Avian Brands Lepas 10% Saham ke Publik Melalui IPO

Dana IPO akan digunakan untuk modal kerja, belanja modal dan pembayaran utang (Foto: Eva/Swa)

Setelah puluhan tahun menjadi perusahaan keluarga yang tertutup, akhirnya PT Avia Avian Tbk lebih dikenal dengan Avian Brands go public. Perusahaan cat asal Surabaya ini menawarkan sebanyak-banyaknya 10% saham kepada publik, baik investor domestif maupun internasional.

Menurut Frost & Sullivan, Avian Brands adalah pemimpin pasar industri cat dekoratif di Indonesia dengan total pangsa pasar sekitar 20% berdasarkan pendapatan penjualan tahun 2020 yang dihasilkan dari produk cat dan pelapis dekoratif dan satu-satunya merek lokal di antara tiga pemain pasar teratas di Indonesia.

Avian Brands menunjuk Morgan Stanley, UBS, dan Credit Suisse sebagai joint global coordinators, serta PT Mandiri Sekuritas sebagai domestic lead underwriter.

Sesuai rencana, roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham Avian Brands akan dilangsungkan pada 12 sd 18 November 2021. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan diharapkan terbit pada 29 November 2021. Selanjutnya, masa penawaran umum rencananya akan dilaksanakan pada 1 sd 3 Desember 2021 dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia pada 7 Desember 2021.

Manajemen Avian Brands akan menggunakan dana hasil penawaran umum (initial public offering/IPO) untuk modal kerja, belanja modal (capital expenditure), dan pembayaran kembali utang bank Avian Brands dan entitas anak. Keperluan belanja modal tersebut adalah termasuk untuk pembelanjaan modal fasilitas manufaktur ketiga milik Avian Brands yang baru di Cirebon, yang diperkirakan akan selesai dibangun pada tahun 2025 dan akan menjadi fasilitas manufaktur Avian Brands yang terbesar dengan perkiraan kapasitas produksi sebesar 225.000 metrik ton per tahun, untuk mendukung rencana pertumbuhan dan ekspansi bisnis.

"Dengan pusat distribusi terbanyak di Indonesia per 31 Mei 2021 berdasarkan laporan Frost & Sullivan, Avian Brands  siap menangkap kesempatan yang ada. Avian Brands memiliki varian produk portofolio yang lengkap dan berhasil membentuk pusat distribusi yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara," ujar Ruslan Tanoko, Wakil Direktur Utama, dalam keterangan pers secara daring di Surabaya (12/11/2021).

“Saat ini, Avian Brands memiliki 2 pabrik yang terintegrasi. Pabrik utama di Sidoarjo, Jawa Timur dan pabrik kedua di Serang, Banten. Total kapasitas secara kolektif lebih dari 286.000 metrik ton per tahun,” kata  Robert Tanoko, Direktur Operasional dan Pengembangan Avian Brands, menambahkan.

Selain itu, per Mei 2021 Avian Brands memiliki 96 pusat distribusi sendiri ditambah 30 pusat distribusi dari pihak ketiga. Secara keseluruhan, pusat distribusi tersebut melayani lebih dari 52.000 toko bahan bangunan yang tersebar di Indonesia.

Keluarga Tanoko, dengan didukung oleh tim manajemen telah mengembangkan Avian Brands selama lebih dari 4 dekade. Saat ini, Avian Brands memiliki 4 entitas anak yang dimiliki secara langsung dan 1 entitas anak yang dimiliki secara tidak langsung. Entitas anak tersebut yaitu PT Tirtakencana Tatawarna yang memiliki 96 pusat distribusi, PT Solusi Rumah Praktis yang menyediakan jasa pengecatan di sekitar Jakarta, PT Tirtakencana Batamindo (yang dimiliki melalui PT Tirtakencana Tatawarna) dengan wilyah distribusi di daerah Batam, PT Bangun Bersama Solusindo yang merupakan joint venture (dengan pemilikan 50:50) dengan Saint Gobain Group yang memproduksi pelapis anti bocor 2 komponen berbahan dasar semen, serta PT Multipro Paint Indonesia, yang bergerak di bidang manufaktur cat marine dan protective.

Avian Brands berencana melanjutkan ekspansi jaringan distribusi, serta aktif mencari peluang untuk ekspansi, termasuk joint venture dan merger & akuisisi. Selain itu, Avian Brands akan selalu menjaga operational excellence, serta fokus pada sustainability dan corporate responsibility.

Segmen pasar Avian Brands ada dua macama. Pertama, segmen architectural solutions yang terutama merupakan cat dekoratif. Kedua, segmen trading goods yang merupakan produk-produk pelengkap.  Segmen architectural solutions menyumbang 79% terhadap penjualan pada 2020 dan berkontribusi 92,5% terhadap laba kotor konsolidasi. Segmen ini mempunyai margin laba yang jauh lebih tinggi dari trading goods. Ke depannya, dua segmen tersebut akan tetap dipertahankan untuk memaksimalkan laba dan pertumbuhan perusahaan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)