The Big 5 Construct Indonesia Perdana Digelar di Jakarta

IMG_1120 (2)

The Big 5 Construct Indonesia menghadirkan lebih dari 200 perusahaan dari 20 negara. Negara-negara yang berpatisipasi dalam pameran ini adalah Perancis, Jerman, Italia, Kanada, Belgia, Cina, Mesir, Finlandia, Yunani, India, Indonesia, Iran, Jepang, Korea, Malaysia, Oman, Saudi Arabia, Singapura, Spanyol, Switzerland, Taiwan, Thailand, Turki, United Arab Emirates, Inggris, dan Amerika.

Pameran yang diadakan di JIEXPO Kemayoran ini berlangsung dari tanggal 7 Mei – 9 Mei 2015. Dalam acara ini menampilkan berbagai jenis produk seperti baja, HVAC covering, energi solar, teknologi pengairan, sistem kemanan dan keselamatan gedung, dan lain-lain.

Selain itu, diadakan seminar secara gratis mengenai perkembangan teknologi konstruksi terbaru yang dihadiri oleh kalangan professional dan arsitek, nantinya peserta yang mengikuti seminar ini akan mendapatkan sertifikat.

Sebagai pameran internasional, acara ini bertujuan sebagai sumber pengetahuan, keahlian, dan membuka jaringan yang lebih luas untuk para pemain di bidang konstruksi di Indonesia. Selain itu, acara yang merupakan kerja sama antara PT Infrastructure Asia dengan dmg events juga menjadi ajang untuk perusahan-perusahan penyedia produk konstruksi dan bangunan di wilayah lokal maupun internasional untuk memperoleh informasi mengenai potensi pasar di Indonesia.

“Iklim bisnis di Indonesia, terutama sektor konstruksi telah berhasil menarik investasi yang sehat dalam beberapa tahun ini. Acara ini diselenggarakan berdasarkan pemahaman mengenai kebutuhan dan potensi yang dimiliki Indonesia,” ujar Ashley Roberts, Event Director The Big 5 Construct. Simon Mellor, President Middle East and India,  mengatakan bahwa dalam 10 tahun ke depan, Indonesia berpotensi untuk menjadi the big 7 mengalahkan Jerman dan Inggris.

Pameran yang juga berlangsung di Arab Saudi, Kuwait dan India ini berhasil menghubungkan 100.000 penyedia produk dan pembeli di seluruh dunia. Di tahun 2014, sektor konstruksi di Indonesia memberikan kontribusi sebesar 9,88% terhadap Gross Domestic Bruto Nasional, dan menempati urutan keempat dari sembilan sektor utama penyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan sektor konstruksi selalu lebih tinggi yaitu sebesar 6,97% dari pertumbuhan ekonomi yang hanya 5,02%. Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan Rp 118 triliun untuk pembangunan sektor perumahan, penangan jalan dan jembatan, penanganan sanitasi dan lingkungan dan untuk pembanguna sumber daya air.

“Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menetapkan beberapa target pembangunan infrastruktur strategis yang akan dibangun dalam 5 tahun ke depan dengan prediksi total kebutuhan investasi infrastruktur prioritas sebesar Rp 5.452 triliun,” kata Ir. Yusid Toyib, Direktur Jenderal Bina Konstruksi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)