Bekasi Fajar Akan Melepas 20,14% Saham Baru ke Publik

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BFIE), perusahaan yang memiliki kegiatan usaha dalam pembangunan dan pengelolaan kawasan industri dan properti berikut seluruh sarana dan prasarana pendukungnya, akan melepas 1,765 miliar saham atau 20,14% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh kepada publik.

Direktur Utama PT Ciptadana Securities Ferry Budiman Tanja sebagai penjamin emisi IPO BFIE, mengatakan bahwa pihaknya optimistis saham BFIE akan diminati pasar, karena meningkatnya permintaan terhadap lahan pada kawasan industri yang didukung oleh naiknya investment grade Indonesia, membuat banyak investor membutuhkan lahan untuk mengembangkan atau membangun pabrik-pabrik mereka.

Manajemen BFIE merencanakan menggunakan dana yang diperoleh dari IPO, sekitar Rp 225 miliar akan digunakan untuk penambahan/ perolehan lahan-lahan baru yang strategis (termasuk pengurusan perizinan terkait), yang berlokasi di Cikarang Barat melalui BMIE. Sisanya akan digunakan oleh perseroan untuk penambahan/perolehan lahan-lahan baru yang strategis (termasuk pengurusan perizinan terkait), yang berlokasi di Cikarang Barat.

Hungkang Sutedja, Presiden Direktur BFIE, menjelaskan hingga saat ini perseroan dan anak perusahaan memiliki landbank seluas kurang lebih 816 hektar untuk dikembangkan lebih lanjut, yang terletak di daerah Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat. Hal inilah yang menjadi landasan pengembangan Perseroan di masa yang akan datang.

BFIE adalah bagian dari kelompok usaha Argo Manunggal Grup didirikan pada tahun 1989 dengan kegiatan usaha membangun dan mengelola kawasan industri berikut sarana dan prasarana pendukungnya. Perseroan bersama dengan Marubeni Corporation (Jepang) membentuk perusahaan patungan dengan nama PT Megalopolis Manunggal Industrial Development, mengembangkan dan merintis kawasan industri di daerah Cikarang Barat (dahulu Cibitung), Kabupaten Bekasi, yang dikenal dengan Kota Industri MM2100 (“MM2100”).

Dalam mengembangkan MM2100, perseroan memprioritaskan investasi di muka untuk membangun infrastruktur utama/primer, fasilitas umum, fasilitas sosial dan penyelenggaraan pengelolaan kawasan industri.

Strategi usaha BFIE dalam menjalankan kegiatan usahanya antara lain dengan tetap fokus pada pengembangan kawasan industri, menyediakan fasilitas sarana dan prasarana serta infrastruktur yang berkualitas secara konsisten dan melakukan penambahan landbank yang berlokasi strategis serta secara simultan akan meningkatkan kegiatan usaha.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)