BKPM: Investasi Asing di Hotel dan Restoran Naik 3 Kali Lipat

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat penanaman modal asing (PMA) di sektor usaha hotel dan restoran meningkat tiga kali lipat pada Januari-September 2012 dibandingkan akhir tahun lalu. Per triwulan III-2012, PMA di sektor tersebut mencapai Rp 6,9 triliun.

“Tahun 2011, the whole year, penanaman modal asing di sektor hotel dan restoran realisasinya itu Rp 2,4 triliun. Pada triwulan III-2012, (yakni) Januari-September, sudah mencapai  Rp 6,9 triliun. Ini berarti naik lebih dari 3 kali lipat,” ucap Chatib Basri, Kepala BKPM, dalam konferensi pers Indonesia Tourism Investment Day 2012, di Hotel JW Marriott, Senin (22/10/2012) malam.

Dia menerangkan, dalam industri pariwisata, sektor usaha hotel dan restoran ternyata berkembang cukup baik. Menurut Chatib, setiap 1 persen pertumbuhan pendapatan per kapita maka sektor hotel dan restoran bisa tumbuh di atas 2 persen. Artinya, setiap kenaikan 1 persen pendapatan per kapita maka sektor ini berkembang dua kali lipat.

Realisasinya, per triwulan III-2012, PMA di sektor hotel dan restoran ternyata naik tiga kali lipat dari akhir tahun 2011. Tahun lalu, realisasi investasi hanya Rp 2,4 triliun, namun sekarang bisa mencapai Rp 6,9 triliun. Chatib menilai hal itu sebagai raihan yang signifikan.

Dan, ia pun meyakini  angka PMA tersebut bisa mendekati Rp 8 triliun pada akhir tahun nanti. “Bisa melihat bagaimana antusiasnya investor asing di bidang hotel dan restoran,” tambah dia.

Sementara itu, penanaman modal oleh investor lokal juga bertumbuh. Namun angkanya masih kalah jauh dengan investor asing. Bila tahun 2011 tercatat total investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 390 miliar. Maka pada sembilan bulan pertama tahun 2012, PMDN sudah mencapai Rp 860 miliar. Berarti ada kenaikan dua kali lipat.

“Dugaan saya, saya tidak akan terkejut kalau sampai akhir tahun bisa dapat Rp 1 triliun. Itu investasi PMDN dalam hotel dan restoran,” tutur Chatib.

Bila dilihat dari realisasi total investasi sebesar Rp 229 triliun per September 2012, maka sektor hotel dan restoran memberikan kontribusi sebanyak 4 persen. “Ini mungkin sektor yang sangat potensial dikembangkan ke depan terutama dengan naiknya kelas menengah,” tegas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, juga memandang bahwa investasi di bidang perhotelan memang cukup deras. Investasi banyak dilakukan untuk hotel bintang dua sampai bintang lima. Termasuk juga hotel kelas melati dan restoran. “Dan ini termasuk peningkatan yang terjadi dalam negeri sendiri. Itu bisa kita lihat dari investor. Pasti dia melakukan feasibility study (studi kelayakan) untuk melihat peningkatan tersebut,” tambah Mari.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)