WAKAF untuk COVID-19

“Barang siapa  yang memudahkan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat .“ (HR Muslim)

Soleh Hidayat - Chief Waqf Officer Rumah Zakat

Virus Corona (Covid-19) telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi global. Penyakit ini telah menyebar di lebih dari 120 negara dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan. Sudah ribuan orang meninggal dunia dan banyak istilah-istilah baru bermunculan. Seperti ODP (Orang Dalam Pengawasan) adalah jika seseorang mengalami gejala demam (>38 C) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala. Serta kata PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yaitu orang mengalami gejala demam (>38 C) atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19, dalam 14 hari terakhir. Panik melanda seluruh dunia, banyak orang terpapar virus, tertular, bahkan sampai meninggal dunia. Hingga saat ini pengobatan efektif untuk menangani virus corona masih terus dicari.

Inilah saatnya kita bergerak bersama dan secara syariat terus memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa. Karena hanya berkat kehendak-Nya, segala ujian dalam bentu wabah ini dapat segera teratasi. Mari tingkatkan ikhtiar kita dengan memperbaiki pola hidup menjadi lebih sehat sehingga kehidupan kita senantiasa diberkahi oleh Allah SWT.

Firman Allah: “Barang siapa berbuat baik, sesungguhnya kebaikan itu untuk dirinya sendiri, dan jika berbuat jahat maka kejahatan itu untuk dirinya sendiri” (QS Al Isra ayat 7)

Kelak penemu vaksin corona akan menjadi pejuang kebaikan dan akan terus dikenang oleh dunia. Dahsyatnya setiap penemuan dalam pengobatan akan menjadi amal kebaikan yang akan terus mengalir, memberikan keberkahan untuk seluruh umat manusia di dunia dan menjadi amal sedekah jariyah (WAKAF) di akhirat kelak.

Seorang penemu ini ibarat seekor burung yang tidak henti-hentinya memberi banyak manfaat kepada alam. Dimulai dari menjadi perantara penyerbukan, memakan serangga pada ranting atau daun tanaman, menyuburkan tanah dengan kotorannya, menceriakan dan membahagiakan suasana dengan suaranya, atau pun menginspirasi manusia untuk membuat pesawat terbang dari mengamati gerakan terbangnya. Apa yang dilakukan burung semata-mata melaksanakan tugasnya taat kepada perintah Allah SWT yang menciptakannya, tidak merugikan lingkungan dan Allah SWT senantiasa memberikan rezeki untuknya dalam berbagai kondisinya yang dihadapinya.

Perbanyaklah kebaikan dengan mengerjakan semua aktivitas dengan landasan memberi manfaat kepada diri sendiri dan orang lain, dengan niat ibadah, sukarela tanpa mengharapkan balasan materi. Niscaya kebaikan itu akan memantulkan hasil baiknya. Semakin banyak karya yang diberikan, semakin produktif, semakin banyak output manfaat, maka semakin banyak pula amal kebaikan dan keberkahan (kebaikan yang berkelanjutan).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)