Ranah Strategis Human Capital

Karena Human Capital sudah menjadi mitra strategis perusahaan, maka pengembangan karyawan juga harus sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.

Pemuda yang smart, riang dan ramah, itu dapat dipastikan sedari awal pertemuan. Erwin Sofianto, walaupun sedang sibuk packing karena akan pindah 'kantor' dari Jakarta ke Bandung tetap saja menyempatkan diri untuk berbincang sekedar berbagi seputar dunia Human Capital (HC) yang digelutinya.

Erwin, begitu ia biasa dipanggil, mengenal lebih jauh dunia Human Capital ketika bersentuhan dengan PPM School of Management (PPM SoM) dan tergabung dalam kelas Magister Manajemen (MM) Eksekutif Muda. Erwin mendapatkan beasiswa penuh untuk program S2 dari tempatnya berkarya, OCBC NISP.

 

Erwin Sofianto, M.M. - Alumni PPM School of Management Program MM Eksekutif Muda 9, Human Capital RM Head at PT. Bank OCBC NISP Tbk. Erwin Sofianto, M.M. - Alumni PPM School of Management Program MM Eksekutif Muda 9, Human Capital RM Head at PT. Bank OCBC NISP Tbk.

"Satu yang membekas pada saat saya belajar di PPM School of Management dan yang bisa diterapkan di dunia bisnis adalah mata kuliah strategic management, yang mengajarkan kita untuk lebih visioner dan berpikir strategis untuk memetakan kondisi perusahaan ke depan."

 

Menurutnya, program beasiswa S2 rutin yang diberikan oleh perusahaannya itu merupakan bagian dari sebuah inovasi. "OCBC NISP sangat concern dengan pengembangan karyawannya, jika karyawan berkembang dalam hal kompetensi, otomatis perusahaan merasakan manfaatnya, daya saing perusahaan pun terangkat." tuturnya.

Menurut pemegang Certified Human Resource Management (CHRM) ini, kita harus selalu berubah Alasannya adalah, karena persaingan dengan kompetitor yang semakin ketat, dunia teknologi juga semakin pesat, maka perubahan atau biasa disebut transformasi mutlak dilakukan bila tak mau dilibas oleh kompetitor. Ranah Human Capital itu sendiri pun ikut berubah seiring strategi bisnis untuk mencapai goals perusahaan. "Jadi, inovasi dan transformasi itu memang mutlak dilakukan." tegas Erwin.

Sejatinya, tantangan ke depan semakin berat dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Perusahaan berlomba-lomba mendapatkan para talenta berkualitas, untuk itu seyogyanya perusahaan menyiapkan jurus untuk memenangkan persaingan mendapatkan hati talenta berkualitas. Talenta yang sudah ada di dalam juga harus dikembangkan, ini penting untuk mempersiapkan future leader sebagai tongkat estafet keberlangsungan perusahaan.

Erwin termasuk bagian dari program future leader OCBC NISP, perusahaan perbankan ini merupakan tempat pertama ia bekerja selepas menjadi sarjana. Karena ia memulai dari 'bawah' sebagai management development program, maka ia bisa merasakan sekali pertumbuhan diri dan pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, karena fungsi HC dalam perusahaan yang sudah sampai titik strategi, maka pola pengembangan karyawan menjadi isu strategis pula, menyiapkan future leader adalah salah satunya.

Erwin dan Gen Y

Sebagai seorang Gen Y, juga karena posisinya yang membawahi Gen Y, Erwin mengaku bahwa Gen Y itu unik, untuk itu butuh penanganan yang unik pula. Biasanya angkatan ini perlu aktualisasi diri, dan mereka bekerja tidak hanya mengejar uang, cenderung ingin memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, dan mendapat career path yang jelas. Lalu, apakah HC harus selalu memberikan apa yang Gen Y minta untuk mempertahankannya? Terlebih Gen Y terkenal sebagai si kutu loncat.

Erwin mengatakan, sebaiknya HC mengadakan Focus Group Discussion (FGD) rutin bersama Gen Y untuk mencari tahu level kepuasan karyawan Gen Y. Biarkan Gen Y berbicara dalam FGD, biarkan mereka mengeluarkan pendapatnya. Suara-suara mereka akan menjadi masukan bagi perusahaan. Lalu buatlah action plan dari hasil dari FGD tersebut.

Wawasan dan jejaring yang bertambah luas didapat Erwin ketika menimba ilmu Magister Manajemennya. "Satu yang membekas pada saat saya belajar di PPM School of Management dan yang bisa diterapkan di dunia bisnis adalah mata kuliah strategic management, yang mengajarkan kita untuk lebih visioner dan berpikir strategis untuk memetakan kondisi perusahaan ke depan". Ujar Erwin berapi-api.

Jadi, ketika divisi Human Capital sudah menjadi mitra strategis bagi perusahaan. Lagi-lagi mereka tidak akan pernah berhasil membawa perusahaan ke puncak jika tidak ada tim lain yang mendukungnya. Strong Leadership; Competent People; Budaya inovasi dan siap untuk bertransformasi contohnya, menjadi salah satu syarat perusahaan dalam meraih goals-nya. (RIF)


Informasi dan Pendaftaran
Admission - PPM School of Management
Jl. Menteng Raya 9-19 Jakarta Pusat
Telp. (021) 2300313 ext. 1104, 1950-1954
Direct 021 2302025
mm-ppm@ppm-manajemen.ac.id
www.ppm-school.ac.id

Instagram: @ppmschool
Twitter: @ppmschool
Facebook: /ppmschool


 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)