Bikin Joint Venture, Chitose Investasi Rp 15 Miliar

PT Chitose Internasional Tbk (CNIT), produsen perabotan rumah tangga dan kantor, mendirikan perusahaan patungan bersama Okamura Corp., Jepang guna mengembangkan bisnis high end office. Chitose Internasional menganggarkan investasi sebesar Rp 15 miliar sebagai modal disetor untuk membentuk perusahaan patungan tersebut. Sedangkan modal awal untuk mendirikan joint venture ini sebanyak Rp 60 miliar.

Rencananya, nama dari perusahaan patungan ini PT Okamura Chitose Indonesia. Direktur Utama Chitose Internasional, Dedie Suherlan menyebutkan komposisi kepemilikan sahamnya adalah Chitose Internasional sebanyak 67% dan sisanya dimiliki Okamura Jepang. “Besaran komposisi saham dari joint venture ini sesuai dengan peraturan yang dipersyaratkan untuk perusahaan yang bergerak di bidang trading," ungkap Dedie dalam paparan publik di Jakarta.

PT Chitose International Siapkan Dana Rp 15 Miliar Untuk Bikin Perusahaan Patungan Dengan Okamuara Corp, Jepang. (Ilustrasi Foto : Chitose.com) PT Chitose International Siapkan Dana Rp 15 Miliar Untuk Bikin Perusahaan Patungan Dengan Okamuara Corp, Jepang. (Ilustrasi Foto : chitose-indonesia.com)

Perseroan akan meningkatkan permodalan dengan bertahap untuk diinjeksi ke Okamura Chitose Indonesia. Modal dasar bersumber dari kas internal dari masing-masing perseroan. Dedie menjelaskan Okamura Chitose Indonesia diharapkan mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 30 miliar dengan target pertumbuhan sekitar 15%-20% setiap tahunnya. Kinerja perusahaan darijoint venture ini diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap target pertumbuhan Chitose Internasional di tahun 2015 yang ditargetkan tumbuh sebesar 10%. “Dan akan berdampak terhadap profit," ucap Dedie.

Meski membentuk joint venture, perseroan tidak tidak akan meninggalkan bisnis intinya. Produk lama Chitose, kata Dedie, akan dipertahankan serta dikembangkan. "Pengembangan produk yang salah satunya bekerja sama dengan Okamura dimaksudkan untk penterasi pasar ke segmen pasar lainnya yang belum diperoleh perusahaan. Jadi, total market-nya bisa lebih besar," ungkap Dedie.

Presiden Direktur Okamura Corp., Masayuki Nakamura mengatakan, perusahaan memproyeksikan untuk memproduksi furnitur bersama Chitose Internasional, seperti memproduksi produk perkantoran. Untuk langkah awal, kerja sama Okamura dengan Chitose adalah kerja sama pemasaran. Chitose Internasional memiliki toko dan agen penjualan untuk mengembangkan pemasaran produknya melalui Chitose. Okamura Corp., berkedudukan di Yokohama dan berdiri sejak tahun 1945. Perusahaan ini bergerak di sektor usaha manufaktur dan menjual perlengkapan kantor serta komersial. Okamura Corp memiliki tiga kategori utama di bisnisnya, yakni segmen office furniture, store displays, dan material handling systems.

Perusahaan asal negeri Matahari Terbit ini memiliki 22 perusahaan terafiliasi, baik di Jepang maupun luar Jepang. Pendapatan perseroan per Maret 2014 sebesar 211.4 miliar Yen Jepang atau sekitar Rp 22,8 triliun dan asetnya senilai 190,9 miliar Yen Jepang, alias sekitar Rp 20.6 triliun.

Adapun, Okamura Chitose Indonesia nantinya akan bertugas mendistribusikan produk perusahaan ke upper dan high end market, menyediakan advanced product, service, dan after care dengan standar kualitas Jepang ke perusahaan-perusahaan Indonesia, serta mengembangkan store display dan shop furniture untuk pasar Indonesia, seperti proyek AEON dan Uniqlo.Selain itu, perusahaan juga akan membuka toko di Jawa Timur untuk pasar ritel dan beberapa proyek untuk kawasan Indonesia bagian Timur di tahun 2015.

Pada 2014, Untuk kinerja keuangan Chitose Internasional, pendapatannya meraup Rp 283.44 miliar dan asetnya senilai Rp 365 miliar. Sedangkan, target penjualan di tahun 2015 dipatok tumbuh sebesar 10%, menjadi Rp 311 miliar. Laba bersih diproyeksikan naik menjadi Rp 48 miliar dari Rp 25 miliar di tahun 2014. Dedie menambahkan pihaknya melakukan efisiensi guna mengoptimalkan target perusahaan di tahun ini.Chitose Internasional juga menggarap pasar ekspor, diantaranya Jepang, Afrika Selatan, dan Taiwan. Tahun ini, perusahaan akan memperluas pasar ekspornya ke India dan Afrika Selatan. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)