Beradaptasi Menyangga Pasar Modal di 2020

Penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta pada Rabu
30 Desember 2020. (Tangkapan layar : Vicky Rachman/SWA)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan transformasi untuk merespons dampak pandemi Covid-19 terhadap pasar modal domestik. Respons pasar cukup positif mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam menjaga stabiltas perekonomian nasional.

Inarno Djajadi, Dirut BEI, mengatakan respons pasar tecermin dari kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalamai perbaikan di Semester II/2020 dikuti lonjakan likuiditas perdagangan senilai Rp 9,18 triliun per hari serta frekuensi perdagangan yang tertinggi diantara bursa se-ASEAN dalam 3 tahun terakhir. “Tren positif diiukti sejumlah perusahaan IPO di tahun ini. Jumlah perusahaan IPO di tahun 2020 sebanyak 51 perusahaan tercatat,” ujar Inarno pada acara penutupan perdagangan saham tahunan di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (30/12/2020).

"Aktivitas perdagangan di pandemi turut tinggi lantaran jumlah investor bertambah menjadi 3,87 juta investor atau meningkat 56%. Transaksi investor ritel meningkat empat kali, ini tahunnya investor ritel dan semoga menjadi pondasi pertumbuhan pasar modal ke depannya,” ucap Inarno.

Adapun, kinerja IHSG sepanjang 2020 turun 5,09% ke level 5.979 poin dibandingkan tahun 2019. IHSG menunjukkan sinyal pemulihan pada Juli dan menjelang akhir tahun ini lantaran sempat terpuruk di level terendah pada level 3.937 poin di Maret 2020.

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK, mengatakan OJK menerbitkan serta menyinergikan beragam kebijakan di luar kebiasaan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, riil, dan sektor lainnya agar bisa bangkit. “ Di sektor pasar modal, paket kebijakan agar tidak terkoreksi tertalu dalam,” ucap Wimboh.

Beberapa kebijakan itu, menurut Wimboh, di antaranya OJK mengambil berbagai kebijakan melarang short selling untuk sementara waktu, pemberlakuan asimetric auto rejection dan trading halt 30 menit untuk penurunan 5% perdagangan, meniadakan perdagangan di sesi pre-opening, dan pemberlakuan buy back saham tanpa melalui RUPS. Selain itu dikeluarkan juga berbagai kebijakan lain khususnya di pasar saham seperti relaksasi batas waktu penyampaian laporan keuangan, pemendekan jam perdagangan di bursa efek dan pelaksanaan fit n proper tes virtual.

Pada kesempatan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, mengatakan kepercayaan investor ritel terhadap pasar modal patut diapresiasi. “Setelah mengalami net outflow di Maret, namun di Oktober dan November ada net inflow US$ 1,2 miliar dan US$ 1,3 miliar yang mendorong kepercayaan internasional terhadap perekonomian nasional,” ujar Airlangga. Ia mengatakan pemerintah mendorong beberapa reformasi kebijakan, antara lain Undang-Undang Cipta Kerja keseimbangan serta mendorong keseimbangan perekonomian dan kesehatan menangani pandemi.

Regulator pasar modal beradaptasi secara dinamis dan terus berupaya menjawab kebutuhan pasar, serta kembali mencatatkan sejumlah pencapaian yang mendukung kemajuan pasar modal Indonesia. Sampai dengan saat ini terdapat 713 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Indonesia pun masih menjadi bursa dengan jumlah IPO terbanyak di ASEAN.

Aktivitas perdagangan BEI pada tahun 2020 juga mengalami peningkatan yang tercermin dari kenaikan rata-rata frekuensi perdagangan yang tumbuh 32% menjadi 619 ribu kali per hari di bulan November 2020 dan menjadikan likuiditas perdagangan saham BEI lebih tinggi diantara bursa-bursa lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Pada periode yang sama, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) berangsur-angsur pulih dan mencapai nilai Rp 9,18 triliun. Sepanjang tahun 2020, jumlah investor di Pasar Modal Indonesia yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksadana, mengalami peningkatan sebesar 56 persen mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID) sampai dengan 29 Desember 2020. Kenaikan investor ini 4 kali lipat lebih tinggi sejak empat tahun terakhir dari 894 ribu investor pada tahun 2016. Selain itu, investor saham juga naik sebesar 53% menjadi sejumlah 1,68 juta SID.

Perluas Basis Investor
Kemudian, jika dilihat dari jumlah investor aktif harian, hingga 29 Desember 2020 terdapat 94 ribu investor atau naik 73% dibandingkan akhir tahun lalu. Peningkatan jumlah investor serta aktivitas transaksi investor harian tentu merupakan hasil upaya OJK bersama SRO dalam mengedepankan sosialisasi dan edukasi terkait investasi di pasar modal kepada masyarakat. Seiring dengan meningkatnya partisipasi investor ritel domestik, rekor transaksi perdagangan baru berhasil dicapai pada tahun 2020 ini, yaitu frekuensi transaksi harian saham tertinggi pada 22 Desember 2020 sebanyak 1.697.537 transaksi.

Dalam rangka menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, BEI telah berupaya untuk memperluas jaringan distribusi seperti menempatkan 30 kantor perwakilan di kota-kota besar Indonesia. BEI berkerjasama dengan perguruan tinggi dan institusi mendirikan 504 Galeri Investasi, serta 402 komunitas investor. Pada 2020, BEI juga telah meluncurkan sejumlah program, seperti layanan Electronic Indonesia Public Offering (e-IPO) untuk meningkatkan efisiensi proses IPO serta meningkatkan perlindungan investor. Selain itu, BEI juga meluncurkan aplikasi IDX Virtual Trading yang dapat digunakan sebagai media untuk melakukan simulasi trading bagi calon investor, serta dapat membantu anggota bursa (AB) dalam mengedukasi calon investor.

Inarno menjelaskan BEI merilis indeks baru yaitu Indeks IDX Quality30 dan Indeks IDX ESG Leaders yang diharapkan dapat digunakan oleh investor sebagai panduan untuk berinvestasi di pasar modal. BEI juga mengikuti arahan pengembangan pasar modal syariah sesuai dengan Roadmap Pasar Modal Syariah 2020 - 2024. Upaya pengembangan pasar modal syariah di Indonesia, turut diapresiasi oleh pasar global, ditandai dengan pengukuhan BEI sebagai The Best Islamic Capital Market 2020 dari Global Islamic Finance Awards.

Lalu pada 27 Oktober 2020, BEI meluncurkan IDX DNA atau Sistem Distribusi Keterbukaan Informasi Perusahaan Tercatat Terintegrasi. Selanjutnya BEI juga telah merilis sistem perdagangan obligasi secara elektronik Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) dan Perubahan Maximum Price Movement produk Exchange Traded Fund (ETF) pada 9 November 2020. BEI juga telah meluncurkan IDX 30 Futures dan Government Bond Basket Futures pada 7 Desember 2020. Selain itu, pada tahun 2020, SRO telah melakukan peningkatan modal kepada PT IDX Solusi Teknologi Informasi (IDXSTI) yang akan digunakan untuk akusisi PT Micro Piranti Computer (MPC).

Pencapaian lain pada tahun 2020 adalah telah disetujuinya peningkatan batasan ganti rugi pemodal dan juga kustodian oleh PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI). Persetujuan ini dituang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor Kep-69/D.04/2020 tanggal 23 Desember 2020. Melalui putusan tersebut, ganti rugi bagi pemodal menjadi maksimal sebesar Rp 200 juta dari sebelumnya sebesar Rp 100 juta, sedangkan bagi Kustodian ganti rugi yang dapat diberikan maksimal Rp 100 miliar dari sebesar Rp 50 miliar. Peningkatan batasan ganti rugi pemodal ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan investor dan menggairahkan aktivitas investasi di pasar modal.

Kemudian, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) telah melaksanakan pengembangan sistem kliring dan penyelesaian untuk mendukung implementasi sistem e-IPO, optimalisasi transaksi Pinjam Meminjam Efek (PME), yaitu revitalisasi dengan pengembangan layanan berupa PME Bilateral. Peningkatan layanan kepada Anggota Kliring juga terus ditingkatkan dengan peluncuran layanan aplikasi m-CLEARS, sebuah aplikasi berbasis mobile dengan platform Android dan iOS. Selain itu, guna mendukung pertumbuhan pasar modal syariah KPEI juga telah melakukan pengajuan permohonan fatwa kepada DSN-MUI terkait penerapan prinsip syariah dalam mekanisme kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa atas efek bersifat ekuitas di bursa. Dalam hal melakukan sinergi atas kebijakan dalam pengembangan infrastruktur pasar modal, KPEI meningkatkan kepemilikan saham di KSEI sejumlah 1% sehingga kepemilikan saham KPEI di KSEI menjadi 12,5%.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)