BNI Asset Management Targetkan Dana Kelolaan Rp 24 Triliun

Reita Farianti, Presiden Direktur BNI AM, di Denpasar, Bali.

PT BNI Asset Management (BNI Asset Management) menyiapkan reksa dana yang bakal diluncurkan tahun 2018.Rencana penerbitan produk reksa dana itu merupakan strategi BNI Asset Management untuk meningkatkan dana kelolaan dan menggenjot lebih banyak pemodal berinvestasi di reksa dana.Hal ini disampaikan Presiden Direktur BNI Asset Management, Reita Farianti, di sela-sela acara Finance for Non Finance yang digelar Bursa Efek Indonesia di Denpasar, Bali, pada Jum’at pekan lalu.

“Tahun depan kami menargetkan dana kelolaan sekitar Rp 23 triliun hingga Rp 24 triliun,” ucap Reita. Target dana kelolaan (asset under management/AUM) di tahun depan itu lebih tinggi dari proyeksi di tahun 2017 yang diharapkan mencapai Rp 19 triliun. Dana kelolaan BNI Asset Management pada 30 November 2017 senilai Rp 18,6 triliun. Saat ini, BNI Asset Management memiliki 28 produk reksa dana reguler. Tahun depan, menurut Reita, perusahaan ini ingin menerbitkan sekitar 10-12 reksa dana. Riniciannya adalah 1 reksadana Exchange Trade Fund (ETF), 1 reksadana saham, 7-8 reksadana terproteksi, dan 1-2 reksadana di investasi infrastruktur. “Reksadana infrastruktur menyasar proyek infrastruktur pelabuhan dan bandara udara,” Reita menerangkan.

Strategi perusahaan untuk memuluskan rencana itu, antara lain memperkuat basis investor ritel dan institusi. BNI Asset Management memiliki peta jalan perusahaan (Corporate Roadmap) 2014-2018 yang mengedepankan peningkatan kuantitas dan kualitas. Peningkatan kuantitas adalah meningkatkan dana kelolaan melalui strategi penjualan kepada investor institusi skala besar maupun penambahan agen penjual baik bank maupun non-bank untuk investor ritel. Sedangkan peningkatan kualitas pendapatan perusahaan yang diperoleh dari pengelolaan produk-produk bermarjin tinggi seperti reksadana saham, campuran dan penyertaan terbatas.

Dana kelolaan BNI Asset Management pada 2016 meningkat sebesar 172% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga memperoleh peningkatan pendapatan manajer investasi sebesar 125% dari 2015 ke 2016 dan mengalami pertumbuhan Number of Account dengan jumlah investor ritel sebanyak 100% dan investor institusi 29%. Pertumbuhan investor BNI Asset Management ditopang kerjasama antar Grup BNI. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI, adalah induk usaha BNI Asset Managemet itu, mengembangkan budaya dan perbankan digital dalam sistem operasional. Di era disrupsi digital, lanjut Reita, pihaknya bermitra dengan BNI untuk meningkatkan distribusi produk di ranah digital serta bermitra dengan perusahaan lainnya.

Strategi BNI Asset Management ke depan adalah Go Digital melalui sistem online platform, sehingga memudahkan nasabah mengakses produk reksadana dari internet banking maupun mobile banking BNI. “Kami juga mengeksplorasi penajajakan dengan Tokopedia sebagai chanell online reksadana, seperti itulah contoh pengembangan distribusi produk” ujar Reita. (*)

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)