Beli Bersih Investor Asing Capai Rp 39 Triliun

Papan elektronik perdagangan saham di Gedung BEI pada 24 September 2021. (Ilustrasi foto : Vicky Rachman/SWA).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat, 29 Oktober 2021  di level 6.591,34 poin, terkoreksi tipis sebesar 0,79% dari 6.643,73 poin pada pekan sebelumnya. Perubahan juga terjadi pada kapitalisasi pasar bursa, yaitu sebesar 0,77%, menjadi Rp 8.087,95 triliun dari Rp 8.150,38 triliun. Kendati demikian, investor asing masih membukukan beli bersih sejak awal tahun hingga perdagangan di pekan terakhir di Oktober 2021. “Sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 39,59 triliun,” ujar Yulianto Aji Sadono, Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Minggu (31/10/2021).

Pada Jumat itu, rata-rata volume transaksi harian bursa turun tipis pada 2,07 persen menjadi 21,634 miliar saham dari 22,091 miliar saham pada pekan sebelumnya. Kemudian, rata-rata frekuensi harian bursa menjadi 1.284.477 kali transaksi dari 1.385.992 kali transaksi pada minggu lalu. “Rata-rata nilai transaksi harian bursa turun sebesar 17,40%, menjadi Rp 13,41 triliun dari Rp 16,24 triliun pada pekan sebelumnya,” sebut Yulianto.

Selama sepekan itu, terdapat satu pencatatan perdana saham dan dua obligasi. Pada  25 Oktober 2021, PT Ace Oldfields Tbk. (KUAS) resmi dicatatkan di BEI dan merupakan perusahaan Tercatat ke-39 di tahun 2021. Pada periode yang sama ini, Obligasi Berkelanjutan V Astra Sedaya Finance Tahap III Tahun 2021 PT Astra Sedaya Finance (ASDF) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 2 triliun. Pada 28 Oktober 2021, Obligasi Berkelanjutan V Federal International Finance Tahap II Tahun 2021 PT Federal International Finance (FIFA) mulai dicatatkan di BEI. Nilainya Rp 1,75 triliun.

Yulianto, dalam pernyataanya itu, menjabarkan total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2021 adalah sebanyak 81 emisi dari 49 emiten senilai Rp 82,33 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 481 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 426,41 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 125 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 140 seri dengan nilai nominal Rp 4.441 triliun dan US$ 400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp 5,33 triliun.

BEI pada pertengahan pekan lalu menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2021 secara virtual dan dihadiri oleh 95 pemegang saham atau 100% dari jumlah pemegang saham pemilik hak suara. Pada RUPSLB tersebut diinformasikan bahwa, BEI selaku salah satu regulator pasar modal Indonesia akan berfokus kepada tema pengembangan yang telah ditetapkan, yakni memperluas produk dan partisipan, serta meningkatkan layanan non-cash equities.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)