Bagi Dividen 44%, FORU Berharap Dapat Keuntungan dari Pemilu & Piala Dunia di 2014

PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) membagikan dividen sebesar 44% dari laba komprehensif tahun 2013 atau sebesar Rp4,6 miliar, yang juga setara dengan Rp10 per lembar saham, dan ini akan dibayarkan pada 12 Agustus 2014. Kemudian, 15% dari laba komprehensif tersebut akan dialokasikan untuk cicilan dana cadangan perusahaan dan sisanya menjadi laba ditahan untuk modal kerja perusahaan.

Total laba komprehensifnya sendiri adalah sebesar Rp10,58 miliar. Perseroan, pada tahun lalu, juga telah berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp407 miliar, turun 15% jika dibandingkan dengan jumlah pendapatan usaha di akhir 2012.

Paparan Kinerja FORU 2013

“Secara keseluruhan kondisi FORU lebih baik pada tahun lalu, walaupun terjadi penurunan pendapatan. Tapi ini lebih disebabkan oleh kondisi makro ekonomi yang menurun pada tahun lalu, sehingga menyebabkan berkurangnya permintaan di bidang telekomunikasi dan pemasaran, jadi itu mengoreksi pendapatan kami sekira 15%,” jelas Indra Abidin, Direktur Utama PT Fortune Indonesia Tbk.

Upaya investasi yang dilakukan FORU, pada 2013, dalam pengembangan perangkat bisnis baru serta menguatkan bidang usaha yang sudah ada telah menunjukan hasil yang diharapkan. Jasa layanan baru, seperti digital marketing lewat Digital Identity (DID), sports marketing lewat F-Sports dan digital listening tools, melalui salah satu unit bisnis baru yang diharapkan mampu memanfaatkan momentum Piala Dunia dan Pemilu untuk membawa peluang pemasukan baru bagi perusahaan. Sementara jasa periklanan, kehumasan, desain grafis, serta aktivasi brand, akan tetap menjadi pendulang pemasukan utama perusahaan.

“Usaha channel adalah yang memberikan kontribusi terbesar (dari pendapatan) untuk FORU. Pada tahun ini, kondisi makro ekonomi Indonesia akan positif, jadi industri telekomunikasi dan pemasaran akan menjadi positif juga. Lalu, di tahun ini aktivitas komunikasi politik juga meningkat. Jadi, pada 2014, kami memfokuskan bisa meningkatkan pendapatan usaha dari layanan komunikasi politik (Pemilu) dan olahraga (Piala Dunia), serta pemasaran konvensional dan non konvensional,” paparnya.

Pertumbuhan FORU pada Q1-2014 memang cukup signifikan daripada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan usaha pada empat bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp108,5 miliar, tumbuh 171%, dari pendapatan di tahun lalu yang sebesar Rp63,5 miliar. Lalu, laba komprehensif sebesar Rp3,17 miliar, atau mengalami kenaikan 300%, sebab pada periode sama tahun lalu malah tercatat merugi sebesar Rp1,35 miliar.

Meskipun jumlah dividen yang dibagi kepada shareholders-nya cukup besar (44%), namun kata Indra, itu tidak akan terlalu berpengaruh kepada pengembangan bisnis perusahaannya. Sebab FORU adalah perusahaan yang berfokus kepada people, jadi kalau itu untuk membahagiakan shareholders-nya dalam rangka ulang tahun ke-44 pada tahun ini kenapa tidak untuk dilakukan.

“Untuk ke depannya, pertumbuhan teknologi akan lebih cepat, jadi kami akan fokus ke sana. Kemudian, kami juga akan mengembangkan sektor sports marketing. Sektor ini besar dan cepat dari rata-rata industri, dan kalau ini ditanggapi pasar dengan baik maka akan kami kembangkan terus. Kami juga akan menyempurnakan pelayanan kepada klien dan meningkatkan kualitas SDM kami,” ujarnya.

Sampai akhir tahun ini, FORU menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 10%, dan ini diharapkan tercapai karena adanya efisiensi biaya-biaya operasional. “Target pertumbuhan 10% di tahun ini, semoga kami bisa mencapainya. Namu, kalau bottom line-nya diharapkan bisa naik lebih dari itu, sebab adanya efisiensi dan sebagainya. Memang, pada tahun lalu, kami berhasil menurunkan beban usaha perseroan sebanyak 4% dibandingkan tahun 2012,” tambah Heru Muljadi Sulaeman, Direktur PT Fortune Indonesia Tbk. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)