Capex Metropolitan Land di Kuartal I Capai 25%

PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) hingga April tahun ini telah menggunakan belanja modal (capital expenditure /capex) sebesar Rp 130 miliar. Sekretaris Metropolitan Land, Olivia Surodjo, dalam paparan publiknya, mengatakan capex yang telah diserap perseroan sebesar 25% dari total capex yang dianggarkan Rp 525 miliar. Salah satu penggunaan belanja modal perseroan diperuntukkan mengakusisi lahan. Anggarannya senilai Rp 12,5 miliar dari total Rp 41 miliar anggaran untuk akuisisi lahan di tahun ini.” Jumlahnya sekitar 30% dari anggaran," kata Olivia.

Ia menjelaskan, untuk akusisi lahan sendiri sebagian besar merupakan lahan-lahan yang berada disekitar kawasan proyek milik perseroan di Cibitung dan Cileungsi. Namun juga tidak menutup kemungkinan perseroan akan mengincar lahan lain. Dana sebesar Rp 41 miliar dialokasikan untuk akuisisis lahan dari existing proyek. Sedangkan, dana akuisis sebesar Rp 12,5 miliar dialokasikan untuk akuisis lahan seluas 9 ha di Cibitung dan Cileungsi. Sebelumnya, pihak MTLA menyatakan bahwa perseroan menganggarkan dana sebesar Rp 165 miliar untuk anak usahanya PT Metropolitan Karyadeka Development yang akan mengembangkan proyek Cyber City di Cipondoh, Tangerang.

Olivia Surodjo, Sekretaris Perusahaan PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodjo, Sekretaris Perusahaan PT Metropolitan Land Tbk. (Foto : Istimewa).

Sumber pendanaan belanja modal tahun ini masih dengan komposisi kas internal 30% dan pinjaman bank 70%. Perseroan beberapa waktu lalu telah memperoleh pinjaman sebesar Rp 415 miliar dari PT Bank Mandiri Tbk. Dana pinjaman ini digunakan untuk mendukung kebutuhan total belanja modal perseroan pada 2015 yang jumlahnya sebesar Rp 525 miliar tersebut. Lebih lanjut, Olivia mengatakan rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melonggarkan aturan loan to value (LTV) tentang uang muka KPR yang sebesar 20%-30%, tidak berpengaruh signifikan terhadap penjualan perseroan di tahun ini. Metropolitan Land menargetkan penjualan di tahun ini akan mencapai Rp 1,29 triliun. Hingga April 2015 perseron telah membukukan penjualan sebesar Rp 345 miliar. Perseroan pun optimistis, target penjualan hingga akhir tahun dapat tercapai.

Pengembang properti lainnya, PT Bumi Serpong Damai Tbk., menargetkan pertumbuhan laba bersih di tahun 2015 bisa naik sebanyak 10%-15%. Sebelumnya, Hermawan Wijaya, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Serpong Damai, mengatakan pihaknya membuka proyek-proyek baru di BSD City dan proyek lainnya di luar Pulau Jawa untuk menunjang target pertumbuhan laba bersih di tahun ini.

“Kami akan melanjutkan pertumbuhan positif di tahun-tahun mendatang melalui pembukaan proyek-proyek baru baik itu BSD City maupun proyek-proyek di luar Jawa. Tahun 2015 kami menargetkan pertumbuhan laba 10%-15% untuk mengukuhkan diri sebagai pengembang terbaik di Indonesia.” kata Hermawan.

Pada 2014, laba bersih perseroan naik menjadi Rp 3.82 triliun atau tumbuh 42% dibandingkan tahun 2013 senilai Rp 2.69 triliun. Laba bersih emiten berkode BSDE ini ditunjang oleh penguatan penjualan proyek-proyek properti, terutama di segmen residensial dan komersial. “Permintaan akan produk-produk properti kami makin menguat. Hal tersebut dikarenakan konsumen kami tidak hanya puas dengan kenaikan nilai investasinya namun, juga dengan kualitas proyek-proyek kami serta lengkapnya fasilitas dan infrastruktur yang kami sediakan.” jelas Hermawan. Sepanjang 2014, BSDE membukukan pendapatan Rp 5,57 triliun.

Bumi Serpong Damai merupakan pengembang properti di kawasan BSD City yang menempati area seluas 5.950 ha. Kawasan ini terdiri dari kawasan perumahan dan niaga terpadu. BSD City terletak 25 km dari barat daya Jakarta, yang dapat diakses melalui jalan tol dan jalur kereta api.

Saat ini, BSD City telah mengembangkan Tahap I seluas 1.500 ha dan sedang membangun Tahap II seluas 2.000 ha hingga tahun 2020. Sedangkan, pengembangan untuk Tahap III, perusahaan telah menyiapkan lahan seluas 2.450 ha. Awal tahun 2011, perusahaan yang terafiliasi dengan kelompok usaha Sinar Mas Land ini telah merampungkan proses akuisisi perusahaan terafiliasi, yaitu PT Duta Pertiwi Tbk, PT Sinar Mas Teladan dan PT Sinar Mas Wisesa. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja perseoran terutama portofolio pendapatan dan diversifikasi usahanya.(***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)