Strategi Holisticare Ester C Dominasi Pasar Vitamin C
Holisticare Ester C merambah pasar vitamin sejak 1991. Merek vitamin yang tergabung dalam Konimex Group ini mendobrak pasar dengan komposisi berbeda dibandingkan vitamin sejenis lainnya, yakni menggunakan tingkat keasaman (pH) 6,0-7,0 atau mendekati air sehingga tidak perih di lambung, mampu bekerja 24 jam dalam tubuh, dan terserap lebih maksimal. Sementara vitamin C jenis lain kebanyakan menggunakan asam askorbat dengan pH 2,5-3,7 yang hanya bertahan 8-12 jam dalam tubuh.
Diferensiasi tersebut cukup mencuri perhatian di pasar vitamin C, dan telah mengantarkan Holisticare Ester C ke jajaran teratas vitamin di Indonesia. Edward Joesoef, Chief Strategy Officer Konimex Group, mengatakan, kemampuan berinovasi ini menjadi daya saing yang kuat dan membuka jalan bagi Holisticare untuk mengembangkan produk-produk lainnya.

Maka, seiring berjalannya waktu, inovasi juga dilakukan pada kombinasi unsur suplemen di dalamnya, seperti menggabungkan vitamin C dengan bioflavonoid dan kalsium, vitamin C plus B Complex, elderberry serta vitamin C dengan beberapa mineral lainnya. “Nanti ke depannya akan ada banyak lagi kombinasi baru, karena Holisticare ini sudah menjadi umbrella brand, jadi di bawahnya tidak hanya Ester C,” kata Edward.
Dari segi varian ketersediaan, Holisticare Ester C telah meluncurkan botol isi 90 tablet dan strip, sehingga saat ini terdapat tiga jenis, yaitu 30 tablet, 90 tablet, dan empat tablet dalam strip. Edward menjelaskan, pembagian ini merupakan upaya untuk menyentuh berbagai segmen konsumen. Ukuran strip yang berisi empat tablet untuk konsumen awal yang mencoba, sementara dua lainnya bagi tingkatan konsumen yang telah rutin mengonsumsi. Di samping itu, pihaknya telah mengembangkan produk khusus Holisticare Ester C untuk anak-anak dan akan dikembangkan yang untuk usia lanjut.
“Strategi kami untuk menggerakkan konsumen baru untuk trial adalah pricing yang seramah mungkin, nah itulah yang strip. Kemudian, setelah konsumen merasakan manfaat Ester C, barulah mereka pindah ke 30 atau 90 tablet untuk konsumsi rutin. Alurnya seperti itu,” paparnya.
Guna menjangkau segmen yang lebih luas lagi, Edward melanjutkan, Holisticare Ester C berupaya menyediakan vitamin C dalam segala bentuk. Hal ini didasarkan pada selera konsumsi masyarakat yang berbeda-beda. Ada yang suka mengonsumsi dalam bentuk tablet, makanan, beverages, dan lainnya.
Belakangan ini dia bahkan melihat ada peningkatan, khususnya jenis ready to drink (RTD). “Jadi, sebisa mungkin kami menjangkau konsumen melalui berbagai jenis sediaan upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat membentuk pola konsumsi yg sifatnya preventif dalam hal menjaga imunitas,” ucapnya. Selain untuk daya tahan tubuh, vitamin C juga bermanfaat untuk menjaga kulit sehat dan kencang, mempercepat penyembuhan luka, mencegah anemia, mengontrol tekanan darah dan lainnya. Jadi pasarnya sangat luas dan belum banyak pemain yang mengexplore dari segi positioning.
Untuk urusan distribusi, Konimex Group memiliki perusahaan khusus, yakni Marganusantara Jaya. Berkekuatan 54 cabang, perusahaan distribusi ini dapat memastikan seluruh produk milik Konimex Group terdistribusi merata, konsisten, dan dalam skala besar di seluruh wilayah Indonesia. “Mungkin sepanjang sejarah industri healthcare, jumlah cabang industri kami paling banyak,” ungkapnya.
Dalam mengembangkan produk, Edward menjelaskan, pihaknya senantiasa berpegang teguh pada empat hal, yakni Safety, Quality, Efficacy, dan Innovation. Empat hal ini juga yang dikedepankan Konimex Group dalam melakukan promosi serta kampanye produk-produknya. Untuk membangun reputasi, dilakukan promosi secara 360°: media massa, digital, komunitas, sampai ke instore. Sejak tahun lalu mereka juga menggandeng selebritas Sandra Dewi sebagai brand ambassador.
Berbagai strategi ini jugalah yang menjadi bekal Holisticare Ester C dalam merespons permintaan vitamin C yang melambung tinggi akibat pandemi Covid-19. Urgensi untuk mengonsumsi vitamin ini menciptakan kelompok konsumen baru yang mengonsumsi vitamin secara rutin, serta kelompok masyarakat yang trial dalam konsumsi vitamin.
Namun, di sisi lain, meluasnya pasar vitamin ini tak ayal memunculkan sejumlah pemain baru. Bahkan, mereka yang dulunya bukan bergerak di industri farmasi juga ikut masuk. “Maka ketika pascapandemi nanti, market size tidak akan kembali seperti prapandemi. Artinya, akan lebih besar, karena terdorong momen tersebut. Kami cukup optimistis CAGR pasar vitamin ini bisa di angka double digit,” katanya.
Untuk memenangi peluang tersebut, menurut Edward, Konimex Group akan melanjutkan ekspansi, baik secara vertikal (variasi produk berdasarkan demografi dan psikografi, seperti segmen anak, segmen mayoritas, segmen lansia) maupun secara horizontal (variasi produk untuk melayani berbagai preferensi konsumen, seperti kombinasi Ester C dengan ingredient lain dan jenis sediaan lainnya, termasuk RTD). Dengan kombinasi ekspansi tersebut, dia berharap dominasi Holisticare Ester C akan terjaga di tengah pasar yang makin meriah. (*)