Barry Callebaut Operasikan Pabrik ke-17 di Salodong, Makassar

Pabrik kakao terbaru milik PT Barry Callebaut Comextra Indonesia (BCCI) resmi beroperasi mulai kemarin (3/9).

SWA.co.id, BCCI #1Pabrik  seluas 2,5 hektar di kawasan Salodong, kota Makassar ini menelan dana investasi sebesar  US$ 33 juta. Ini merupakan pabrik ke-17 milik Barry Callebaut AG, manufaktur kakao asal Swiss.

"Bersama dengan Petra dan pabrik kami di Makassar, kami adalah pemimpin global dalam produk kakao dan cokelat," klaim Juergen Steinemann, CEO Barry Callebaut AG , penuh keyakinan. Ia menyadari, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan bea ekspor biji kakao yang akhirnya menarik investor.

Pabrik BCCI kini berkapasitas penggilingan 30.000 ton biji kakao per tahun. Angka tersebut terbuka untuk ekspansi, termasuk perluasan gedung pabrik. Sayangnya, pihak BCCI enggan mengonfirmasi perluasan yang ditargetkan.

Sejauh ini, pabrik BCCI Makassar hanya menghasilkan kakao cair (cocoa liquor) untuk dikirim ke pabrik-pabrik Barry Callebaut AG di Asia Pasifik. “Dari biji kakao yang digiling, 80%-nya akan menghasilkan cocoa liquor,” terang Steinemann. Kakao yang diekspor dalam bentuk liquor tidak dikenai bea keluar oleh pemerintah Indonesia.

Menurut Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan, Barry Callebaut tidak salah mendirikan pabrik di Makassar. Pasalnya, Sulawesi Selatan adalah produsen kakao terbesar. Sebanyak 170.000 ton kakao dipanen di Sulawesi Selatan dari lahan seluas total 230.00 hektar. Bahkan Singapura menyerap 52.000 ton kakao Sulawesi Selatan.

"Dalam 3 tahun terakhir, pemerintah menanam cokelat baru sejumlah 18 juta pohon. Jadi, akan dihasilkan pada tahun 2016 bukan 170.000, melainkan 330.000 ton. Itu targetnya," ucap Syahrul cerah.

Sulawesi Selatan mempunyai 269.000 petani kakao. Dalam sambutan, Syahrul pun mengungkapkan keinginannya untuk melihat end-product diproduksi di provinsinya.

Suasana kantor BCCI di Jalan Salodong, Makassar Suasana kantor BCCI di Jalan Salodong, Makassar

Barry Callebaut adalah pabrik pengolahan kakao dan pembuatan cokelat yang mempekerjakan 8000 orang di 17 pabrik di seluruh dunia. Di Asia, pemilik merek dagang Cacao Barry ini mengoperasikan 5 pabrik penggilingan biji kakao dan 4 pabrik pembuatan cokelat.

Tahun 2011 lalu, Barry Callebaut menandatangani persetujuan pembentukan perusahaan patungan dengan PT Comextra Majora pimpinan Jimmy Wisan. Kepemilikan dibagi menjadi 60% di pihak Barry Callebaut, sedangkan sisanya milik Comextra. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)