ALDO Optimalkan Sampah Kertas Untuk Dongkrak Kinerja

Direksi ALDO pada paparan publik virtual di Juni 2021. (Foto : Dok)

PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) ikut mendukung gerakan Pemerintah Indonesia yang bertekad untuk mengurangi sampah ke laut sebesar 70% pada tahun 2025 melalui pengelolaan sampah berkelanjutan dengan pendekatan circular economy. Seperti yang diketahui, bahan baku kertas yang digunakan oleh ALDO merupakan kertas coklat yang dikenal sebagai produk recycled paper yang ramah lingkungan. Bahan baku tersebut dipasok oleh anak usaha ALDO, PT Eco Paper Indonesia (ECO). Saat ini, pengolahan kertas bekas/daur ulang yang dijadikan bahan baku oleh ECO paper mencapai 100 ribu ton pertahunnya.

Presiden Direktur ALDO, H. Sutanto mengatakan dimulai sebagai perusahaan konversi kertas coklat pada tahun 1989 dengan memproduksi Papertube sebagai lini produksi utama, ALDO telah melakukan inovasi berbagai produk yang berasal dari kertas coklat dan yang paling baru adalah Paper Box dan Paper Bag. Melihat momentum di tahun 2021 dimana penggunaan kertas putih semakin berkurang karena majunya teknologi dan tren paperless yang berkembang, ALDO melihat brown paper sebagai produk recycled paper yang ramah lingkungan. “Saat ini untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kertas coklat, ALDO mendapatkannya dari pasar lokal dan impor, dimana komposisinya sekitar 50% dari impor dan 50% lainnya dari pasar lokal,” ucap Sutanto di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut data Kementerian Linkungan Hidup (KLHK) tahun 2020, Indonesia menghasilkan 34,5 juta ton sampah pertahunnya, dan 12% nya merupakan sampah kertas/karton. Dari angka tersebut, 43% nya masih belum terkelola dan menjadi limbah yang merusak lingkungan. Dalam usaha mengurangi masalah sampah di dalam negeri, ALDO telah mulai berpartisipasi dengan menggandeng masyarakat sekitar pabrik menjadi pengepul sampah kertas yang nantinya akan dibeli menjadi bahan baku produksi perusahaan.

Sutanto menyampaikan Eco Paper adalah perusahaan pengolahan sampah kertas untuk menghasilkan produk yang punya nilai tambah. Berangkat dari kebutuhan sampah kertas yang dibutuhkan ECO Paper, ALDO memberdayakan masyarakat lokal sebagai pemasok bahan baku kertas daur ulang. Saat ini hasil pemberdayaan tersebut, telah berkontribusi sekitar 5% dari total bahan baku yang dikelola oleh ECO Paper. “Ke depan, ALDO akan terus meningkatkan kontrobusi lokal, karena selain memberikan dampak yang positif untuk lingkungan, juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui atau yang biasa disebut sebagai ekonomi sirkular,” imbuh Sutanto.

Perseroan pada semester I/2021 mencatatkan penjualan sebesar Rp 669,8 miliar atau naik sebesar 28,9% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar penjualan perseroan berasal dari segmen paper yaitu mencapai Rp446,7 miliar, atau sebesar 67% dari total penjualan. Manajemen ALDO melihat pertumbuhan bisnis perseroan akan didominasi oleh segmen paper karena meningkatnya tren belanja online serta food delivery yang mendorong penggunaan packaging yang lebih sustainable serta dukungan dari pemerintah. “Oleh karena itu,  perseroan melakukan strategi pengembangan usaha oleh untuk masuk ke pasar tas berbahan baku kertas atau paper bag serta paper box ke sektor FMCG, food and beverages (F&B) dan  usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tumbuh signifikan di masa pandemi,” tuturnya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)