BNP Paribas Siap Perluas Basis Investor di 2018

Presiden Direktur PT BNP Paribas Investment Partners (BNP Paribas IP), Vivian Secakusuma, mengungkapkan, pihaknya memprediksi pada tahun 2018 mendatang ekonomi Indonesia bisa bertumbuh sekitar 5,3-5,4 %. Dengan perkiraan pertumbuhan tersebut, maka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal menyentuh level 6,500-6,600 tahun 2018.

Menurut Vivian, tahun 2018 adalah tahun penting bagi Indonesia karena pada tahun tersebut akan ada pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dan sekaligus persiapan pemilihan presiden (pilpres) 2019. “Kami belajar dari sejarah tiga kali pelaksanaan Pemilu 2004, 2009 dan 2014, pelaksanaan (Pemilu) itu selalu menjadi katalis positif bagi ekonomi,” ujar Vivian.

Vivian menjelaskan, menjelang Pemilu likuiditas dan pembelanjaan masyarakat cenderung meningkat, sehingga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Tahun 2018, bisa dilihat sebagai tahun risiko atau tahun peluang, tergantung bagaimana kita memandangnya. Menjadi risiko jika pada tahun tersebut investor terpaksa merealisasikan kerugian ketika pasar sedang pada kondisi turun. Namun, akan menjadi peluang besar jika memiliki resilien dan jangka waktu yang cukup panjang sehingga memberi waktu bagi pasar untuk bergerak naik. “Oleh karena itu, sangat penting bagi kita memahami profil risiko investasi masing-masing," ujarnya.

Selain melihat kondisi perekonomian Indonesia masih cukup positif dan stabil hingga akhir tahun, BNP Paribas IP juga mengantisipasi fokus pembelanjaan pemerintah pada 2018 adalah tetap untuk pembelanjaan infrastruktur dan peningkataan di pembelanjaan sosial yang diharapkan akan meningkatkan daya beli masyarakat. "Sehingga hal tersebut akan turut menyokong perekonomian Indonesia," ungkapnya.

BNP Paribas IP juga berencana kan semakin agresif memperluas basis investornya dan akan menggarap target pasar yang berbeda dari target pasar yang sudah ada sekarang. Untuk mencapai teraget tersebut, Vivian mengaku, BNP Paribas IP akan menambah platform digital sebagai jalur distribusi.

“Karena kalau dilihat secara geografis Indonesia kan terdiri dari pulau-pulau jadi penjualan lewat digital atau online itu sangat membantu sekali,” ungkapnya. Selain itu, akan menjadi semakin mudah menjangkau basis investor yang luas lewat platform digital karena data menunjukkan saat ini 80% dari total penduduk Indonesia sudah mengakses internet lewat smartphone. “Jadi kalau mau menyebarkan investasi atau meperluas basis investor memang yang paling masuk akal ya lewat online,”lanjutnya.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!