CGV Blitz Raih Rp 650 Miliar dari Right Issue

PT Graha Layar Prima (Persero) Tbk. (GLP) telah menerbitkan 99.311.039 saham baru kelas C yang ditawarkan pada harga Rp 6.550 per saham melalui mekanisme Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue) I 2016. Dengan demikian perseroan berhasil mendapatkan sekitar Rp650 miliar dari penerbitan saham baru kelas C tersebut.

Dana yang diperoleh dari hasil right issue ini akan digunakan untuk melunasi utang yang dimiliki perseroan sejumlah maksimum Rp250 miliar sebagai upaya untuk meningkatkan posisi keuangan GLP dan selebihnya akan digunakan untuk ekspansi dalam bentuk belanja modal untuk pembangunan bioskop baru atau perbaikan dari bioskop yang telah ada.

086988500_1438859074-CGV_blitz_Sky_gallery

Dalam pelaksanaan right issue ini yang bertindak sebagai pembeli siaga adalah CJ CGV Co, Ltd. Total saham yang diserap CJ CGV Co, Ltd dalam rights issue ini adalah sebanyak 50.648.686 saham dalam Perseroan senilai Rp 331.748.893.300 atau setara dengan US $ 25.356. Komposisi pemegang saham perseroan setelah right issue 1 adalah sebagai berikut PT Layar Persada memegang 48.257% saham, CJ CGV CO. Ltd memegang 22.991% saham, IKT Holdings Limited memegang 11,401% saham, dan publik memegang 17.351% saham.

“Perseroan akan terus melakukan ekspansi secara berkelanjutan melalui CGV*blitz ke daerah-daerah berpotensi tinggi di berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini kami tengah membangun beberapa lokasi baru diantaranya di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sumatera Utara. Kami menargetkan pembangunan 8 bioskop baru di tahun 2016, 2 diantaranya telah dibuka dan beroperasi di tengah tahun pertama. Pendanaan untuk pembangunan bioskop baru tersebut akan menggunakan dana yang berhasil kami dapatkan dari rights issue ini. Ekspansi pembangunan bioskop ini akan terus kami lakukan untuk tahun-tahun yang akan datang.” ujar Bratanata Perdana, Presiden Komisaris GLP.

Selain menargetkan pembangunan bioskop di kota-kota besar yang telah memiliki bioskop, pembangunan bioskop ini juga akan menargetkan kota berpotensi tinggi lainnya. Berdasarkan data dari Film Indonesia, di tahun 2015 hanya terdapat 52 kota yang telah memiliki bioskop dari total 514 kabupaten dam kota di Indonesia. Perseroan meyakini potensi ekspansi bioskop ini akan mampu meningkatkan performa dan pencapaian perusahaan.

Tidak hanya ekspansi bioskop baru, perseroan juga akan terus memperkenalkan konsep baru melalui teknologi terbaru dan fasilitas yang lebih baik dalam industri bioskop untuk meningkatkan jumlah kehadiran penonton. Untuk itu perseroan juga senantiasa meningkatkan kerjasama dengan pihak terkait salah satunya adalah CJ CGV Co Ltd. untuk pengembangan perseroan ke depannya.

Pengembangan teknologi merupakan bentuk komitmen perseroan dalam meningkatkan standar hiburan di Indonesia. Contoh  dengan menghadirkan auditorium special berbasis teknologi terkini seperti 4DX, SphereX, Starium, dan juga menawarkan pengalaman menonton premium melalui auditorium Velvet, Gold Class dan Sweet Box. “Dengan fasilitas serta layanan premium ini, Perseroan bertujuan untuk memberikan pengalaman menonton film yang tak terlupakan pada tempat pertama, satu-satunya dan terbaik, serta mewujudkan visi Perseroan yakni: Evolving Beyond Movies, No. 1 Cultureplex in Indonesia. Cultureplex adalah cultural playground dimana pelanggan dapat menikmati berbagai kegembiraan dan pengalaman khusus,” ujar Jeff Lim, CEO CGV Blitz. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)