AALI Bagikan Sisa Dividen Rp 695 Per Saham

PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) mulai 29 Mei mendatang akan membayar sisa dividen sebesar Rp 695 per saham kepada investor. Pembayaran sisa dividen ini sesuai hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2012. “Sebelumnya 10 November 2011 telah dibagikan dividen interim sebesar Rp 300 per saham, sehingga total dividen untuk tahun buku 2011 yang dibagikan Rp 995 per saham,” ujar Presiden Direktur AALI, Widya Wiryawan.

Pendapatan bersih 2011 AALI tercatat Rp 10,77 triliun atau meningkat 21,8% dibandingkan periode yang sama 2010 sebesar Rp 8,84 triliun. Laba yang didistribusikan kepada pemilik perusahaan pada 2011 sebesar Rp 2,41 triliun atau meningkat 19,3% dibanding 2010 sebesar Rp 2,02 triliun. Laba bersih per saham mengalami peningkatan menjadi Rp 1.528 per saham. Tahun 2011 perseroan membukukan total aset sebesar Rp 10,20 triliun atau meningkat 16,1% dibandingkan 2010.

Untuk kuartal I 2012 ini, AALI mencatat penurunan pendapatan sebesar 6,5% yakni dari Rp 2,7 triliun pada kuartal I 2011 menjadi Rp 2,5 triliun. Penyebab penurunan tersebut karena tingkat ekspor AALI hanya 4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 5%, sementara penjualan domestik meningkat menjadi 96% dari 95%.

Demikian juga untuk kontribusi kernel dan turunannya untuk pendapatan ikut turun menjadi 10,4% pada kuartal I 2012 dari sebelumnya 14,9% pada kuartal I 2011. Sedangkan CPO meningkat menjadi 89,3% dibandingkan periode tahun sebelumnya 85,1%.

Untuk volume penjualan CPO Astra Grup menunjukkan peningkatan 5,2% menjadi 299.100 ton pada kuartal I 2012 dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya 284.200 ton.

Perseroan mengalami peningkatan lahan tertanam yang sudah menghasilkan sekitar 88,8%. Sementara lahan tertanam yang belum menghasilkan baru mencapai 11,2%. Untuk kuartal I 2012, lahan tertanam yang menghasilkan sekitar 266.900 hektar dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya 263.600 hektar.

Area menghasilkan AALI masih dikuasai oleh Sumatera dengan produksi CPO sekitar 44,9%, tandan buah segar 43,6% dan tanaman menghasilkan sudah mencapai 41,9%. Disusul Kalimantan dengan produksi CPO sekitar 35,8%, TBS 37,5% serta tanaman menghasilkan 39,6%, serta Sulawesi dengan komposisi produksi CPO 19,3%, TBS 18,9%, dan tanaman menghasilkan 18,5%.

Untuk komposisi lahan tertanam inti dan plasma masing-masing 77,5% dan 22,5% dengan total mencapai 266.900 hektar pada kuartal I-2012 meningkat dibandingkan dengan periode kuartal I-2011 total lahan tertanam 263.600 hektar. (Lila Intana/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)