Anak Perusahaan BNI Kembangkan Produk Investasi

PT BNI Life Insurance dan PT BNI Asset Management, menjalin kemitraan dengan mengembangkan kerja sama investasi di sepanjang tahun 2015. Kerja sama antar dua anak perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk (BBNI) adalah kelanjutan dari kerja sama yang sudah diteken sebelumnya di tahun 2014.

Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat BNI Financial Service Group guna mengembangkan lini bisnis Bank BNI. Adapun, BNI Asset Management dan BNI Life Insurance bersama-sama akan mengembangkan kerja sama investasi dengan tetap mengacu pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedua perusahaan sebelumnya telah menjalin kemitraan sejak Desember 2014-Januari 2015 yang nilai kerja samanya mencapai Rp 300 miliar.

Dalam kerja sama tersebut, BNI Life menggunakan aset dasar berupa Capital Protected Fund dari BNI Asset Management sebagai dana investasi pada asuransi unit link Maksima. Maksima menawarkan nasabahnya untuk leluasas menentukan besarnya nilai proteksi dan pilihan investasinya. Maksima diklaim bebas biaya switching untuk memaksimalkan nilai investasi. “Nasabah juga dapat melakukan penarikan dana setiap saat,” kata Presiden Direktur BNI Life, Budi T.A. Tampubolon, di Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Presiden Direktur BNI Asset Management, Reita Farianti, berharap kerja sama di tahun ini tidak hanya menggunakan aset dasar berupa structured fund (capital protected fund), melainkan juga menggunakan regular fund (open ended fund) dengan berbagai macam asset class underlying.

Adapun, dana kelolaan BNI Asset Management per Januari 2015 sebesar Rp 9,9 triliun. Sedangkan total dana kelolaan yang ditargetkan BNI Asset Management hingga akhir tahun ini sebesar Rp 14,7-Rp 15 triliun.

r_ATM

“Kami berupaya meningkatkan alokasi reksa dana saham melalui berbagai strategi, salah satunya adalah rebranding BNI-AM Dana Saham Sektoral menjadi BNI-AM Inspiring Equity Fund,” kata Reita. Reksa dana saham tersebut diterbitkan pada 7 April 2014. Dalam kurun 8 bulan hingga 30 Desember 2014, kinerja produk tersebut tercatat meningkat 9,92%, atau setara 3,71% di atas performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kinerjanya sejak diterbitkan hingga akhir Januari 2015 memberikan imbal hasil sebesar 12,50%, atau setara dengan 5% di atas performa Indeks di periode yang sama.

Direktur BNI Asset Management, Isbono M.I Putro, menambahkan reksa dana saham yang dikelolanya itu menggunakan strategi high conviction. Maksudnya, alokasi portofolionya ditempatkan maksimal di 30 saham yang mengacu pada kajian bottom up. Strategi ini memilih saham yang berpotensi naik tinggi berdasarkan riset.

Dana kelolaan BNI-AM Indpiring Equity Fund pada 30 Januari 2015 tercatat sebanyak Rp 130 miliar. Reksa dana saham ini cenderung mengalokasikan dana nasabahnya di saham sektor keuangan, barang konsumsi, industri, dan materials.

Dana Kelolaan

Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia mengestimasikan pertumbuhan dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) reksa dana bisa tumbuh sekitar 15% -20%. Perekonomian nasional masih solid dan pembangunan infrastruktur akan mendorong pertumbuhan di sektor lainnya.APRDI juga menargetkan dana kelolaan nasabah bisa mencapai Rp 1.000 triliun di tahun 2017.

Pada periode yang sama, APRDI memproyeksikan jumlah investor reksa dana mencapai 5 juta dari posisi saat ini yang jumlahnya sekitar ratusan ribu investor. APRDI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan sosialisasi mengenai reksa dana untuk menggugah minat masyarakat berinvestasi di reksa dana. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)