Teknologi dan Digitalisasi Bantu Perusahaan Optimalisasi Rantai Pasok

Freddy Halim - Consulting Manager PT Soltius Indonesia

Digitalisasi dan teknologi yang saat ini menjadi penggerak roda kehidupan abad 21 berdampak pada proses bisnis secara keseluruhan, salah satunya adalah dalam proses supply chain.  Perkembangan yang pesat di sisi supply chain dan teknologi telah membuat proses supply chain masa kini menjadi lebih kompleks dan dinamis. Hal ini juga mengakibatkan perilaku dan ekspektasi customer menjadi lebih tinggi baik dalam hal kecepatan maupun kepuasan.  Dalam satu kasus, customer bisa saja berpindah dari satu brand ke brand lain apabila dirinya tidak merasa puas dengan pelayanan dan ketersedian produk.  Tuntutan ini menjadi salah satu tantangan bagi para pelaku yang terlibat dalam proses supply chain untuk menjaga keseimbangan antara supply dan demand.

Freddy Halim, Consulting Manager PT. Soltius Indonesia mengatakan bahwa manajer supply chain telah melihat peningkatan peningkatan tantangan untuk menciptakan, dan menjaga supply chain yang efisien dan efektif. Menciptakan keseimbangan antara supply dan demand bukanlah hal yang mudah di masa kini, ketersedian stock yang tepat juga harus diperhatikan, kata dia menambahkan.

Kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dan bereaksi dengan cepat akan menjadi semakin penting dan me­rupakan salah satu hal yang dibutuhkan untuk tetap unggul dalam persaingan.  Berdasarkan trend, selain effisiensi produksi, perusahaan mulai mengadopsi konsep “demand driven supply chain”, suatu metode yang difokuskan pada management permintaan dengan tujuan mempengaruhi dan mengelola permintaan dengan lebih efisien dan menguntungkan.

Untuk membantu customer dalam meng­hadapi tantangan ini, PT Soltius Indonesia sebagai SAP Platinum Partner & Key Reseller memperkenalkan SAP Integrated Business Planning (IBP), solusi supply chain berbasis cloud yang didukung oleh SAP HANA. System ini mengkombinasikan aneka fungsi optima­lisasi supply chain seperti Demand, S&OP, Inventory, DDMRP, Supply dan Control Tower sehingga proses supply chain dapat dikelola terintegrasi end to end secara holistic dan real time.

SAP IBP menawarkan kemudahan & antar muka yang intuitive yaitu SAP FIORI dan Microsoft Excel. Selain itu, sistem ini juga mendukung fitur untuk kolaborasi yang bertujuan untuk mensinergikan process supply chain. Fitur lainnya, yaitu simulasi dan scenario planning menjadi salah satu fungsi penting yang dimiliki system ini untuk menghadapi supply chain masa kini yang dinamis. Semua proses ini nantinya dapat dimonitor melalui real time dashboard serta mendukung fungsi interactive drill down apabila dibutuhkan data yang lebih spesifik dari setiap proses supply chain.

Machine Learning, Artificial Intelligence, Optimizer, Pattern Recognition yang ditanamkan dalam SAP IBP memungkinkan sistem untuk melakukan otomatisasi dan optimalisasi di proses supply chain, contohnya system dapat mempelajari data penjualan untuk menentukan algoritma & parameter peramalan yang paling efisien secara otomatis. Kedepannya teknologi baru inilah yang akan mengantar kita ke paradigma baru dalam solusi supply chain yaitu self-healing supply chain, ujarnya.

Sebagai solusi berbasis cloud, pembaharuan dan penambahan fitur akan terjadi secara otomatis setiap 3 bulan, Hal ini tentu­nya menjadi salah satu kunci yang juga akan membantu perusahaan menjadi market leader dan memenangkan kompetisi di pasar,” kata dia menambahkan.

Untuk melengkapi portofolio extended supply chain di era digital, PT Soltius Indonesia juga menawarkan solusi seperti Supplier Relationship Management (SRM), Transportation Management System (TMS) dan Extended Warehouse Management (E-WM).

www.soltius.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)