BEI Luncurkan TV Pasar Modal Pertama di Indonesia

Sejak diaktifkannya kembali pasar modal oleh pemerintah Republik Indonesia pada 10 Agustus 1977 silam, PT Bursa Efek Indonesia menjadi lokomotif bagi pasar modal di Indonesia. Guna meningkatkan kinerja yang lebih baik lagi, pada perayaan ulang tahun yang ke 38, BEI meluncurkan TV pasar modal atau Indonesia Business & Capital Market Television (IBCM) Channel pertama di Indonesia.
Jpeg
Peluncuran IBCM channel tersebut merupakan bagian dari upaya BEI untuk menciptakan pasar modal yang efisien dengan menyediakan informasi terkini tentang pasar modal yang dapat diterima oleh masyarakat luas dalam waktu bersamaan.

“Saluran televisi khusus pasar modal yang disiarkan kepada masyarakat selama 10 jam nonstop ini  dapat disaksikan lewat Indovision di kanal 100 dan disiarkan secara live setiap hari pada saat jam perdagangan bursa berlangsung dari gedung BEI,” ujar Direktur Utama BEI, Tito Sulistio saat konferensi pers di kantor BEI di Jakarta (10/8).

Selain di Indovision, televisi khusus pasar modal itu juga bisa diakses lewat www.ibcm-channel.com dengan rangkaian program acara yang terdiri dari: informasi saham dan aksi korporasi emiten, dialog analiss saham, informasi produk pasar modal, analisis perdagangan saham, analisis ekonomi makro dan mikro, talk show bisnis, cerita sukses sosok dan perusahan terkemuka, edukasi pasar modal hingga dialog seputar sekuritas, manajer investasi dan asosiasi pasar modal.

Sebagai komitmen dari BEI untuk mendistribusikan informasi tentang pasar modal Indonesia ke seluruh dunia, rencananya IBCM channel juga akan disiarkan di luar negeri. Kehadiran IBCM channel ini diharapkan menjadi panduan bagi khalayak yang ingin mengetahui lebih dalam seputar pasar modal Indonesia.

Peringatan ulang tahun BEI yang diselenggarakan atas kerja sama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral efek Indonesia (KSEI) dan di bawah koordinasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, dihadiri juga oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengumumkan kenaikan batas maksimal dana perlindungan investor dari Rp 25 juta per pemodal menjadi Rp 100 juta per pemodal. Kenaikan investor protection fund ini merupakan pengembangan BEI yang dilakukan melalui anak usaha PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)