Rencana Besar Media Group untuk Gedung Indonesia 1

Apabila Anda melintasi Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, ke arah Monas, di sebelah kiri jalan setelah Mal Plaza Indonesia, tepatnya di dekat pintu Stasiun MRT Bundaran HI, Anda akan melihat dua gedung bersebelahan yang sedang dalam proses dibangun. Itulah Gedung Indonesia 1, yang kini sepenuhnya dimiliki Media Group. Perusahaan milik Surya Paloh ini rencananya akan memosisikan gedung dengan nilai investasi Rp 8 triliun itu sebagai simbol investasi asing di Indonesia.

CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib (nomor 3 dari kiri) saat Press Conference Pengambilalihan 100% saham Gedung Indonesia 1 oleh Media Group

Gedung yang pembangunannya dimulai tahun 2015 ini sempat melewati jalan berliku karena pandemi Covid-19 dan polemik antara dua investor awal, yakni Media Group melalui anak usahanya, PT Media Properti Indonesia, dan China Sonangol Real Estate (CSRE), terkait presentase kepemilikan saham di PT China Sonangol Media Investment (CSMI), perusahaan joint venture yang dibentuk untuk menggarap proyek tersebut.

Kini polemik tersebut akhirnya menemukan titik terang. Pada Jumat, 18 Maret 2022, Media Group mengumumkan telah resmi menguasai 100% saham CSMI, sehingga CSRE tidak lagi terlibat dalam proyek tersebut. Praktis, polemik pun berakhir dan proyek pembangunan menara kembar itu bisa dilanjutkan tanpa beban.

“Seluruh masalah sudah diselesaikan dengan negosiasi, dan berakhir di proses jual-beli saham. Proses akuisisinya sesuai dengan market value. Saat ini gedung dalam proses penyelesaian, masih sekitar 40% lagi, diperkirakan selesai akhir 2023,” kata Mohammad Mirdal Akib, CEO Media Group.

Setelah akuisisi, Media Group mengubah CSMI menjadi PT Surya Indonesia 1 Properti untuk mengawal proyek gedung yang berdiri di atas tanah seluas 19 ribu m2 tersebut. Mirdal menyatakan, pihaknya menargetkan bisa melakukan topping off pada empat bulan mendatang. “Pada Januari-April ini kami melakukan proses rekonsiliasi untuk persiapan penyelesaian. Rencananya tiga sampai empat bulan lagi bisa topping off,” ujarnya.

Selain menyelesaikan pembangunan, Mirdal menjelaskan, pihaknya akan mematangkan rencana Gedung Indonesia 1 yang dipersiapkan menjadi pusat aktivitas bisnis dan hunian mewah. Sebagai gedung multifungsi, dua gedung setinggi 300 meter yang terdiri dari South Tower sebanyak 55 lantai dan North Tower sebanyak 59 lantai ini akan berfungsi sebagai luxury residential, area ritel, service area, dan perkantoran. “Pembagiannya, untuk apartemen ada di 10 lantai paling atas. Yang lainnya, ritel dan kantor,” ungkapnya.

CEO Media Group - Mohammad Mirdal Akib

Indonesia 1 disebut akan menjadi gedung pencakar langit multifungsi pertama yang bersertifikasi hijau standar internasional, yakni Green Mark Platinum Grade A. Ini menjadi keunggulan utama twin tower tersebut. Irwan Sosiawan Gading, Presiden Komisaris PT Surya Indonesia 1 Properti, menyatakan semua fasilitas akan dioperasikan dengan mengusung prinsip ramah lingkungan dan menggunakan energi terbarukan.

“Mulai dari pemrosesan energi yang menggunakan solar cell, tinggi ceiling yang berbeda agar ada saving energy yang besar, hingga proses respirasi dan pembuangan juga menggunakan teknik daur ulang. Kami memakai konsultan agar semua pelaksanaannya sesuai rencana. Sertifikasinya pakai konsultan Green Mark yang berbasis di Singapura,” jelas Irwan pada acara konferensi pers di Jakarta.

Keuntungan lain yang bisa didapatkan, tambahnya, posisi gedung Indonesia 1 berada sangat dekat dengan berbagai transportasi publik dan pusat perbelanjaan serta perkantoran penting lainnya. “Ada MRT yang sangat dekat, di depannya juga ada interchange berbagai transportasi publik, sehingga mempermudah akses dari segala arah,” tambah Irwan.

Dengan berbagai fasilitas kelas dunia tersebut, Indonesia 1 berencana menyasar pembeli dari pasar internasional. Mirdal mengutarakan, target konsumen Indonesia 1 adalah merek-merek besar menengah-atas, baik dalam maupun luar negeri. Menurutnya, masih banyak merek besar internasional yang berpotensi diajak membuka kantor di Jakarta. “Ruang bertumbuh untuk market properti internasional masih cukup besar,” ucapnya.

Dia melihat banyak tenant besar internasional yang ada di kota-kota besar di dunia belum hadir di Jakarta. Sejauh ini pun, katanya, fasilitas yang terdapat di Indonesia 1 telah mampu menarik beberapa minat koleganya, antara lain dari Singapura, Dubai, dan Hong Kong.

“Target pasarnya memang luxury ke atas. Mengapa pasar internasional, karena lokasinya premium, pas di titik tengah Jakarta yang mampu memfasilitasi kebutuhan mereka. Jadi, gedung ini bukan hanya sebatas gedung, tetapi sebagai simbol bahwa mereka hadir di Indonesia, di titik tengah Jakarta,” tuturnya.

Pihaknya optimistis hal itu akan terwujud mengingat kondisi investasi diyakini akan pulih ketika masa pandemi bertransisi menuju endemi. Mirdal bahkan meyakini iklim investasi dunia yang sempat membeku akan melejit ketika pembangunan Indonesia 1 rampung. Menurutnya, hal ini sudah dirasakannya dalam pertemuan-pertemuan bisnis di dalam negeri ataupun di kawasan Asia dan Timur Tengah.

Selain itu, komposisi masyarakat Indonesia yang usia pekerjanya hampir 70%, tingkat konsumsi yang tinggi, serta ekonomi Indonesia yang diprediksi akan masuk tiga besar dunia menurutnya juga akan mendukung target tersebut. “Kami tidak ingin ketinggalan dalam proses pertumbuhan itu. Kami sangat yakin Gedung Indonesia 1 nanti muncul di momen yang paling pas dalam proses rebound itu,” ucapnya.

Adapun mengenai kemungkinan investasi yang akan beralih ke Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur, Mirdal berpendapat, pihaknya tidak terlalu khawatir akan hal itu karena sudah mempelajari berbagai studi bahwa dalam kurun lima sampai sepuluh tahun ke depan, Jakarta masih akan menjadi kota bisnis, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan Asia Pasifik.

Terkait strategi penjualan, Surya Indonesia 1 Properti telah menggandeng perusahaan manajemen investasi Colliers sebagai agen pemasaran. Namun tidak tertutup kemungkinan juga menjalin kerja sama dengan beberapa agen lain. “Kita lihat juga nanti ke depannya (untuk kerja sama pemasaran ini). Selain itu pembeli bisa juga menghubungi langsung ke Media Group,” terangnya.

Mirdal menjelaskan, pada En-bloc South Tower atau Menara Selatan akan didivestasikan berdasarkan strata title yang memungkinkan pembeli memiliki opsi fleksibel untuk digunakan sendiri, disewakan, atau dijual.

Dalam hal penjualan ini, dia menyebutkan bahwa saat ini sudah berada pada tahap presale. Selain itu, pihaknya pun melakukan road show dengan berbagai forum investor di luar negeri. Mirdal dan tim juga sudah dan akan terus melakukan pertemuan-pertemuan dengan kolega dan jejaring bisnisnya dari berbagai negara.

“Bahkan ketertarikannya sudah cukup tinggi ketika sebelum presale ini, seperti yang saya sebutkan tadi, ada dari Dubai, Singapura, Hongkong. Kemudian Colliers dengan jaringan internasionalnya yang kuat juga pasti akan lebih mudah memasarkannya,” ujar Mirdal.

Dengan berbagai perencanaan itu, Media Group yakin gedung yang ground breaking-nya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo ini akan memenuhi preferensi penyewa masa mendatang yang menginginkan bangunan berkualitas tinggi, berkemampuan teknologi, dan meningkatkan kesehatan, serta yang terpenting mencapai tujuan filosofisnya: menjadi simbol investasi dan kekuatan ekonomi nasional. (*)

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)