini kami juga menggandeng pemasok lokal, sehingga komposisi produk kami menjadi 60% impor dan 40% lokal. Kami berharap kedepannya akan terus bertambah,” ungkap Fachmi.  

ABU juga menjadi perusahaan yang berkomitmen terkait stabilisasi harga daging pada hari – hari besar keagamaan seperti Lebaran dan akhir tahun yang kerap menimbulkan fluktuasi akibat naiknya permintaan pada momen tersebut. “Kami berinisiatif menjual dengan harga normal dan kami melakukannya dengan kesadaran bukan paksaan. “ ujarnya.

Terkait bisnis distribusi rantai dingin kedepan, Fachmi memprediksi akan menjadi salah satu kunci sukses negara ini dalam membangun ketahanan pangan nasional. Pada masa panen raya, petani atau peternak dalam negeri membutuhkan tempat penyimpanan produknya karena kelebihan pasok maka dapat disimpan pada gudang berpendingin. Demikian juga pada masa paceklik dan suplai di pasar menurun maka untuk memenuhi kebutuhan dapat diambil dan disalurkan dari stok yang ada pada gudang berpendingin sehingga konsumen tetap bisa mendapatkan produk dengan harga yang wajar.

ABU juga berkomitmen untuk memberikan produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, pelayanan yang maksimal, serta kemudahan akses kepada semua konsumen di seluruh jaringan distribusi perusahan yang tersebar di beberapa pulau di Indonesia seperti Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan ekspansi di wilayah Indonesia Timur lainnya. Hal itu sesuai dengan misi ABU yakni menjadi perusahaan terbaik yang terintegrasi, menguntungkan, efisien dan dapat diandalkan sebagai penyedia produk makanan halal, sehat, dan berkualitas tinggi. Selain itu, ABU juga selalu berusaha memastikan pemenuhan kebutuhan mitra bisnis sehingga bisnisnya dapat tumbuh dan berkembang. Dengan pencapaian tersebut ABU kini dikenal sebagai perusahaan yang terpercaya, berkualitas dan dapat diandalkan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)