Ace Hardware Buka 25 Outlet Selama 2019

Dengan pertumbuhan penjualan yang terus meningkat, PT Ace Hardware Indonesia Tbk juga mempercepat program ekspansi gerai barunya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, PT Ace Hardware Indonesia Tbk menyetujui pembagian dividen dengan payout ratio sebesar 50% dari laba bersih tahun 2018 atau Rp28,25 per saham. Tahun 2018, perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 21,9% menjadi Rp7,2 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang dengan SSG (same-store growth) sebesar 13,5% dan kontribusi dari gerai baru yang dibuka selama tahun 2018 dan 2017. Laba tahun berjalan adalah Rp976 miliar, atau tumbuh sebesar 25,1% dibandingkan tahun 2017.

Di tahun 2018, perusahaan mempercepat program ekspansi dengan membuka 33 gerai Ace dan 9 gerai Toys Kingdom, atau setara dengan penambahan retail space sebesar 61 ribu m2, dan menjadikan keseluruhan retail space berjumlah lebih dari 460 ribu m2. Perusahaan pun telah menetapkan rencana ekspansi untuk membuka sebanyak sekitar 20-25 gerai Ace baru di tahun 2019

Hingga Kuartal 1/2019, perusahaan mencatatkan kepemilikan 179 gerai Ace dan 41 gerai Toys Kingdom dengan total luas gerai mencapai 461.400 m2. Di kuartal ini, perusahaan menambah 5 gerai baru dan menutup 1 gerai dikarenakan pemilik gedung tidak melakukan pembaharuan. "Belanja modal (capex) di kuartal ini pun mencapai Rp30 miliar,” ujar Prabowo Widyakrisnadi, Presiden Direktur, PT Ace Hardware Indonesia, Tbk., di Jakarta Barat (15/5/2019).

Pencapaian target ekspansi tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal perusahaan yang telah disampaikan pada acara Paparan Publik tahun 2018 lalu yaitu 10-15 gerai. Perusahaan juga memperkenalkan konsep gerai baru yang disebut Ace Xpress, yang berukuran di bawah 1.000 m2, berlokasi lebih dekat dengan pelanggan dengan menawarkan produk kebutuhan sehari-hari.

Lalu pencapaian penjualan perusahaan di Kuartal 1/2018 pun masih menunjukkan pertumbuhan yang positif dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 19,6%. Perusahaan akan melanjutkan program ekspansi dengan pembukaan gerai yang cukup agresif tahun ini. Saat ini pun perusahaan telah memperluas ekspansi ke kota-kota baru, seperti Cilegon, Kediri, Padang, Gresik, Tegal, Sleman, dan Bengkulu.

“Kontribusi penjualan di kota-kota baru memang diluar ekspektasi dan responnya sangat positif,” ujar Prabowo. Kontribusi penjualan paling banyak adalah di pulau Jawa dan Bali yang bisa mencapai 60-70%, dan justru di Jabodetabek itu sendiri menyumbangkan porsi yang besar yakni 40%. Perusahaan sudah memiliki gerai yang tersebar di 44 kota di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung pertumbuhan penjualan, perusahaan akan terus memberikan pelayanan premium untuk mengundang pelanggan dan menawarkan banyak produk berkualitas dengan jumlah sekitar 64.000 items melalui berbagai program promosi yang lebih menarik. Saat ini Ace memiliki 2,2 juta anggota program keanggotaan Reward Program.

Melihat tantangan yang mungkin akan terjadi di tahun 2019 ini, perusahaan telah melakukan segenap program koordinasi MOMS (Marketing, Operation, Merchandising, dan Support) yang telah secara aktif dilakukan di tahun sebelumnya dan akan dilakukan terus menerus ke depannya guna mendongkrak pertumbuhan.

“Contohnya adalah bila di bagian merchandising, mereka didorong agar bisa menambah range produk baru guna menarik pelanggan atau calon pembeli. Lalu di sisi operation pun harus bisa menciptakan suasana gerai yang lebih menarik bagi pengunjung, misalnya dengan melakukan demo produk, pemberian informasi produk yang lebih intensif, dan lain sebagainya,” imbuh Prabowo.

Produk yang berkontribusi besar terhadap kenaikan penjualan pun berasal dari kategori lifestyle, khususnya traveling. Hampir di setiap departemen juga mengalami pertumbuhan, terlihat dari adanya pengembangan produk di kategori sport. “Kontribusi penjualan dari produk kategori lifestyle mencapai 41% dan akan kami coba arahkan agar bisa mencapai 50% ke depannya,” harap Prabowo.

Di kesempatan yang sama, Kuncoro Wibowo, Komisaris Utama PT Ace Hardware Indonesia Tbk., pun menambahkan, jika melihat pola hidup masyarakat yang lebih modern dan simple, produk-produk yang ada saat ini pun mengalami life cycle yang pendek. Tren yang menjadi tantangan perusahaan saat ini pun adalah persaingan dengan online company dan harga-harga produk yang ada di dunia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)