Beragam Instrumen Investasi di Era Pandemi

Ilustrasi foto : Istimewa

Pandemi Covid-19 memberikan peluang kepada masyarakat untuk berinvestasi untuk menyiapkan dana di masa depan. Demikian ringkasan seminar virtual (webinar) bertema 'Pandemi Pergi, Kaya Menanti (PPKM)' yang mengupas strategi investasi terkini di masa pandemi yang dijabarkan Triv.co.id, IndoGold.id, TaniFund,  dan PT CGS-CIMB Sekuritas. Perusahaan ini menyajikan strategi berinvestasi di berbagai instrumen investasi, yaitu emas, saham, kripto hingga menjadi investor pemberi pinjaman di platform P2P lending.

Gabriel Rey, pendiri dan CEO Triv.co.id, platform jual beli Bitcoin yang terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) menyampaikan strategi investasinya yang memiliki horizon jangka panjang. “Prinsip utama saya selalu sama, time in the market beats timing the market. Artinya, jika Anda berinvestasi untuk jangka panjang, itu pada akhirnya performanya akan lebih tinggi daripada kita menebak harga tertinggi dan terendah setiap harinya. Tidak ada yang tahu masa depan,” ujar Gabriel di Jakarta pada akhir pekan lalu.

Pria kelahiran tahun 1990 itu menyebut be as agrresive as you can while you are young. “Jadi selama masih muda jangan takut berinvestasi agresif. Ketika belum menikah, belum ada tanggungan keluarga. Itu adalah saat yang tepat berinvestasi pada aset agresif yang memiliki gejolak tinggi seperti aset kripto. Terbukti aset kripto sejak awal kemunculannya hingga kini terus meningkat,” ujarnya.

Pilihannya pada aset pun kripto pun tidak semata didasarkan pada posisinya sebagai pendiri dan CEO Triv. Terbukti saat ini aset kripto menjadi portofolio yang ‘wajib’ dimiliki oleh hedge fund di AS. Bahkan sebuah survei di AS memaparkan bahwa 98% investor di AS meminta hedge fund, perusahaan pengelola investasi nasabahnya,  mengalokasikan dana kelolaannya setidaknya 7% di aset kripto. Pun demikian dengan para biliuner dunia seperti Elon Musk via Tesla,lalu Paul Tudor Jones, Stanley Druckenmiller, Ricardo, Salinas Pliego dan sebagainya yang menempatkan 5-10% investasinya di aset kripto. “Nah para biliuner yang dikelilingi penasihat keuangan terkemuka turut menempatkan sebagian asetnya di kripto apalagi kita,” paparnya.

Winarti Mira, Branch Manager CGS-CIMB Sekuritas memaparkan investasi saham itu sebaiknya membaca latar belakang perusahaan yang hendak dikoleksi sahamnya terlebih dulu. Dia menganjurkan agar calon investor melihat perkembangan berita terbaru. “Dari situ kita bisa melihat mana saja perusahaan yang mencetak laba meski pandemi,” urainya. Mira juga memaparkan, di antara perusahaan yang sangat diminati adalah emiten teknologi dan bank digital, semisal saham Bank Arto yang berafiliasi dengan GoJek dan Aladin yang berkolaborasi dengan Alfamart itu diminati investor.

Adapun, Indra Sjuriah, Co-founder dan CMO IndoGold.id memaparkan alasan mengapa emas selalu menjadi buruan. “Sifat emas memang tahan inflasi, likuiditas tinggi,  universal dan selalu jadi safe haven. Itu sebabnya emas selalu jadi pilihan,”ujar petinggi platform jual beli dan titipan emas secara digital itu.

Selain itu, instrumen emas pun dipandang Indra cocok bagi instrumen pemula. Alasannya tak lain karena praktis dan mudah dimengerti, bahkan bagi investor pemula sekalipun dikenal sejak dahulu. “Emas gampang dijual, risikonya rendah. Karena risikonya rendah maka imbal hasil tidak seagresif aset investasi lain. Jadi cocok untuk investasi jangka panjang di atas 5 tahun," ungkapnya.

Yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi di emas antara lain faktor supply and demand, yang dipengaruhi oleh kebutuhan industri perhiasan elektronik, dan hedge fund. Yang terutama perhatikan sosial ekonomi politik. “Apalagi interest rate, berpengaruh sekali terhadap harga emas. Karena saat interest rate naik orang pilih pegang uang karena lebih menguntungkan. Saat interest turun sebaliknya orang pegang emas,” urai Indra.

Opsi P2P Lending

Indra pun memaparkan strategi berinvestasi di emas. Pertama, tentukan tujuan investasi, kedua lakukan secara rutin dan jangka panjang, minimal 5 tahun. “Terakhir sesuaikan dengan profil risiko investor, misalnya jika profil kita agresif biasanya investasi di emas hanya 5-10%, bagi yang konservatif bisa 30-40%,” paparnya.  

Natalia Rialucky selaku Chief Strategy Officer TaniHub Group, induk dari TaniFund menguraikan, TaniFund merupakan platform peer-to-peer (P2P) lending khusus (P2P lending) sektor agrikultur. Pihaknya menjembatani investor perorangan dengan para petani di seantero Indonesia. “Singkatnya, kami mempertemukan pemilik modal dengan pemilik usaha di sektor agrikultur. Terdapat 3 ribu petani di seluruh Jawa yang di-support TaniFund,” ujar wanita yang akrab disapa Ria tersebut.

Dengan bunga pinjaman yang cukup kompetitif bagi petani sekitar 15-18% dinilai juga sangat menarik, tak hanya bagi peminjam, yakni para petani, namun juga bagi investornya. “TaniFund sangat memerhatikan keamanan investasi investor. Karena itu ada empat langkah TaniFund dalam memitigasi risiko bagi investor,” paparnya.

Rinciannya, TaniFund memiliki credit scoring khusus sektor UMKM dan agrikultur. Kedua terdapat field specialist TaniFund yang memberikan bimbingan cara terbaik menjalankan usaha bagi peminjam, lalu program literasi keuangan yang memberikan saran pengelolaan keuangan agar modal kerja yang diberikan dapat dikelola dengan baik, serta asuransi yang menjamin dana peminjam hingga 80%. “Sektor P2P lending sendiri pertumbuhannya sangat baik. Di tahun 2020 volume pinjaman P2P lending tumbuh 96% year on year. Di periode yang sama pemberi pinjaman atau lender tumbuh 19,2%, serta sektor agrikultur di kuartal I/2021 tumbuh 2,95%. Jadi potensi TaniFund untuk bertumbuh sangat prospektif,” kata Ria.

Sebaiknya berinvestasi sudah dilakukan sejak dini. “Di Amerika Serikat itu, masyarakat berusia 30-40 tahun ini banyak yang tidak memiliki rencana investasi. Akhirnya ketika tua pun mereka masih harus terus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Kita tidak mungkin bekerja selamanya. Karena itu memulai investasi dari sekarang adalah langkah terbaik dalam menjamin bekal pensiun kita kelak,” tegas Rey. 

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)