Sasa Makin Meroket di Pasar Tepung Bumbu

Tak salah bila menyebut Sasa sebagai merek asli Indonesia yang layak dicontoh dalam melakukan branding. Tampak sekali, sejak awal pengelola Sasa sangat sadar pentingnya branding sehingga secara spartan melakukan strategi branding secara terintegrasi, baik melalui media tradisional maupun media baru. Tak mengherankan, penjualan Sasa Tepung Bumbu selalu berhasil tumbuh dua digit.

Rudolf Tjandra - Presiden Direktur PT Sasa Inti

Mulai diluncurkan oleh PT Sasa Inti tahun 2000, Sasa Tepung Bumbu Serbaguna tumbuh signifikan karena terus berinovasi dari tahun ke tahun sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumennya. Contohnya, inovasi dalam hal varian produk, mulai dari Sasa Tepung Pisang Goreng (2006), Sasa Tepung Ayam ala Kentucky (2009), Sasa Tepung Bakwan (2012), Sasa Tepung Bumbu Seafood (2018), hingga Sasa Tepung Bakso Goreng (2020). "Sasa Tepung Bumbu sudah menjadi leading player dengan lebih dari 40% market share per Mei 2020," ungkap Rudolf Tjandra, Presiden Direktur PT Sasa Inti.

Hingga kini Sasa juga terus mengeluarkan berbagai varian baru di segmen tepung bumbu. Wajar, berbagai jenis penghargaan merek pun telah diperoleh Sasa Tepung Bumbu sejak kelahirannya.

Sasa Tepung Bumbu diposisikan sebagai solusi bagi wanita modern yang terinspirasi menjadi yang terbaik dalam setiap peran dalam hidupnya. "Bukan sekadar memberikan kemudahan dalam memasak, Sasa Tepung Bumbu juga mendukung wanita untuk meraih mimpi," ungkap Tjandra. Yang jelas, dalam tiap komunikasi pemasaran, Sasa Tepung Bumbu selalu mengedepankan konsep UATE, yaitu Uniqueness, Authentic, Talk-able, dan Entertaining, agar berbeda dengan kompetitor.

Tahun ini, misalnya, Sasa Tepung Bumbu mengusung kampanye “Apa Sih Yang Ga Bisa" untuk menggali potensi konsumennya dan mendorong konsumen wanita merealisasikan mimpinya. Sasa Tepung Bumbu membantu sosok perempuan modern dalam mengembangkan perannya. Konsep-konsep komunikasi yang dijalankan tentu saja sejalan dengan kultur yang dibangun Sasa yang memang mengusung spirit "Happiness is Sasa" melalui basic mentality yang dimiliki Sasa dengan ciri khas CARE: Courage, Action-oriented, Respectful, Enthusiastic.

Begitu pun di era digital ini. Sasa Tepung Bumbu sangat agresif berpromosi di dunia digital dengan pendekatan komunikasi 360-degree, menggandeng endorser Raditya Dika, Tara Basro, Benhard, dan Kunto Aji. Selain itu, juga banyak mengembangkan emphatic marketing, antara lain melalui program #SasaGotYourBack, #EatStayLove, dan #Sasa-preneurship.

Dari sisi distribusi, saat ini Sasa Tepung Bumbu sudah didistribusikan ke seluruh Indonesia. Sejauh ini, untuk meningkatkan penetrasi pasar, Sasa bekerjasama dengan sister company di Grup Rodamas, PT Tumbakmas Niaga Sakti, yang bisnisnya memang distribusi, guna mendistribusikan produknya di wilayah Indonesia. Adapun untuk pasar ekspor, bekerjasama dengan PT Rodamas Inti Internasional. Saat ini Sasa Tepung Bumbu sudah dipasarkan ke Malaysia, Brunei, Mesir, Jepang, Australia, Papua Nugini, Amerika Serikat, dan Taiwan. (*)\

Author : Sudarmadi & Andi Hana Mufidah Elmirasari

Tags:

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)